
Sejak awal menikah memang Anton tidak menunjukan simpati dan empati terhadap keluarga Riri begitu pula sebaliknya, sehingga ketika salah satu keluarga dari keduanya berada di atap yang sama maka salah sikap Anton akan cuek dan lebih memilih menghabiskan waktu lebih lama diluar dari pada di rumah karena pasti akan sedikit banyak malas menanggapi teguran maupun perkataan dan wejangan dari pihak sang istri.
sedang Riri, walaupun dia tidak menyukai sikap dari ibu mertuanya yang terlalu banyak ikut campur tetap dia tidak akan beranjak atau menghabiskan waktu diluar, karena menurut prinsip Riri masalah itu dihadapi bukan di hindari.
Sudah hampir satu bulan ibu dan kakak Riri ada di rumah Riri dan Anton, sedikit banyak mereka mulai menilai dan melihat bagaimana pola perilaku keduanya, dan juga imbas terhadap anak mereka Reza.
"Ri, ....tak perhatikan kamu sama Anton kayak orang yang bukan suami istri aja, kalian ada masalah? atau kedatangan kami menyusahkan kalian?" pertanyaan keluar dari mulut mba saat mereka sedang menikmati makan malam bersama dengan menu yang lumayan mewah karena Riri sengaja membeli makanan kesukaan Reza dan anak itu makan dengan lahap tanpa memperdulikan sekitarnya.
sedangkan Anton,. jangan ditanya lagi, dia semenjak kedatangan ibu dan kakak Riri selalu berangkat pagi dan pulang malam hanya untuk tidur saja dia ada dirumah, dan tanpa ibu dan kakak Riri tahu mereka sering bertengkar via chat, yang berakhir dengan diam nya Anton karena malas menanggapi emosi Riri yang merasa tidak terima dengan sikap Anton yang seperti tidak menghargai kehadiran dari orang tua Riri sama sekali.
"Ndak apa mba.., dia sekarang kan dipercaya bosnya untuk urus toko baru, jadi waktunya banyak habis untuk kontrol dan juga buka tutup toko" Riri sekedar mencari jawaban yang relevan agar tidak menimbulkan kecurigaan.
dan tanpa Riri sadari bahwa sang ibu mulai merasa ada yang tidak beres dengan pernikahan anaknya itu, seakan apa yang mereka perlihatkan kepada orang-orang sekitar semua palsu untuk menutupi pernikahan mereka yang sepertinya sedang bermasalah.
setelah hampir dua bulan ibu dan kakak Riri berada di kediaman mereka akhirnya tepat menjelang Riri merampungkan kesibukannya dalam project baru dikantornya ibu dan kakaknya pun pamit untuk kembali ke Jakarta.
Setelah kepulangan ibu dan kakak Riri, dimulailah drama antara Anton dan Riri, banyak kejadian menguras emosi Riri baik tindakan maupun perkataan Anton yang seakan menyesal menikah dengan Riri, sungguh cinta membutakan mata hati, dan itulah mengapa ketika kita mencinta seseorang tidak boleh berlebihan, karena ketika orang yang kita cintai melakukan kesalahan fatal sekali saja maka sakit, kecewa, hancur lebur menjadi satu dan dapat membuat jiwa seseorang menjadi rapuh bahkan bisa menyebabkan depresi.
Hal itu memicu jiwa yang rapuh ini berusaha mencari kebenaran, saat Anton dan wanita selingkuhan nya ketahuan oleh Riri sikap Anton tetap masih menunjukan kecurigaan yang mendalam untuk Riri, tapi berusaha ditepis karena Riri mau memberikan kesempatan pada Anton untuk berubah, paling tidak Riri lakukan karena anak mereka.
__ADS_1
Dengan berbekal pengetahuan Riri yang lebih dari Anton akhirnya Riri bisa menyadap ponsel milik Anton dan mengetahui sepak terjang perempuan itu dan juga Anton dalam chat mereka Riri berusaha untuk bersabar dan berusaha untuk mencari bukti-bukti mengenai perselingkuhan Anton dengan perempuan selingkuhan Anton yang ternyata berinisial "F"
flashback**
'aku harus cari tahu apa saja yang mereka bicarakan, rasanya ada yang aneh dengan nomor yang selalu menghubungi nomornya berkali-kali itu' batin Riri sambil berusaha mencari waktu yang pas untuk memulai misi penyadapan ponsel Anton yang ternyata berisi hal-hal yang begitu menyakitkan.
Riri telah mengetahui pola dan juga password dari ponsel Anton dan akhirnya saat kondisi malam itu dimana Anton terlihat tidur sangat lelap di kamar sebelah (ya...mereka sudah pisah kamar tidur masing-masing dengan alasan Anton kalau kamar mereka sempit dan tidak leluasa bergerak dalam tidur), akhirnya Riri berhasil menyadap ponsel Anton dan perasaannya mulai berdebar dengan rasa penasaran yang tinggi apa saja akan ia ketahui nanti setelah aksinya ini berjalan.
flashback off***
Rutinitas Riri dan Anton berjalan seperti biasa komunikasi seadanya, justru sikap Anton pada Riri semakin menjauh, awalnya Riri membuka aplikasi sadap yang ia pasang disela waktu-waktu luang dan selama kurang lebih beberapa hari tidak menemukan hal-hal yang aneh hanya beberapa chat dari grup keluarga Anton dan juga dan ibunya yang isinya seperti biasa menyesakkan, karena sudah kebal dan tidak mau ambil pusing akhirnya Riri tak menggubris karena buat Riri mau dia komplain pun juga yang akan dibela oleh Anton adalah orang tuanya bukan istrinya.
date: .**/**/** 'foto gambar tempat tidur dengan taburan bunga terkirim dan sudah di read oleh Anton namun tidak dibalas'
date: **/**/** 'kangen'
date: **/**/** 'foto gambar foto USG terkirim disertai chat berisi "mauu" dan read oleh Anton
mungkin ini jawaban atas keinginan Riri yang begitu tinggi ingin mengecek chat Anton yang sudah beberapa saat sempat terabaikan karena pekerjaan kantor Riri yang menggunung
__ADS_1
sejujurnya dengan posisi Riri saat ini dan juga dengan posisi Anton sangat mudah untuk Riri mengajukan gugatan cerai, tapi balik lagi karena besarnya rasa yang ada di dalam hati Riri membuatnya begitu bodoh dan terus berharap bahwa Anton akan berubah.
tanpa terasa cairan bening itu mulai mengambang di ujung mata Riri, sesak yang teramat membuat Riri seakan kesulitan bernapas dengan benar.
rasanya apa yang selama ini Riri perjuangkan untuk rumah tangga mereka meluap begitu saja dengan mudahnya, sekelebat muncul kata demi kata yang sering diucapkan oleh keluarga Riri.
"dia cuma numpang hidup sama Lo..."
"modal apa dia nikah sama Lo"
"di dukunin kali Lo sampe ga kebuka kalo dia cuma bisa bikin Lo sengsara"
itu kata-kata dari kakak Riri yang sempat Riri dengar sebelum ibu dan kakaknya pulang dan yah ..akhirnya Riri menceritakan kepada kakaknya tentang kecurigaan dan juga tentang penemuan SMS antara Anton dan perempuan lain.
miris mengingat kata-kata yang sempat terucap dan kenyataan tentang bukti di depan mata ini...
akhirnya Riri berusaha sabar dan dia pun segera melakukan foto atas chat itu sebagai bukti kedepannya agar ia bisa mengajukan gugatan, Riri bukan perempuan bodoh dalam urusan logika,. tapi saat dihadapkan dengan urusan hati seolah pikirannya terbang entah kemana,. Riri menjadi seperti kerbau yang di cucuk hidung nya...
"miris"
__ADS_1