Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Claudino Neves...


__ADS_3

Doooor.....


Anton mengagetkan Reza dari belakang setelah memberikan kode ke Riri yang ternyata sudah melihatnya masuk kedalam Resti tersebut


"ayaaaahh..." Reza berteriak dan langsung memeluk Anton, ya..sikap Reza yang menyayangi ayahnya itulah yang membuat Riri masih bertahan dalam rumah tangganya sampai detik ini. Riri tidak mau menjadi egois untuk merebut kebahagiaan yang menghiasi wajah anak semata wayangnya itu dengan mementingkan kebahagiaanya sendiri. Riri yakin akan tiba saatnya ia akan bahagia.


Anton tersenyum melihat putranya itu berteriak memeluknya "anak ayah"...


"ayah kenapa lama sih, terus kenapa ga telp waktu aku ulang tahun, terus mana kadoku" memasang tampang kesal pada ayahnya.


"yah banyak banget pertanyaannya, nanti aja deh jawab dirumah ya.., ayo" sambil melirik Riri.


akhirnya mereka pulang dengan celoteh Reza yang cerita mengenai ulang tahunnya, dan entah mengapa Reza sampai lupa mengenai mobil baru yang dibeli oleh ibunya, merekapun tiba, sebelum Anton mendekatkan mobilnya dalam posisi masuk ke garasi Rere segera meminta Anton untuk memarkirkan mobilnya di depan rumah.


"mobil ini parkir di depan rumah aja, tidak usah di dalam garasi" ucap Riri menegaskan


"kenapa" tanya Anton


"kita punya mobil baru ayah...aku lupa mau cerita, nah tuh mobilnya" sambil menunjuk isi garasi rumah mereka setelah mobil yang mereka tumpangi merapat di depan rumah mereka.


masih penuh banyak pertanyaan dibenak Anton, mobil siapa ini, kenapa Riri tidak bicara dulu, masih banyak hal yang ingin Anton tanyakan pada Riri.


setelah semua barang bawaan turun dan mereka sudah masuk kedalam rumah Reza langsung mengganti bajunya dan berlari kearah mesin cuci untuk meletakan baju kotornya.


"mandilah dulu, nanti kita bicara setelah Reza tidur" Riri yang paham betul akan raut wajah Anton pun langsung angkat bicara, ia mulai merapihkan barang bawaan dan Anton masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


"jadi mobil siapa di depan?" tanya Anton setelah Reza terlelap tidur dan saat ini Riri sedang menyiapkan pakaian untuknya kerja besok.


"mobil kita, aku sengaja membelinya, karena kupikir sayang jika aku mendapat jatah sewa kendaraan tapi aku sendiri tidak mendapatkan apa-apa, jadi lebih baik aku alihkan uang sewa itu untuk membeli saja, jadi sewaktu-waktu aku berhenti dari pekerjaanku, aku mempunyai hasil dari jerih payahku selama bekerja di perusahaan ini". menjelaskan panjang lebar.


"lalu mobil yang kau sewa itu?" tanya Anton lagi.


"Minggu depan masa sewanya habis dan bertepatan dengan itu plat nomor mobil barunya kelar"ujar Riri.


"ayo tidur, aku lelah" ucap Riri yang dijawab Anton dengan menarik tangan Riri dan melakukan apa yang menjadi haknya sebagai suami.


--------


beberapa hari setelah kepulangan Anton Riri semakin sibuk, namun di sela kesibukannya itu Riri sering mendapatkan pesan singkat dari seseorang diluar sana yang memberikan perhatian kepadanya.


drt...drt...drt....


"Claudino Neves-Turki"


begitulah nama yang muncul dari ponsel Riri, beberapa kali ponsel itu berbunyi lagi da akhirnya berhenti dengan satu notifikasi chat


"hai dear...., why don't you pickup my phone?


(hai sayang..., kenapa tidak kau angkat telpon ku)


setelah meeting selesai Riri kembali ke tempat kerjanya dan mengaktifkan ponselnya, beberapa pesan chat disana mulai dari Anton, pak Budi, rekan kerja, dan Neves..., Riri tergelitik untuk membaca pesan dari Neves, karena beberapa hari ini mereka sering berkomunikasi dan kata-kata Neves sering sekali mengisi kekosongan hati Riri.

__ADS_1


Riri awalnya sempat mengatakan bahwa ia sudah memiliki anak dan suami, Neves pun berkata, biarkan segalanya mengalir dengan sendirinya, Neves ingin mengenal Riri lebih dalam, karena Neves tertarik pada Riri setelah ia mengetahui profil Riri dalam jejaring sosial.


sejauh ini Riri selalu menanggapi Neves secara wajar ia tidak pernah memberikan harapan apapun kepada Neves, Riri menganggap tak apalah berteman dengan orang luar sambil Riri mengetahui mengenai sejarah kebudayaan negara tersebut.


"I am sorry Neves, it's a busy day" begitulah jawaban pesan singkat dari Riri kepada Neves, Riri tau bahwa sewaktu Neves menghubungi Riri itu saat ia sedang sarapan pagi sebelum bekerja, karena memang selisih waktu antara tempat Riri dan Neves adalah 5 jam itu menjadi rutinitas Neves hampir setiap pagi, Anton sempat membaca beberapa pesan dari Neves, yang memang isinya semua obrolan seputar pekerjaan, dan juga kondisi negara masing-masing, Neves membicarakan hal pribadi yang terkait dengan ketertarikannya pada Riri hanya via telepon langsung. Anton sendiri karena tidak paham dengan bahasa Inggris pun tidak terlalu memperdulikan karena dia juga tidak tertarik dengan pesan maupun chat Riri dengan siapapun, berbeda dengan isi pesan dari keluarga Riri, maka Anton pasti akan membahas yang berujung keributan antara mereka berdua.


ponsel Riri berbunyi dan itu dari nomor Neves..., biasanya Neves akan telepon pada jam Riri pulang kantor yaitu saat ia sedang makan siang, tapi ini masih jam kantor


percakapannya pakai bahasa Indonesia ya guys...biar ga ribet terjemahin♥️


"halo Neves...".sapa Riri


"hai ri,..apakah aku menggangu waktu kerjamu?" tanya Neves diujung sana


"ah tidak, kebetulan aku hanya memeriksa beberapa dokumen saja, bagaimana kabarmu?" tanya Riri basa basi.


"aku baik saja sayang..., oh ya aku hanya ingin bilang padamu aku mengirimkan sesuatu ke tempatmu bekerja, harusnya hari ini sudah sampai" ucap Neves senang.


"owh apa itu...kenapa kau harus repot seperti itu neves?" tanya Riri.


"hadiah dari ku sayang...aku ingin sekali mengajakmu ke sini bertemu ibuku, dan membawa anakmu tentunya, aku melihatnya di profil mu, anak yang sangat tampan" ujar Neves


Riri tidak menjawab, sial...apa yang sudah aku lakukan, aku tidak bisa memberikan apapun pada pria ini, apalagi aku juga hanya senang ber chat ria dengannya yang tidak aku dapatkan dari Anton, kenapa bisa sampai seperti ini, gumam Riri dalam hati.


Lila yang melihat ekspresi berubah dari atasannya itu hanya tersenyum, ia pun berdiri dari tempat duduknya karena ada ketukan dari luar ruangan.

__ADS_1


"oh Neves...aku mohon jangan seperti ini, aku sudah bilang kalau aku senang berteman denganmu, tapi jangan berharap lebih dari ku neves" kata Riri penuh penekanan.


di satu sisi Riri senang karena ada seseorang yang begitu memperhatikan dirinya dengan baik yang mana itu tidak pernah ia dapatkan dari seorang Anton, namun disisi lain, Riri juga tidak mau bermain api dengan menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman dengan lelaki lain, karena ia cukup tahu diri dengan statusnya yang sudah bersuami.


__ADS_2