Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Sampai..


__ADS_3

Setelah perjalanan panjang selama empat hari, akhirnya Anton berhasil tiba di kediaman ibunya, sudah banyak keluarga yang berkumpul disana untuk membantu menyusun barang-barang dirumah tersebut, ibu Anton ini memiliki rumah diatas tanah yang cukup luas, yang merupakan hasil dari jerih payahnya dulu selama bekerja di dunia malam.


Rianti dan Tony bertemu di salah satu club' malam yang cukup terkenal di Jakarta, dan disana adalah asal mula kisah kasih mereka berdua hingga Rianti hamil, Anton adalah buah cinta mereka, akan tetapi memang takdir berkata lain, hubungan tersebut tidak berlanjut lama, Rianti ditinggalkan oleh Tony atas desakan ibunya, karena ibu Tony ingin anaknya menikah dengan standar yang sama, sempat terjadi keributan saat ibunya Tony datang ke kediaman Rianti untuk mengambil paksa anaknya, hampir terjadi aksi tusuk menusuk kala itu kalau saja beberapa tetangga tidak melerai, Rianti yang sudah kalap saat itu ingin sekali membunuh Tony karena tidak terima diperlakukan seperti itu oleh ibunya Tony.


selang beberapa bulan sejak kejadian tersebut akhirnya Rianti melahirkan Anton, ia harus berjuang menghidupi anak dan juga ibunya yang ikut bersamanya, karena Rianti bukanlah seseorang yang mengenyam pendidikan formal dengan baik karena status ekonomi maka akhirnya dunia hiburan malam lah yang ia tempuh, berbekal tubuh yang molek dan wajah yang cantik dia menjadi wanita pendamping di karoke.


berbekal pelayanan yang ia berikan di tempt tersebut akhirnya ia diangkat menjadi mami di tempat hiburan karoke itu dan memiliki banyak anak-anak cantik yang dibawah asuhannya.., ia yang mencarikan wanita-wanita pendamping untuk para tamu yang datang di tempat karoke tersebut, yang bukan hanya sekedar ingin menyanyi tapi juga ingin dapat mainan baru yang menemani bernyanyi dan tentunya tak luput dari minuman yang beralkohol.


Masa kelam Rianti saat itu juga tidak luput dari keluarga Riri,. karena sebelum kondisi keluarga Riri down seperti saat ini, dimana Riri dan kakak ke nomor 2 yang menjadi tulang punggung selama ini, mereka pernah merasakan menjadi orang berada, orang tua Riri memiliki usaha rumah makan dan juga kost elite di daerah Jakarta dan di tempat kost tersebutlah Rianti sempat tinggal bersama Anton dan neneknya.


disana juga lah terjadinya skandal antara kakak lelaki Riri dengan ibu mertuanya sehingga Rianti memutuskan untuk pindah dan menjauh dari keluarga Riri dengan menyimpan dendam.


oleh karena itulah pernikahan mereka berdua hampir tidak di setujui kedua keluarga karena mereka memiliki latar belakang yang kelam yang baru diketahui oleh Riri setelah beberapa bulan menikah, dan itu merupakan pukulan juga untuk Riri, karena ternyata serumit itu permusuhan dua keluarga ini, mungkin bila waktu bisa diputar, Riri akan mencari Anton lain yang bisa ia nikahi.


"macet nak dijalan??" ucap Rianti ada Anton setelah barang-barang sudah rapi tersusun, karena sedari tadi mereka berkutat dengan barang yang ada di dalam truk ekspedisi untuk di pindahkan kedalam rumah Rianti.


"lumayan mah", Anton menggosokkan handuk di kepalanya yang basah.


"ya sudah istirahat dulu, besok kalau sudah segar baru ngobrol-ngobrol lagi, ada banyak hal yang ingin mama bicarakan" celoteh RIanti


"tumben mah, ada apa?" dahi Anton berkerut,. sepertinya ia tahu bahwa ada hal penting yang akan dibicarakan ibunya.

__ADS_1


"besok saja, kamu juga masih lama kan disini? mama lelah, istirahat dulu ya" meninggalkan anaknya ke kamar.


Anton hanya bisa melihat punggung ibunya dari belakang.


------


Riri sedikit banyak bisa bernafas lega, karena menginjak hari ke 5 ini anaknya sudah banyak menunjukan kemajuan setelah di titipkan di paud tersebut dan sudah 5 hari pula Anton belum kembali dari kampung halaman ibunya.


Ada sedikit perasaan tidak enak yang menyusup di dadanya terasa sesak, tapi ia tidak paham kenapa.


sejak kematian ayah Riri saat usia Reza 1.5 th, sejak itu pula hubungan Riri dan keluarganya juga semakin merenggang, keluarga Riri mengatakan bahwa Riri tidak bertanggung jawab terhadap keluarga, karena selama ini memang Riri adalah kepala keluarga untuk mereka, sejak Riri menikah kehidupan keluarga Riri pun menurun, sampai Riri harus kehilangan ayah yang sangat ia cintai, sebelum bisa membawa dan memperlihatkan anaknya kehadapan ayahnya.


sejak mereka menikah memang Riri akui ia tidak bisa melulu memenuhi permintaan yang dilontarkan oleh keluarganya karena ia sendiri tengah berjuang dengan pernikahannya, sampai ia pun harus kehilangan rumah kecilnya yang ia cicil tapi harus terkena segel bank dan dilelang karena Riri tidak mampu membayar, berbicara dengan Anton pun saat itu tidak memungkinkan karena untuk sehari-hari saja mereka berdua harus berjuang dari nol.


harta benda Riri yang telah ia hasilkan sebelum menikah semua ia serahkan kepada keluarganya, mobil, motor bahkan emas. ia ingin agar keluarganya bisa dengan bijak menggunakannya untuk usaha dan bertahan hidup tanpa dirinya, namun ternyata itu salah.


dret..dret..


bunyi ponsel Riri membuyarkan lamunannya tentang keluarganya.


"kamu dimana?" suara atasan Riri terdengar diseberang sana.

__ADS_1


"saya lagi di daerah xx, sedang menagih piutang sewa, ada apa pak?"


"seminggu lagi pak Hosea akan datang, tolong kamu siapkan untuk penginapannya, kamu kan pernah di travel, pasti punya rekomendasi penginapan yang bagus dan harga kompetitif" menerangkan apa saja yang dibutuhkan oleh atasannya itu.


" baik pak, segera akan saya carikan beberapa alternatif, updatenya akan saya kirim via wa".


ucap Riri dengan cepat.


"oke kasih kabar secepatnya, mobil kantor ku bawa saja dulu, agar besok kamu bisa keliling untuk langsung survey beberapa alternatif tersebut".


"baik pak" , memijit pelipisnya.


"ok" ponsel dimatikan sepihak.


"huft...kerjaan aja lagi, harus segera hubungi beberapa rekanan hotel dulu kalau gini" Riri pun langsung berselancar dengan ponselnya di dalam mobil, karena saat itu sebenarnya ia sudah pada posisi akan kembali ke kantor karena jam kerjanya juga akan selesai.


"halo pak Deni, apa kabar? masih ingat saya? Riri" akhirnya ia menemukan kontak rekanannya yang bekerja sebagai front office salah satu hotel bintang 5 di kotanya tersebut"


"oh iya Bu Riri, tentu saya masih ingat, bagaimana kabarnya? saya sehat bu, ada keperluan apa nih?" begitulah kalau kita berbicara dengan bagian front office penuh pertanyaan.


Riri akhirnya menceritakan kebutuhannya untuk menyediakan penginapan bagi bosnya yang akan datang dari Jakarta, dan kebetulan Deni memang selain bekerja di salah satu hotel bintang di kota tersebut, ia juga selalu membantu Riri memberikan referensi hotel-hotel yang bisa diajak bekerja sama dengan tempat kerjanya dulu, dan mereka sudah membuat janji ketemu besok siang, karena Deni akan mengantarkan Riri untuk survey beberapa tempat referensi yang di berikan oleh Deni.

__ADS_1


__ADS_2