
Akhirnya setelah 5 hari dirawat dirumah sakit, Reza akhirnya dibolehkan untuk pulang, ia terkena virus yang menyebabkan suhu badannya sangat tinggi, beruntung Reza adalah anak yang kuat sehingga tidak sampai kejang pada saat panasnya mencapai 40 derajat.
Riri akhirnya bisa meyakinkan Anton agar ia mau berbagi waktu dengan Riri karena Riri juga masih harus mengurus pekerjaannya dengan tanggung jawab yang lebih besar dari pada Anton tentunya.
Anton menemani Reza dirumah dan tentunya sudah dengan jadwal yang diberikan oleh Riri untuk minum obat pemulihan dan juga makanan yang sudah Riri masak pagi hari sekali, akhirnya Riri bisa mulai mengurus pekerjaannya yang sempat tertunda beberapa hari lalu.
Riri ingin fokus pada pekerjaannya yang terbengkalai, ia juga diharuskan untuk pergi keluar kota demi tugas dari perusahaan tempat ia bekerja, hanya saja, Riri masih bingung apakah ia bisa sekali lagi meninggalkan Reza berdua dengan Anton.
malam ini Riri memutuskan untuk membahas masalah pekerjaannya dengan Anton, pastinya dalam beberapa waktu selama Riri pergi, Anton berkewajiban untuk bisa berangkat dan pulang kerja tepat waktu agar Reza tidak terbengkalai, dan hal itu membuat Riri resah, sejatinya Anton selama ini lebih prioritas pekerjaannya dari pada urusan rumah tangga karena menurut Anton Riri yang memiliki part lebih besar disana, yang Anton tau tugasnya kerja cari uang, tanpa perduli hasil yang ia dapat mencukupi atau tidak, yang penting tugasnya untuk bekerja sudah ia penuhi
Malam pun tiba Riri dan Reza sudah berada dirumah sejak tadi sore, seperti biasa Riri dan Reza menghabiskan waktu berdua untuk bercanda, bermain game dan juga makan bersama, itu sudah seperti kewajiban mereka lakukan sehari-hari.
"Reza sayang...bunda mau bilang sesuatu boleh kah?" ucap Riri lembut agar Reza tidak kaget dengan informasi yang akan Riri sampaikan bahwa ia akan pergi keluar kota untuk beberapa waktu.
"ya Bun...?" jawab Reza dan meninggalkan mainannya duduk manja dipangkuan bundanya.
"sayang...bunda sepertinya l akan pergi ke luar kota beberapa hari, tapi Reza tidak bisa ikut karena ini tugas dari kantor bunda, jadi Reza sama ayah dulu ya sayang..." Riri menjelaskan dengan hati-hati.
"kok aku ditinggal bunda...aku ga mau sama ayah..., ga pernah ajak aku main" sambil menangis terisak.
Riri menjadi tidak tega juga melihat anaknya
"nanti kalau ayah ijinkan Reza akan ditemani Kaka sari(keponakan Riri) yang rencananya akan Riri datangkan bersama kakak perempuan nya untuk menjaga Reza selama ia tidak ada.
"iya bunda" terlihat senang.
------
Anton pulang ke rumah kali ini masih terbilang cukup sore, tidak seperti biasanya, kesempatan untuk Riri mengutarakan maksudnya agar kakak perempuannya bisa menemani Reza sementara waktu karena Riri saat ini pun sedang dalam tanggung jawab yang berat terhadap pekerjaannya, dan tidak bisa diwakilkan.
__ADS_1
Riri menyiapkan makanan dan juga minuman untuk Anton yang sedang bermain bersama Reza dan ia memanggil keduanya untuk makan malam.
"Reza...sini, ajak ayahnya kita makan" panggil Riri dari ruang makan.
"ya Bun" menarik tangan ayahnya dan langsung mendekati meja makan yang sudah terdapat beberapa menu makanan yang sudah dibeli Riri saat pulang kerja tadi
selama bekerja di perusahaan ini, Riri jarang sekali masak, karena tenaga dan pikirannya sangat banyak terkuras, dan membuat dirinya sendiri sering kelelahan, bahkan terkadang hormonnya tidak baik dan menyebabkan Riri sering mengalami pendarahan ringan.
belakangan ini juga Riri sering sekali menolak saat Anton meminta jatahnya untuk ditemani, padahal walaupun hubungan komunikasi antara mereka berdua tidak berjalan baik, tapi untuk hal yang satu itu Riri tidak pernah menolak karena merupakan kewajibannya sebagai istri, namun saat ini Riri merasa sangat lelah dan tidak ingin melakukan apa-apa selain tidur saat ia selesai pekerjaan rumah tangga selepas pulang kerja,
Anton sering sekali gusar dan tidak terima dengan penolakan Riri, hingga kadang hal tersebut menjadi pemicu pertengkaran mereka, Riri yang merasa penat dengan pekerjaan, mengurus anak, pekerjaan rumah tangga merasa sangat lelah, ia memang memilih untuk tidak memakai pembantu lagi karena trauma dengan apa yang terjadi dulu terhadap Reza.
Riri kadang ingin sekali teriak kalau ia lelah dan ingin sekali istirahat saat Anton tiba-tiba meminta dibuatkan mie, atau minuman dingin, atau hal-hal kecil yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri, beberapa kali Riri sering mengatakan pada Anton bahwa sesekali bantulah pekerjaan rumah agar lebih cepat selesai, namun sekali dua kali saja Anton lakukan selebihnya kembali tidak perduli.
"ayah..bunda katanya mau keluar kota" melihat sedih pada Riri
"eh iyaa...ayo makan dulu jangan sedih" Riri sadar dari lamunannya
"ke kupang, ada masalah disaat dan harus segera diselesaikan, tidak bisa kirim orang saja, aku harus ada disana untuk membereskan" jelas Riri dengan lirih
"kapan" tanya Anton kembali
"lusa, kemungkinan sekitar 2 Minggu" jawab Riri.
"mama juga akan kesini" jawab Anton santai.
"mama siapa?" tanya Riri agak kaget
"ya mamaku lah" jawab Anton
__ADS_1
"owh..., apa tidak apa kalau aku tidak ada?" tanya Riri serba bingung
"ya memang kenapa, kamu keberatan?" tanya Anton sedikit kesal
" bukan begitu, maksudnya selama aku pergi Reza kan harus ada yang urus, rencananya aku mau minta kakak ku dan ponakan ke sini untuk menemani Reza.
"memang mereka mau?" tanya Anton meremehkan.
"ya aku belum kabari, nanti aku tanyakan dulu"jawab Riri
Sikap Anton pada Riri memang banyak mengalami perubahan terutama sejak insiden yang terjadi antara Anton dan kakak perempuan nya,
keluarga Riri memang hampir semuanya temperamental termasuk Riri sendiri, namun ia masih bisa mengontrol diri dengan baik, sehingga tidak sampai menyakiti atau menjatuhkan harga diri orang lain pada saat dia marah, sedangkan kakak nomor 3 dari Riri itu dia selalu bicara tanpa dipikir sehingga membuat orang yang mendengar atau yang dituju pun sakit hati, dan itu terjadi pada Anton saat kakak iparnya itu meminta bantuan keuangan kepada Anton sewaktu Riri belum menjabat diposisi yang baik, dan saat itu Anton tidak bisa membantu, secara tidak disangka-sangka, kakak iparnya mengatakan bahwa ia tau kalau Anton tidak modal sama sekali buat nikah, dan semua adalah uang adiknya, sekarang sewaktu kelurga adiknya Mina tolong Anton tidak bisa membantu padahal Anton seorang pekerja kepercayaan bosnya dan sudah barang tentu memilik gaji yang cukup untuk berbagi dengan mereka disana.
Akibat dari perbuatan Kakak kandungnya Riri itulah yang mengakibatkan Riri dalam posisi yang tidak baik, dan itu adalah awal pemicu sikap Anton yang mulai acuh dan dingin pada Riri, ia tidak suka jika Riri mengirimkan uang tanpa sepengetahuan Anton, walaupun itu uang hasil kerja Riri sendiri.
sejak saat itu pula Riri selalu dicurigai menggunakan gaji Anton untuk kebutuhan keluarga Riri di sana, tidak pernah mau tau dan berhitung apakah memang uang gaji Anton kah atau uang hasil kerja Riri yang dipakai untuk memberikan subsidi kepada keluarga Riri yang notabene tidak memiliki penghasilan sama sekali, keponakan Riri dari kakak nomor 3 nya yang sudah besar pun juga tidak memiliki kemampuan untuk mencari pekerjaan, karena terlalu amat dimanjakan sebagai cucu laki-laki pertama sehingga apa yang dia inginkan selalu harus ada, dan jika tidak akan ada peperangan dan ribut mulut yang cukup besar antara ia dan ibunya (kakak Riri)
itu jugalah yang menjadikan Riri memilih untuk segera menikah agar terbebas dari kewajiban untuk selalu menafkahi kakaknya dan juga anak-anak nya.., namun malang tak bisa dihindari bahagia tak kunjung didapati, Riri malah terjebak dengan pernikahan nya yang juga sama kompleks nya dengan kehidupan nya sebelum menikah, malah bisa di bilang jauh lebih fatal
****
bersambung ya gaaeess ....
buat para readers tersayang....terima kasih masih tetap setia ya di novel "aku kamu dan ibu mertua" maaf belum bisa balas komentar pembaca yang baik hati...
tetap tinggalkan jejak ya...dengan like novel ini 🥰🥰🥰
ma maciiihhh....♥️♥️
__ADS_1
****