Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Pengakuan Riri dan Ibu Mertua 2


__ADS_3

Akhirnya kata demi kata terus meluncur indah dari bibir Riri, mulai dari mereka menikah, dimana Riyanti memperlakukan dirinya berbeda, lalu saat Riyanti memutuskan untuk tinggal di kota yang sama dan bagaimana Riyanti mencurigai Riri yang menghabiskan uang Anton dan juga mengatur Anton agar tidak lagi memperhatikan ibunya, lalu bagaimana Riri mendengar kabar bahwa Riyanti selalu bercerita buruk tentang menantunya, dan bagaimana Riyanti tidak menghargai hasil kerja Riri dan malah mengklaim bahwa apa yang didapat dan dimiliki oleh Riri dan Anton adalah hasil jerih payah Anton.


Riri juga menceritakan bagaimana posisinya sebagai istri yang selalu dibandingkan dengan ibu mertuanya oleh sang suami, dan bagaimana Riri menutupi keburukan Anton dari Riyanti maupun keluarganya, dan bagaimana sikap Anton yang telah berkhianat pada pernikahan mereka, menceritakan bagaimana Riri menemukan bukti percakapan mereka dan sejauh mana mereka mungkin berhubungan, menceritakan permintaan Riri untuk bercerai jika memang Anton merasa Riri tidak lebih baik dari wanita selingkuhannya, namun berkali-kali Anton tidak pernah menanggapi


belum lagi bagaimana Riri harus bisa membagi waktu untuk mengurus anaknya, pekerjaan rumahnya, dan juga pekerjaannya diluar yang menuntut tidak hanya otak namun juga fisik.


bagaimana Riri melewati semuanya itu sendirian, bertanya kepada ibu mertuanya bila ia yang berada di posisi Riri, yang mengharapkan dukungan dari suami, keluarga bahkan mertuanya namun itu semua hanya harapan semu.


karena setiap masalah yang terjadi di rumah tangga mereka Riri tidak memiliki tempat berbagi, bahkan orang yang ingin Riri sandarkan pun mengkhianati Riri.


Riyanti mendengarkan dengan seksama semua kalimat yang mengalir dari bibir menantunya ini, dan melihat bagaimana menantunya bisa memberi bukti-bukti atas ucapannya, Riyanti akhirnya menitikkan air mata, ia merasa kalah dan bersalah, selama ini ia hanya bisa menghujat menantunya tanpa tau kebenarannya.


"maafin mama ya nak.., selama ini mama ga sadar kalau apa yang mama lakukan menyakiti kamu" ucap Riyanti sudah berlinang air mata.

__ADS_1


"Riri maklum mah, karena Riri tau kalau mama lakuin itu semua semata-mata untuk membela dan melindungi anak mama..." jawab Riri pun sama berlinang air mata.


"mama juga bingung selama ini setiap mama meminta sesuatu pada Anton, pasti dia selalu bilang ga pegang uang, karena uangnya ada di kamu semua, mama jadi berpikiran yang tidak-tidak" Riyanti kembali menjelaskan.


"terakhir kemarin waktu dia pulang sempat dia cerita kalau dia lagi kesel sama kamu, ya mama akhirnya yang ga tau apa-apa juga ikut kesal, makanya mama malas balas wa, malas balas telp, bahkan waktu ku kirimi mama hadiah ulang tahun berupa emas aja juga mama tetap aja kesal sama kamu, mama sampai suruh dia bawa perempuan yang bisa mengerti mama, sayangin mama, karena mama pikir anak mama laki-laki jadi tidak masalah kalaupun harus bercerai dari kamu, ...hu..hu...hu...maafin mama ya" Riyanti kembali menjelaskan sedikit banyak.


hati Riri terasa ditusuk ribuan belati mendengar ibu mertuanya sendiri menginginkan anaknya membawa perempuan lain walaupun status mereka masih sah suami istri, ya Allah, apa tidak ada sedikit hati nurani yang mengasihani Riri, padahal mereka berdua sama-sama perempuan, apakah begini bila seorang ibu tidak memiliki anak perempuan maka ia akan menjadi tidak peka terhadap perasaan anak menantunya sendiri.


sungguh Riri tidak mengerti jalan pikiran mertuanya ini.


akhirnya Riyanti pun akan memanggil Anton untuk berbicara.


"mama disini ga mau bela siapapun, kalian coba bicarakan semuanya, tadi nak Riri sudah ceritakan semuanya, apa benar kamu punya perempuan lain nak?" ya kini Riyanti, Riri dan Anton sedang duduk bersama di satu ruangan, sedangkan Reza sedan ada dikamar bermain mainan baru yang telah dibelikan Riri.

__ADS_1


Anton yang ditanya ibunya hanya diam, menunduk, tanpa mau berusaha menjelaskan


"kamu sebenarnya bagaimana sama nak Riri,. ton, kalau punya masalahnya jangan sama-sama diam, lagi juga belakangan ini karir kamu lagi naik, dan pendapatan kamu juga meningkat lalu kenapa selalu ngeluh pusing terus, padahal kata nak Riri semua gaji dan pendapatan kamu sama sekali ga kamu kasih ke Riri.apa uang kamu di sumbangin ke pelakor ton?.


"apaan sih mah, mama tau kan kebutuhannya banyak, Reza itu juga sering jajan" protes Anton saat dipermasalahkan mengenai uang gaji dan pendapat lain.


'sering jajan gundul mu wong aku yang selalu beliin jajanan buat Reza kok' batin Riri.


"mama sayang sama anak mama, tapi mama ga suka kalo anak mama jadi pecundang, sekarang coba kamu ceritain, apa bener yang diomongin nak Riri, kalau kamu ada main perempuan" tanya Riyanti pada anaknya.


Anton terlihat melirik Riri dengan tatapan tak suka, Riri hanya bisa pasrah, entah sejak kapan air dari sudut mata Riri tak bisa berhenti, rasanya seperti Riri yang selalu bersalah.


Bagaimana Riri bisa memberikan kebahagiaan pada orang lain sedangkan ia sendiri juga ternyata tidak bahagia, Riri sudah tidak sabar dengan apa yang akan di ucapkan Anton, ia ingin segera selesai, jika berlanjut maka cepatlah berkomitmen, tapi bila tidak segera putuskan sebagai laki-laki.

__ADS_1


Akhirnya Riyanti yang saat ini mulai mengerti benang kusut dari kehidupan rumah tangga anaknya turut serta ingin menyelesaikan permasalahan yang ada, karena biar bagaimanapun ternyata dirinya juga ikut andil dalam masalah ini, entah kenapa Riyanti ingin merubah cara pandangnya terhadap sang menantu karena memang benar, bahwa setelah anak nya mengambil Riri dari orang tuanya maka tanggung jawab seluruhnya berada di tangan Anton, bila Anton tidak bisa menjadi nahkoda dalam kapal rumah tangga maka segalanya akan hancur, Riyanti juga sadar diri bahwa pernikahan antara dirinya dan juga ayah Anton tidak berjalan baik, bahkan Anton sendiri tidak mengenali siapa ayahnya karena ia dan ayahnya Anton berpisah saat Anton masih didalam kandungan.


Riyanti jadi kepikiran dengan Reza, bagaimana bila hubungan anak dan mantunya ini berantakan maka akan ada anak yang terlantar disini, mungkin bisa ia minta Anton mengambilnya tapi akankah Riri menerima, atau sebaliknya, apalagi Reza sudah cukup besar untuk mengetahui dan merasakan mana yang lebih ia sayang dari kedua orang tuanya ini.


__ADS_2