
Sudah dua hari sejak Anton berangkat ke Jakarta, tapi tidak ada komunikasi berarti antara mereka, Reza pun juga tidak memiliki kesempatan untuk berbicara banyak dengan Anton, dan pagi ini bocah kecil itu tidak terlalu bersemangat pergi ke sekolah karena hari ini ulang tahunnya dan ayahnya pun belum menelponnya untuk mengucapkan selamat. Riri yang menyadari hal itupun segera membujuk Reza untuk kembali ceria.
"sayang...kok lesu gitu kita berangkat sekarang ya..., hari ini bunda temani ya di sekolah sampai jam 11 siang..mau??" bujuk Riri
"beneran bunda ga langsung kerja?" tanya Reza penasaran.
"iya..." Riri menganggukkan kepala dan menarik Reza lembut menuju mobilnya.
Riri memang sengaja tidak memberitahu pada Reza kalau hari ini dia telah menyiapkan pesta untuk Reza di sekolah, semua sudah diatur oleh pihak sekolah, sedangkan bingkisan dan makanan untuk semua undangan tinggal Riri ambil sebelum jam istirahat dimulai.
"oh ya...nanti pulang mungkin bunda lebih cepat ya..kita makan pizza, mau??" tanya Riri
"mau bunda...asik makan pizza" Reza terlihat senang sekali.
mobil Riri telah terparkir sempurna di depan sekolah Reza dan mengajak Reza turun
Bu Tina yang sedang bersiap untuk mengecek kelas-kelas seperti kebiasaannya setiap hari melihat Riri dan Reza yang memasuki halaman sekolah.
"selamat pagi anak ganteng, ayo segera masuk kelas"sapa Bu Tina di sambil tersenyum.
"iya Bu" ucap Reza
"apa semuanya sudah disiapkan Bu Tina?" tanya Riri yang penasaran.
"sudah bunda, mau di cek dulu kah??"
tanya Bu Tina.
"tidak perlu bu, saya jalan dulu untuk ambil bingkisan dan makanan yang akan dibagikan ya" sahut Riri.
"bunda perlu bantuan kah, biar saya bantu temani?" tanya Bu Tina pada Riri.
"tidak apa-apa Bu, nanti malah mengganggu jadwal ibu" jawab Riri merasa tidak enak.
__ADS_1
"baik Bu Riri, kalau begitu saya akan persiapkan beberapa games untuk anak-anak" Bu Tina menjelaskan
"baik Bu Tina, saya juga sudah siapkan beberapa hadiah games di mobil" Riri pun langsung membuka kap mobilnya untuk menyerahkan dua berisi hadiah untuk bingkisan ulang tahun anaknya dan beberapa alat keperluan pesta ulang tahun.
sesudah Riri pamit, ia langsung menuju ke tempat ia memesan makanan dan juga bingkisan yang akan di bagikan kepada anak-anak undangan ulang tahun.
perayaan ulang tahun Reza berjalan lancar, Reza pun tampak sangat senang dan raut sedih yang dilihat Riri sebelum anak itu berangkat ke sekolah pun tidak tampak lagi di raut wajahnya, terlebih lagi ia membawa begitu banyak hadiah yang di berikan oleh teman-temannya dan juga guru-guru dari sekolah.
Riri sudah meminta Lila untuk mengosongkan jadwal kerjanya hari ini dan sebisa mungkin masalah yang ada di kantor dapat ditangani oleh Lila terlebih dahulu, sejauh ini tidak ada masalah, awalnya Riri hanya akan menemani Reza saat perayaan saja tapi karena melihat raut wajahnya yang begitu bahagia Riri tidak tega akhirnya setelah jam sekolah selesai, Riri tidak menitipkan Reza di day care tapi mereka pamit untuk pulang, Reza semakin senang dan bahagia karena ia bisa langsng membuka dan melihat isi kado dari teman-teman sekolahnya.
tepat hari ini juga dealer mobil tempat Riri membeli mobil akan datang, karena tadi sewaktu Riri mengambil bingkisan untuk acara Reza pihak dealer memberikan informasi bahwa sore ini mobil yang Riri beli akan datang, Riri ingin memberikan kejutan tambahan untuk Reza karena yakin pasti anaknya akan tambah bahagia, untuk Anton Riri malas mengingatnya karena sudah 2 hari ini selalu Riri yang menanyakan kabar dan juga keadaan dirinya disana, sedang Anton seperti tenggelam dengan kesenangan sendiri disana bisa bertemu dan bercengkrama dengan keluarganya, bahkan sudah sampai hari ini sejak Anton Tiba di Jakarta ia sama sekali tidak pernah mampir untuk menengok keluarga Riri.
"permisi...." ada suara dari depan pagar.
Rangga berlari ke jendela untuk melihat siapa yang datang sedangkan Riri ada dibelakang menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
"bunda ada orang di depan"teriak Raka yang terdengar sampai ke dapur.
"owh dari dealer" gumam Riri.
"permisi" sahut orang yang ada di depan pintu pagar sekali lagi.
"iya pak.. dari dealer ya" jawab Riri yang saat ini sudah keluar dari dalam rumah.
"betul bu, Kami mau mengantar mobil pesanan ibu". saut pria yang berdiri membawa berkas dan akan meminta tanda tangan Riri dan menyerahkan kunci mobil.
Reza hanya bisa diam tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.
Riri pun selesai menandatangani surat jalan dan tanda terima serta perjanjian jual beli kendaraan tersebut, dan ia meminta tolong agar mobilnya dimasukan ke halaman rumahnya sedang mobil kantor yang ia sewa akan diparkir di depan pagar.
Reza yang bingung dan kagum akan mobil baru yang parkir di garasi rumahnya itu hanya terbengong melihat.
"bunda....ini mobil siapa" setelah melihat Riri menutup pagar dan melambai pada orang yang mengantar mobil karena sudah pergi dari rumahnya,. Reza langsung berlari kecil dan langsung menanyakan apa yang sedari tadi ingin ia tanyakan.
__ADS_1
"Reza maunya mobil siapa" tanya Riri menggoda anaknya.
"maunya buat aku bunda...boleh"tanya Reza penuh harap...
"Reza ingat ga tadi bunda bilang apa waktu kita jalan pulang kerumah". tanya Riri
"ingat...katanya mau kasih kejutan" saut Reza cepat
"hahaha anak bunda ini ingatannya luar biasa ya" cubit Riri pada dagu kec Reza.
"apa mobil ini kejutannya bunda?" tanya Reza antusias.
"iya sayang ini mobil kita, sengaja bunda beli supaya kita tidak sewa mobil lagi"
ujar Riri.
"yeaaayyy......asik mobil baru" Reza berteriak da berjingkrak kegirangan.
"aku masuk ya bunda" tanpa mendapatkan jawaban Reza langsung nyelonong pergi.
Riri hanya senang dan bahagia memperhatikan tingkah anak semata wayangnya itu, dalam hati Riri berkata, semoga ini awal yang baik.
Riri sengaja tidak menghubungi Anton dan menceritakan perihal mobil barunya, karena pasti akan makin banyak pertanyaan, intinya Riri pasti akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah ia keluarkan.
Riri berharap kendaran ini bisa bermanfaat kedepannya dan juga sebagai bentuk nyata dari keringatnya bekerja setiap hari, tanpa campur tangan orang lain.
Riri berharap Anton bisa menerima, toh juga Anton sama sekali tidak mengeluarkan uang untuk pembelian mobil ini, semua murni hasil kerja Riri.
"bunda sini, ayo kita telpon ayah, kasih tau kalo kita beli mobil baru" ucap Reza berapi-api" sungguh sangat semangat dia mendapatkan mobil itu.
"tidak usah sayang, nanti kita jemput ayah dan kasih suprise buat ayah saat ia pulang ya??" Reza pun menurut.
hari ini Riri merasakan kegembiraan dan kebahagiaan Dari anaknya. dan itu membuatnya semakin bersemangat untuk bekerja demi bisa memberikan rasa aman dan bahagia untuk anaknya.
__ADS_1