
Riri bangun pagi sekali dan mendapati Anton tertidur di samping anaknya.
Hari ini ia ingin menyiapkan pesanan orang kantor untuk sarapan, mie goreng dan nasi goreng, Riri sebelumnya memang tidak pernah masuk dapur, saat masih gadis yang dilakukan Riri adalah mencari nafkah untuk keluarganya karena ayah ibunya tidak bekerja, hanya ia dan kakak perempuan nomor 2 yang menopang hidup mereka, terlebih jatah Riri setiap bulan lebih besar dari yang dikeluarkan kakaknya, Riri harus menanggung biaya berobat ayahnya, biaya belanja bulanan keluarganya, biaya kontrak rumah setiap tahun, biaya family time setiap Minggu atau dua Minggu sekali yang harus Riri keluarkan, Riri bahagia bila melihat keluarganya bahagia, tidak heran ketika Riri menikah semua yang biasa Riri lakukan untuk keluarga Hilang dalam sekejap.
tangis Reza membuat Riri tersadar dari aktifitas dapurnya dan untungnya pesanan telah selesai dan sarapan untuk Anton juga sudah selesai.
"eh anak bunda sudah bangun..." Riri tiduran di samping Reza dan mulai memberikan ASI pada Reza, Anton yang kedapatan juga tadi sudah bangun dan menepuk-nepuk Reza agar tidak rewel membalikan badannya dan kembali tidur.
hmm...dia masih marah kayaknya...ya sudahlah, malas juga aku bahas hal ga penting, batin Riri.
Beruntung Reza memiliki tubuh yang gemuk, sehingga Riri bisa memandikan Reza sendiri tanpa harus takut-takut.
Reza sudah siap mandi dan rapi, Riri menyiapkan perlengkapan yang biasa di bawa selama Reza ada dirumah ibu mertuanya.
Dagangan Riri pun telah siap, sejak masuk kembali Riri mencoba berjualan di kantornya, dan hasilnya lumayan, Riri bisa menabung sedikit-sedikit, uang dari Anton diputar untuk kebutuhan jualan Anton.
Anton juga saat ini sedang tergila-gila dengan binatang peliharaannya yang baru, Anton bilang harga jual dari binatang ini cukup lumayan tapi saat ini terkadang uang jualan Anton tidak disetorkan ke Riri akibatnya banyak nota pembelian barang jualan Anton dari Jakarta terpending, uang itu dibelanjakan Anton untuk keperluan binatang peliharaannya yaitu Murai Batu.
karna Anton tidak bangun juga dari tidurnya walau Riri sudah berusaha membangunkannya akhirnya Riri terpaksa membawa Reza sendirian ke rumah ibu mertuanya.
"loh mba sendiri"mba Wati juga baru mau masuk ke rumah ibu mertuanya.
"iya mba, ayahnya masih tidur tadi, nanti tolong antar motor ini ya mba, kalau ayahnya siang belum jalan ya buat nanti istirahat aku yang antar balik ke rumah"jawabku sambil menyerahkan Reza ke mba Wati"
"sapa itu..."mama rianti keluar dari dalam rumah,
"aku mah, sama Reza.." jawabku sambil berjalan kearahnya mau pamit berangkat, malas berlama-lama disini.
"oh... semalam kenapa kalian, Anton balik lagi kesini, tapi ga mau cerita sama mama" ibu mertua Riri itu bertanya penuh selidik.
__ADS_1
cih...anak itu...kabur aja ke emaknya, macam anak mama aja.
"ah ga apa mah..."aku hanya tersenyum getir.
"bener ga da apa-apa?" masih penasaran dengan jawaban dari ku.
"iya mah...oh ya titip Reza ya mah"ucap Riri agar bisa segera pergi dari situ.
"oh ya nak...jangan lupa nanti sore ya"mama rianti berdiri di depan pintu menghampiri Riri yang sudah mau siap menyalakan motornya.
"nanti sore ada apa mah" tanya Riri
"loh Anton belum bilang? itu si ayu sama suaminya kan mau kesini, bulan madu mereka, kemarin kan habis nikah" ucap mama Rianti.
"pinjam mobil kantor lah kita jemput di bandara, pesawat jam 18.00 mereka sampai"
"oh iya mah, insya Allah, nanti siang aku kabari, berangkat dulu mah, assalamu'alaikum" Riri segera memutar balik motornya dan berjalan ke kantornya.
Riri malas memikirkan hal tadi dia fokus pada jualannya dan bersiap dengan rutinitas pekerjaannya, Riri memang tidak pernah membawa masalah keluarga ke tempat kerja, dia cukup profesional dalam menangani pekerjaan terbukti setelah dia melahirkan saat ini dia sudah mendapatkan posisi baru sebagai koordinator marketing, tapi hal itu tetap belum memuaskan hati Riri karena statusnya masih pegawai kontrak.
------
"halo...iya lek ini lagi ambil bagasi" suara dari speaker ponsel Anton.
"ya sudah, kita sudah ada di depan lorong penjemputan" jawab Anton melalui ponsel.
"kamu turunlah nak, takut tidak tau mereka, Boko..itu kakak ayu datang nak"sambil menunjukan tangan di jendela pada Reza, mama Rianti mengajak Reza bicara.
sebetulnya Riri merasa kesal dengan kedatangan ayu, karena Anton dan ibunya selalu membanggakan keponakan dan cucunya yang satu ini, terlebih lagi sebelum menikah ayu dan suaminya telah membeli rumah bersama, dan itulah yang selalu dibangga-banggakan oleh mama rianti kepada pasangan itu,. bahwa dengan usia yang masih belia mereka mampu untuk berpikir jauh, sedangkan Anton anak yang diharapkan bisa sama dengan ayu bisa mempersiapkan rumah dulu sebelum menikah malah tiba-tiba menikahi Riri, itu juga salah satu pemicu kenapa mama Rianti tidak menyukai Riri.
__ADS_1
"nah itu dia"Anton yang duduk di samping Riri membuyarkan lamunan Riri.
mama Rianti turun dari mobil dan menghampiri cucu kesayangan nya itu dan meninggalkan Reza dibelakang.
Riri ikut keluar setelah menggendong Reza.
"kak Riri, apa kabar" begitulah ayu memanggilku dengan sebutan kakak bukan bule.
"Alhamdulillah bak yu, selamat ya, maaf ga datang pas nikahan" ucap Riri.
"ga apa kak"jawab ayu sambil menaikkan kopernya ke dalam mobil.
"mobil sapa nih nek, punya lek Anton" tanya ayu sambil senyum-senyum.
"amin..doain aja yu..."jawab mama Rianti.
mereka mulai pembicaraan mengenai keluarga dan acara pernikahan yang sempat diadakan waktu itu.
Riri yang malas mendengarkan mengajak Reza bercanda di sebelah Anton yang menyetir, untunglah Anton sudah bisa menyetir, jadi Riri tidak perlu lagi jadi sopir kalah keluarga ini ingin berjalan-jalan mengendarai mobil.
akhirnya mereka tiba di rumah mama Rianti, sebelumnya Riri sempat menawarkan untuk menginap di rumah mereka tapi mama Rianti menolak, "kan mereka datang kesini mau ketemu neneknya, tinggalnya di rumah nenek lah" begitulah jawaban mama Rianti.
sebenarnya Riri juga tidak memaksakan mereka mau menginap ditempat siapa karena kebetulan dirumah Riri ada kamar kosong kan tidak ada salahnya juga kalau mereka pakai, dari pada dirumah mertuanya mereka akan tidur di ruang tamu, karena kamarnya dipakai Raka, si cowok sok ganteng itu, atau mungkin ayu tidur sama neneknya dan suaminya tidur di luar.
cih...masa bodo lah bukan urusan ku juga.
setelah mereka masuk, aku dan Anton pamit untuk mengembalikan mobil kantor yang Riri pinjam tadi, sekalian mereka pulang.
Riri sudah merasakan lelah sekali dan Reza pun sudah mulai mengantuk.
__ADS_1