
Riri sudah tidak pernah membahas lagi mengenai keberangkatan Anton ke Jakarta karena memang ia sudah malas, walaupun Anton sudah menjelaskan panjang lebar, tetap saja Riri paham bahwa memang Anton tidak ingin Riri dan Reza ikut pulang ke Jakarta. Riri sudah terlanjur kecewa karena acara ulang tahun Reza harus dilalui tanpa ayahnya.
Hari ini adalah hari libur, Riri sengaja bangun lebih awal karena ia ada janji dengan pihak dealer mobil, ya Riri berencana akan membeli mobil dari uang sewa yang ia dapatkan dari perusahaannya, ia memang tidak memberitahukan Anton akan rencananya itu,. karena toh juga selama ini Anton tidak pernah peduli dengan pekerjaan Riri.
"sayang kamu sudah bangun..."menemukan Reza sedang mengucek mata sambil berjalan keluar kamar mencari dirinya.
"udah bunda...., oh ya bunda, ayah bilang hari ini ayah pergi ke Jakarta?" tanya Reza dengan wajah sedihnya.
Riri memang tidak memberitahukan pada Reza kapan ayahnya pergi ke Jakarta, ia membiarkan Anton yang mengatakan sendiri pada anaknya.
Riri sudah menyiapkan pakaian Anton sejak semalam tanpa banyak bicara, dan 1 tas berisi pakaian lengkap beserta oleh-oleh yang dibeli Anton untuk keluarga besarnya itu sudah tersusun rapi diruang tengah.
"iya sayang...ayah akan pergi ke Jakarta hari ini, nanti kita antar ayah ke bandara ya, setelah itu kita akan pergi ke suatu tempat"
belai Riri pada anaknya.
"kemana bunda, apa kita akan makan ayam Kentucky?" tanya Reza polos
Reza memang suka sekali memakan makanan junk food, karena Riri pun juga sejak gadis menyukai makanan seperti itu, berbeda dengan Anton ia lebih menyukai makanan lokal.
pintu kamar terbuka, Anton keluar dari kamarnya "sudah pada bangun ya?" sambil menguap
"iya...pergilah mandi,. setelah itu aku mandikan Reza" perintah Riri pada Anton
"ya..nanti aku mau mampir juga beli titipan mama" Anton bergegas ke kamar mandi.
Riri kembali ke kamar menyiapkan pakaian untuk Anton dan anaknya, sedang Rangga sedang sibuk dengan sarapan sereal ya.
Anton dan Reza telah selesai mandi, dan sekarang mereka sudah ada di dalam mobil untuk berangkat ke bandara.
"aku sudah siapkan di dalam dus itu hadiah untuk saudaramu" ucap Riri sambil menggerakkan dagu kearah dus yang dimaksud.
__ADS_1
"iya terima kasih, oh iya, aku boleh minta uang untuk pegangan disana" masih sambil fokus menyetir
"hmm... sebenarnya gaji mu kan sudah habis untuk keperluan rumah tangga kita, memang perlu berapa?" Riri menghela nafas, sejujurnya ia tidak mau Anton pergi karena akan banyak lagi pengeluaran yang tidak terduga, dan benar saja Anton meminta uang selama dia berada disana.
"ya masa aku kesana tidak bawa uang sama sekali, kan uangku juga ada di kamu" jawab Anton datar.
"memang ada di aku, tapi kamu tidak mau tahu kalau uang itu setiap awal bulan selalu habis, bahkan melihat laporan keuangan yang aku berikan pun tidak mau" batin Riri.
Riri sudah tau kalau permasalahan uang ini akan menjadi besar dalam kehidupan rumah tangga mereka, itulah sebabnya Riri membuat laporan pengeluaran bulanan, yang ia susun lengkap dengan nota pembelian barang-barang kebutuhan sehari-hari.
jika suatu saat ditanya kemana uang yang diberikan Anton maka ia akan memberikan semua itu sebagai bukti, bahwa tidak ada serupiah pun yang ia gunakan untuk keluarganya. Riri paham betul kalau Anton tidak suka dengan sikap Riri yang selalu membantu keluarganya itu, padahal sudah Riri jelaskan bahwa sebelum menikah mereka adalah tanggung jawab Riri, dan sekarang setelah Riri memperoleh pekerjaan dengan pendapatan yang lumayan seharusnya tidak ada masalah untuk berbagi dengan keluarga sendiri terlebih keluarga Riri tidak ada yang bekerja, mereka hanya bergantung pada uang bulanan dari om Riri yang selalu membantu tiap bulannya
"ya sudah nanti aku transfer saja, aku tidak bawa uang cash sebanyak itu"
ujar Riri mengiyakan permintaan Anton.
Anton terlihat senang, walaupun ia juga memiliki uang uang Riri tidak tau tapi dia juga tidak mau rugi kalau tidak meminta kepada Riri, Anton benar-benar perhitungan sekali terhadap istrinya, padahal dulu sikap Anton sewaktu masih pacaran sangat lah royal dan tidak pernah sedikitpun tidak percaya kepada Riri.
hal ini terjadi karena secara tidak sengaja Anton sempat melihat gaji Riri yang sebenarnya, sejak Riri memperoleh pekerjaan baru, awalnya ia bilang bahwa gajinya hanya 1 digit, akan tetapi ternyata gajinya mencapai 2 digit dan itu 3 x lipat melebihi pendapatan Anton. oleh karena itu maka Anton bersikap sangat perhitungan saat ini karena ia yakin Riri selalu memiliki uang lebih tiap bulannya.
"iya ayah cuma sebentar saja disana" jawab Anton
"ayah berarti tidak kasih aku kado donk, kan aku hari Senin ulang tahun, ya kan bunda??" Reza kembali dengan wajah sedihnya
"ya kan masih ada bunda, nanti ayah telp ya, kalau Reza ulang tahun, nanti ayah bawakan kado dari sana" jawab Anton sambil mengacak rambut anaknya.
Riri hanya bisa diam melihat mereka berdua, jujur ada perasaan sedih melihat Anton tidak peka terhadap perasaan anaknya itu, sebenarnya jika Anton mengajak Riri pasti menyetujui lagi pula ia juga rindu dengan keluarganya di sana. tapi ia tau kalau Anton tidak menginginkan itu, terlebih ibu mertua juga tidak menghubunginya untuk mengajaknya.
mobil pun terparkir di depan pintu penerbangan dan Anton segera turun mengambil barang bawaannya dan mencium Reza sambil toss
"ayah pergi dulu ya.. baik-baik disini" Anton mencium anaknya
__ADS_1
"aku berangkat" ujar Anton pada Riri yang hanya dibalas anggukan oleh Riri.
tidak ingin menunggu lebih lama lagi, Riri mengajak Reza untuk naik ke mobil dan melanjutkan tujuannya ke dealer karena memang siang ini ia sudah janji dengan salah satu marketing di dealer mobil tersebut.
"bunda kita ngapain ke sini" Reza terlihat bingung, ia mengira bahwa Riri akan mengajaknya makan ayam goreng Kentucky, tetapi tebakannya salah, sekarang mereka masuk kedalam dealer mobil untuk membeli mobil sesuai keinginan Riri.
"ada deh.., bingung ya" goda Riri pada anaknya.
"aku kira kita mau makan ayam goreng, tadi kan bunda janji setelah antar ayah kita pergi makan ayam" Reza menunjukan wajah cemberut nya, membuat Riri menjadi gemas.
"iya..setelah urusan kita disini selesai bunda janji akan ajak kamu makan ya sayang.."sambil mencubit lembut pipi Reza.
"ah itu dia om yang mau bunda temui" sambil melambaikan tangan melihat orang yang dimaksud menghampiri mereka.
"selamat siang Bu Riri, mari kita masuk, eh ada jagoan ikut juga ya...mau pilih mobil ya" sapa Rian, marketing dealer tersebut
Reza menatap Riri bingung, Riri hanya mengangguk menatap anaknya yang kebingungan dengan pertanyaan orang tadi.
"nah ini dia Bu mobil yang mungkin ibu suka, ini mobil yang sesuai dengan down payment yang ibu targetkan dan cicilan bulanan yang ibu mau" Rian mulai menjelaskan dan menunjukan mobil MPV keluaran terbaru, yang sesuai dengan budget yang memang Riri tetapkan.
"proses berapa lama pak Rian" tanya Riri
"lusa unitnya bisa dikirim, berkas menunggu sekitar 1 bulan sampai mendapat plat nomor yang layak jalan Bu" jelas Rian pada kliennya tersebut.
"Reza suka tidak sama mobil ini??" Riri berjongkok di samping anaknya dan menanyakan pendapatnya.
"mobilnya bagus bunda, lebih bagus dari mobil yang kita pakai ya" ucap Reza polos.
"suka?" tanya Riri lagi
"suka" jawab Reza cepat.
__ADS_1
"baiklah pak Rian, saya ambil unit yang ini jika memang sesuai dengan budget yang saya punya"
akhirnya Riri menyelesaikan urusan administrasi dan melanjutkan jalan-jalan nya dengan Reza anak yang sangat ia sayangi tersebut.