Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Kesibukan Riri


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu dan saat ini Riri semakin di buat sibuk dengan pekerjaannya, terlebih lagi saat tahun baru dirinya malah harus melakukan proyek yang mengharuskan dia tidak pulang saat malam tahun baru.


Anton dan Riri memang jarang sekali menikmati kebersamaan bersama, walaupun mereka sering pergi setiap Minggu bertiga itu tidak lebih banyak untuk sekedar belanja bulanan ataupun menemani Reza bermain di wahana permainan anak yang ada di kota mereka.


Meskipun Anton dan Riri sering sekali berselisih paham dan pendapat, namun untuk masalah pemenuhan kebutuhan biologis Anton kerap sekali meminta tanpa melihat kondisi Riri yang kelelahan atau tidak, walaupun hanya sebentar sampai Anton mendapatkan kepuasan, tetap saja Riri terkadang merasa malas untuk melayani Anton.


Seperti halnya beberapa bulan belakangan ini Anton sering sekali meminta jatah biologisnya yang sering sekali di tolak oleh Riri karena kelelahan, sebagai seorang istri tidak sepantasnya Riri menolak, tapi entah mengapa bagi Riri hubungan intim suami istri itu terasa menjadi beban tersendiri baginya.


Apa yang dibayangkan Riri mengenai indahnya pernikahan yang saling mencintai dengan ada penyatuan dari keduanya dengan seolah hanya mimpi yang menggantung di siang bolong..., dirinya tidak pernah merasakan apa yang namanya diperlakukan layaknya seorang kekasih yang di cintai, di puja dan dimanja oleh Anton.


Percintaan mereka sebatas hanya sebagai pemuas nafsu yang harus segera disalurkan dalam ikatan halal karena mereka telah menjadi sepasang suami istri.


hingga akhirnya membuat Riri menjadi malas untuk melakukan hal tersebut walaupun terkadang naluri kewanitaannya mendamba sentuhan-sentuhan dari seorang suami, namun sering ia tidak hiraukan, Riri lebih memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya.


"Bu...ngelamun" teguran Lila membuyarkan lamunan Riri.


"ah kamu Lil..ganggu aja orang lagi mengkhayal" kekeh Riri yang membuat Lila geleng-geleng kepala.


"Bu.., bulan depan undangan meeting awal tahun dari Jakarta, mau bawa Reza?" tanya Lila yang sudah sangat paham sekali bila Riri ke Jakarta, ia selalu membawa Reza kecuali memang kondisi tidak memungkinkan.

__ADS_1


"belum tau nih...liat nanti aja, rasanya baru aja kemarin terbang kesana kesini, eh bentar lagi terbang lagi" Riri menyandarkan kepalanya pada kursi sambil memijit keningnya.


"ya sudah kalo gitu, saya masukin saja di agenda bawa Reza ya Bu, nanti tiketnya biar saya langsung pesankan" ujar Lila.


"oh ya Bu..sebenarnya ada hal yang ingin saya bicarakan tapi kayaknya ibu lagi banyak pikiran, mungkin nanti saja" Lila menjelaskan sesuatu yang mengganjal di pikirannya.


"mau bicara apa Lila, bicarakan saja, asal jangan minta berhenti kerja aja" ucapan Riri menohok pada Lila.


"Bu.. sebenarnya itu yang saya mau bicarakan" lirih Lila.


Riri menoleh dan membulatkan matanya saking kaget mendengar ucapan Lila.


"ya sudah Lia..santai aja, aku tidak apa, kejar impian kamu bahagiain keluarga, semoga lekas dapat momongannya, rencana kapan kamu mau berhenti, aku harus mulai cari pengganti" sebetulnya Riri sudah sangat cocok dengan Lila karena sikapnya Lila yang tegas sehingga Riri tidak perlu repot-repot untuk naik urat bila ada karyawannya yang melanggar aturan atau tidak di disiplin waktu, padahal Riri sendiri juga sering sekali ngaret...hehehe...maklum bos mah bebas.


"saya masih seleksi dari tim yang ada Bu, biar nanti ga perlu banyak ngajarin" jawab Lila antusias, Lila merasa punya kewajiban mencarikan pengganti yang handal, karena Lila sudah mengerti dengan sikap dan cara kerja Riri selama ini.


"atur saja deh la..., saya percayakan ke kamu"


jawab ku secepatnya sambil fokus kembali pada laporan keuangan salah satu klien terbesar kami yang sedang ada masalah.

__ADS_1


jujur saja aku mulai lelah dengan kesibukan ini, rasanya hari-hari begitu cepat berlalu, tidak terasa sudah jalan 2 tahun aku berada di perusahaan ini, kehidupan ekonomi keluarga kami pun juga sudah jauh lebih baik dari awal aku menikah, sebetulnya semua impian ku sejak kecil sudah aku dapatkan, dari mimpi memiliki kendaraan sendiri, rumah sampai jabatan yang lama aku impikan, namun satu dari mimpiku harus aku relakan yaitu rumah sejak kami menikah aku menjadi tidak bisa mencicil rumah yang aku beli sejak aku bekerja di perusahaan pertamaku, setelah saat ini aku sudah mulai bangkit masalah lain yaitu keluargaku mulai menggerogoti ku


hingga aku mengalahkan rumah itu dengan tidak membayarkan cicilannya..entah jadi apa rumah itu saat ini, keluargaku sendiri juga sudah tidak mau untuk mengurus nya bahkan menempati rumah tersebut dengan alasan lokasinya yang jauh dari keramaian.


saat aku pada posisi yang memiliki rejeki berlebih keluargaku mulai membebaniku dengan segala hal, da lagi egoku untuk selalu bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga terutama ibuku karena hanya beliau orang tua yang aku miliki sejak kematian ayahku.


ego ini jg yang akhirnya pelan-pelan membunuh kebahagiaan ku dimasa datang.


-----


Anton begitu bersemangat berangkat kerja, karena ada seseorang yang akan selalu menantinya dan diantarkannya pulang kerumahnya nanti selepas bekerja.


ya..Anton mulai bermain api dengan perempuan, satu?dua? atau banyak?


hanya Anton yang sadar akan hal itu


semua dia lakukan karena kesibukan Riri sejak memiliki pekerjaan baru yang jauh lebih tinggi dari dirinya membuat Riri berubah..begitulah menurut pandangan Anton, jarang sekali memperhatikannya, dan semakin sering berada di luar kota, Anton merasa terbebani dengan adanya anak yang harus diurus saat Riri sedang ada diluar kota, karena saat ini Riri memutuskan bahwa mereka tidak perlu pembantu, alasannya karena Riri trauma kejadian antara dirinya dan mba Wati terjadi lagi pada anaknya kelak jika mereka masih bersikeras menggunakan jasa asisten rumah tangga.


Anton saat ini merasa semua yang ia lakukan adalah kesalahan Riri, bahkan nafkah biologispun Riri sering menolaknya, yang membuat Anton memilih mencari kesenangan diluar tapi, bukan dengan cara one night stand namun dengan memakai hati..yang akhirnya dia terjebak dalam 2 perempuan yang mengisi hati nya

__ADS_1


__ADS_2