
Dengan begitu banyaknya drama yang dilakukan ibu mertua Riri dari mulai mencari perhatian Anton, dan juga mulai mengatur mengenai pemeriksaan bahkan sampai masalah pekerjaan Riri pun ikut di campurinya.
Riri semakin tidak suka dengan perilaku ibu mertuanya itu, sedikit-sedikit mengatur ini, mengatur itu, sampai saat melahirkan pun, memaksakan kehendaknya agar Riri lahir tetap normal, sedangkan dokter sudah memberikan informasi bahwa Riri haru segera di operasi karena mulut rahimnya mengarah ke belakang, sehingga jalan di jabang bayi tersumbat.
"Ayo nak Riri, kamu pasti bisa lahir normal"ucap mama rianti.
"iya mah...." Riri pasrah, dalam hati ia menangis mengingat betapa jarak memisahkannya dengan keluarganya, ibunya dan juga ayahnya, kakak yang selalu menggangu tapi selalu berada di garis paling depan ketika adiknya di ganggu orang.
hari terpenting dalam hidupnya melahirkan nyawa baru ke dunia ini, namun dia hanya di temani oleh suami yang takut menghadapi proses lahiran dan bingung harus bagaimana serta ibu mertua yang selalu memikirkan biaya yang harus ditanggung anaknya agar tidak menjadi besar kalau harus melakukan operasi sesar.
"Bu Riri jika dalam waktu 2 jam lagi bukaan tidak menunjukkan perkembangan, maka ibu harus segera di operasi, agar anak yang ada di dalam perut tidak minum air ketuban"
penjelasan suster yang merawat Riri dari sore tadi.
Jam sudah menunjukan pukul 00.00 dan itu artinya kalau sampai jam 02.00 pagi Riri tidak ada pembukaan lagi maka ia harus segera dioperasi.
------
__ADS_1
berdua didalam kamar rawat sebelum ibu mertua Riri datang, Anton dan Riri melakukan percakapan mengenai biaya rumah sakit.
"barusan aku tanda tangan administrasi persalinan, disana tertulis kalau normal, biaya persalinan 5 jt, sesar 8jt, kalau tambah induksi 12 jt". seloroh Anton pada Riri.
"trus uang kamu ada berapa? tanya Riri lirih, sebetulnya Riri sudah malas dengan perbincangan tersebut, Anton tidak pernah berubah kalau berbicara mengenai keuangan, ia selalu bergantung pada Riri, padahal Anton sendiri tau penghasilan Riri berapa dan terpakai untuk apa.
Riri sendiri telah menghabiskan sisa pesangon, tabungan dan lainnya untuk menyelesaikan tagihan pemakaian kartu-kartu kreditnya.
setelah mengetahui keuangannya melemah, Riri segera ambil tindakan untuk memperkecil pengeluaran, bahkan rumah yang sudah di cicilannya sejak gadis dan sudah berjala selama 5 tahun lebih tak mampu lagi ia bayar, Anton pun yang mengetahui hal itu tidak ada upaya untuk membantu Riri untuk ikut membayar angsuran KPR nya.
percakapan tersebut selesai dengan anggukan dari Anton tanda setuju.
"ibu, ini saya berikan suntikan induksi supaya bisa merangsang si jabang bayi untuk keluar secara normal" suster datang dengan membawa suntikan.
"iya nak, mama yang suruh, biar di rangsang supaya bisa keluar normal" tiba-tiba mama rianti datang dari belakang suster tersebut.
Cih.... apa-apaan sih..., seenaknya aja dia begitu tanpa persetujuan aku, hei yang mau lahiran itu gw bukan Lo..., Riri makin kesal saja dengan kelakuan ibu mertuanya. ditambah lagi dia tidak melihat Anton disitu.
__ADS_1
Suntikan sudah masuk dalam tubuh Riri, tubuhnya mulai bereaksi terhadap rangsangan obat tersebut, tiba-tiba rasanya seperti mulas tidak karuan, nafas sulit, samar terdengar suara suster gaduh...
"cepat bawa ke ruang operasi, pembukaan sudah tidak berjalan"
"ibu...dengar saya Bu...jangan n**** ya...ibu.." suster terdengar berbicara dengan riri, namun ia sudah tidak terlalu sadar dan matanya sudah mulai putih, pupil matanya yang hitam tidak terlihat, Riri sedang berjuang untuk anaknya terlahir ke dunia.
---------
"oooeee ..oooee.. " terdengar suara tangisan bayi dari kamar operasi"
Anton yang sedari tadi tidak berani menemani Riri, bahkan memegang tangannya untuk menguatkannya saja pun ia tidak berani.
Akhirnya bayi kecil itupun lahir ke dunia
Bayi mungil dengan berat 4,5 kg dan panjang 5.4 cm ukuran bayi yang besar. mungkin ini juga yang menjadikan Riri tidak bisa melahirkan normal karena bayinya terlalu besar.
Proses persalinan Riri telah selesai, Riri masih harus dirawat dirumah sakit karena efek dari obat suntik belum membuat Riri bisa berjalan normal.
__ADS_1