
Reza yang sudah membaik sejak kepulangan Riri, Kaka Riri merawat Reza dengan baik, Riri juga mendapat kabar bahwa mertuanya juga sudah kembali ke kampung halamannya
Mereka menjemput dan mengantarkan mertua Riri ke bandara, sejak kakak Riri berada di rumah, mertua Riri hanya 2 kali saja datang bersama suaminya.
hubungan Riri dengan ibu mertuanya itu masih terlihat tidak akur, Riri sudah mencoba untuk bersikap lunak, dan mengikuti kemauan ibu mertuanya tersebut, walaupun terkadang membuat kakak Riri menjadi geram, Dina baru tau ternyata adiknya diperlakukan seperti itu.
Dina sering menyuruh Riri untuk bicara pada Anton dan juga ibu mertuanya agar bersikap
lebih baik dan tidak seenaknya saja terhadap Riri, hanya saya bukan Riri namanya kalau ia akan mendengarkan kakaknya tersebut, karena buat Riri baik keluarganya maupun Anton dan ibunya sama-sama membuat Riri pusing, maka Riri memilih mengikuti saja kemauan mereka selama Riri masih bisa.
Seperti halnya hari ini, tidak sengaja Dina mendengar perdebatan antara Riri dan Anton dan semua itu alasannya adalah ibu mertuanya, Anton merasa tidak terima mendengar Riri berbicara mengenai ibunya yang seperti tidak mau satu atap dengan kakaknya saat Reza sakit, Riri merasa bahwa ibu mertuanya tidak pernah tulus menyayangi cucu yang merupakan anak dari darah dagingnya sendiri.
Riri beranggapan bahwa ibunya memperlakukan dirinya, anaknya dan keluarganya seperti orang lain yang tidak memiliki ikatan hubungan apapun, dan Anton tidak terima dengan perkataan Riri tersebut.
Dina yang mendengar hal tersebut juga merasa kesal melihat perlakuan ibunya Anton tersebut, hingga akhirnya kekesalan tersebut akhirnya di ungkapan juga pada Anton, saat malam hari saat mereka sedang makan
malam bersama.
"Ton....mamamu selama dibali apa tidak mau tinggal disini bareng kalian?" Dina mulai angkat bicara
"maksudnya mba?" Anton menjawab dengan sedikit malas karena paham akan tujuan dan arah pembicaraan tersebut.
__ADS_1
"ya selama disini, apalagi Reza sakit, mama kamu itu kayaknya tidak tergerak sedikitpun untuk jaga cucunya" kekesalan Dina semakin meluap
Riri yang tau arah pembicaraan ini pun semakin tidak nyaman dengan kondisi antara kakaknya dan suaminya itu.
"bisa kan bahas ini nanti lagi, kita lagi makan, ada Reza juga, setidaknya biar dia tidur dulu" Riri menengahi ketika melihat gelagat Anton yang sudah sedikit terpancing emosi ketika itu menyangkut ibunya.
mereka akhirnya berhenti membahas masalah yang mereka ributkan tadi dan menyelesaikan makan malam tersebut
waktu masih menunjukan pukul 8 malam, tidak berapa lama Anton pamit keluar dengan alasan harus mengantar pesanan barang ke toko x,. Riri yang sadar bahwa itu hanyalah alasan Anton agar tidak meneruskan pembicaraan yang sempat terputus tadi juga tidak melarang Anton untuk pergi, dia pun sebenarnya malas berdebat malam-malam begini, karena tubuh nya amat lelah
"liat aja tuh anak, baru di tegur dikit aja langsung kabur" celoteh kakak Riri saat Anton telah melajukan motornya beberapa saat lalu.
"sudah lah tidak usah dibahas, aku juga lelah ingin tidur dulu" Riri beranjak dari tempatnya duduk untuk menyusul Reza yang sudah duluan masuk ke dalam kamar
"sudahlah mba aku lelah, mau tidur dulu"
Riri tidak menghiraukan omongan kakaknya lagi, berapa hari ini entah mengapa pekerjaan nya belakangan ini begitu menyita waktu dan tenaga, hingga terkadang membuat Riri menjadi kelelahan.
hampir seminggu sejak Reza sudah kembali sehat dan beraktifitas seperti biasa, dan selama itu pula Riri dan Dina menyadari jika Anton sengaja pulang larut malam dan berangkat lebih awal, karena selama itu juga dina selalu berusaha untuk membicarakan mengenai hubungan rumah tangga mereka berdua.
Anton paling tidak suka jika ada orang luar yang mencampuri urusan dia dan Riri, tapi tanpa dia sadari ibu nya sendiri telah banyak mencampuri urusan rumah tangga mereka sampai dengan saat ini.
__ADS_1
Riri saat ini sedang benar-benar fokus pada pekerjaannya, namun itu tidak membuat ia lupa untuk mengantar jemput anaknya.
Dina yang merasa sudah tidak perlu lagi berlama-lama bersama mereka meminta untuk pulang, walaupun Riri sempat meminta untuk tetap tinggal, walaupun kakaknya sering sekali memarahinya bila itu menyangkut Anton tapi Riri merasa lebih tenang jika meninggalkan anaknya dengan keluarganya sendiri.
Riri sempat trauma mengingat kejadian dimana ia mempercayakan anaknya dititip oleh pembantu dan diawasi oleh ibu mertuanya malah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri saat sang buah hati tidak mau dipisahkan dengan pembantu tersebut ketika sudah tidak bekerja lagi.
Riri juga tidak percaya saat Reza ditinggal dengan dengan keluarga Anton, melihat perilaku keluarga Anton dan keluarganya sangatlah bertolak belakang, ya memang kita tidak bisa meminta orang lain berubah mengikuti kemauan kita sendiri dan karena itu juga maka Riri lebih memilih selalu membawa Reza kemanapun atau di titip dirumah kelurganya bila Riri dan Anton sedang ada urusan diluar.
---_-
Dear reader yang baik hati 😍😍
maaf ya kalau aku lama banget kalo update....
semoga masih setia menanti akhir dari cerita ini ya.....
terima kasih untuk semua reader yang kasih komen membangun...jangan bosan-bosan untuk selalu semangati aku ya....
dan jangan lupa like yang banyak....
love you all..
__ADS_1
♥️♥️♥️