Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Hati dan Logika berbicara


__ADS_3

Malam semakin beranjak menyambut fajar dan Riri saat ini sudah banyak menemukan beberapa petunjuk dan keanehan dalam ponsel Anton, tentang kenyataan bahwa Anton mempunyai grup WA dengan keluarga kecilnya, juga grup wa dengan keluarga besar nya lengkap dengan para istri atau suami keponakan dan sepupunya berada di dalamnya, sedang Riri tau pun tidak tentang hal itu, terasa tidak dianggap kan??


fakta lain yang Riri temukan bahwa banyak sekali panggilan masuk maupun keluar dengan nama salah satu pegawai yang bekerja di tokonya tersebut, yang menjadi pertanyaan Riri adalah untuk apa mereka sering bertelepon ria sedangkan mereka ada di satu tempat yang sama


fakta lain yang juga membuat Riri tidak habis pikir adalah, galeri foto Anton banyak sekali foto-foto selfie milik Anton yang notabene sejak Riri mengenal Anton, suaminya itu tidak suka foto-foto apalagi foto diri sendiri, justru dulu Anton lebih senang mengambil foto Riri secara langsung ataupun candid dengan kamera ponsel maupun SLR miliknya.


selain itu banyak juga foto-foto perempuan yang adalah pegawai toko yang sama dengan Anton namun tidak satu toko dengan Anton, mungkinkah selingkuhan Anton satu tempat dengan nya bekerja.


cukup rasanya untuk malam ini menurut Riri, dia harus mulai membuat rencana untuk selanjutnya.


kesalahan dalam mencintai Anton yang membuat Riri akhirnya menyadari kesalahan yang telah dirinya perbuat, cinta yang berlebih dan yakin bahwa cinta itu tidak akan berpaling menjadi belati yang menusuk jantung Riri dan siap untuk membunuhnya dalam diam jauh lebih dalam.


waktu tidak dapat diputar, penyesalan selalu datang belakangan itulah kiranya yang terjadi pada Riri saat ini, pernikahan yang diawali bukan karena Allah semata, maka akan berakhir dengan banyak air mata,


sejak menikah istilah ^bersamamu surga semakin dekat^ rasanya tidak akan pernah terjadi, karena sejak menikah dengan Anton, Riri sering lalai menjalankan ibadahnya dan tidak pernah lagi menjalankan sunah-sunah yang sering dirinya lakukan sewaktu ia masih sendiri, sebejat-bejatnya Riri dulu dalam pergaulan bebas, tetap dia selalu menjaga ibadahnya dan selalu tepat waktu untuk beribadah...


cintaku terlalu dalam padamu hingga membutakan mata dan hatiku, ternyata kau bukanlah yang terbaik yang mengisi hati ini, takdir terkadang mempermainkan hati dan pikiran, hingga membuat manusia lupa bahwa tak sepatutnya mencintai sesuatu secara berlebihan seperti sebuah petikan ini yang mengatakan


"Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu."

__ADS_1


hati dan logika berbicara saat ini tentang apa yang Riri rasakan, hingga fajar menunjukan cahayanya setelah pekatnya malam yang panjang dan sepi seperti hati Riri yang terasa amat kosong saat ini.


 


Pagi ini seperti biasa Riri menyiapkan keperluan Reza untuk sekolah, namun pikirannya amat terganggu dengan grup wa yang ada di ponsel Anton.


Belakangan ini Anton sering sekali bangun siang, setiap Riri berangkat mengantar Reza ke sekolah, Anton masih dengan posisi terlelap, dan itu membuat Riri menjadi frustasi.


saat ini rasanya Riri harus mulai mencari tahu siapa kah perempuan yang disembunyikan oleh Anton.


"bunda...ayah ga dibangunin, aku sekali-kali mau diantar ayah" seloroh Reza


"oh ya ..sebentar lagi kan kita akan ajak Nini untuk datang kesini" sambil menghampiri Reza dan mengelus pucuk kepala anak itu


"beneran bunda Nini mau kesini?" tanya Reza antusias


"iya sayang.." mengambil tas Reza dan bersiap berangkat setelah memastikan baju dan sarapan Anton sudah siap.


"ayo berangkat" ajak Riri pada anaknya

__ADS_1


 


Nini adalah sebutan untuk ibu Riri yang artinya adalah neneknya Reza


sedangkan Oma adalah ibunya Anton.


dan disinilah Reza dan Riri berada di bandara untuk menjemput ibunda dari Riri yang datang berkunjung atas permintaan Riri.


"kamu apakabar nak" lembut tangan renta itu mengelus rambut yang ada di kepala Riri dengan penuh kasih sayang.


"Riri baik ma..., mba apa kabar?" tanya Riri kepada kakak nya yang juga ikut menemani mama Ari.


"baik..anakmu mana?" mba celingukan karena tidak menemukan Reza disekitar mereka..


"dimobil mba..." kata Riri sambil menuntun ibunya dan berjalan ke arah mobil yang diparkir tidak jauh dari sana.


"niniiiii......." Reza begitu antusias melihat neneknya sudah terlihat menuju arah mobil yang memang tidak terparkir jauh dari Riri menjemputnya ibu dan kakaknya.


"cucu nenek udh gede ya" sambil mencium kening cucunya dengan sayang.

__ADS_1


setelah memasukan barang bawaan ibu dan kakaknya, Riri pun melajukan kendaraanya pulang ke rumah


__ADS_2