Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Membuat Keputusan


__ADS_3

"Segala masalah yang terjadi pada nak Riri ini sebenarnya mudah bila dihadapi dengan pengetahuan dan juga keyakinan yang tinggi, hanya saja nak Riri masih ragu dan banyak berpikir hingga masalah ini berlarut-larut.." setelah mendengarkan cerita Riri, Bu Ratna yang sedikit banyak sering kasus yang hampir sama di kelompok binaannya mencoba membantu meyakinkan hati Riri mau dibawa kemana pernikahan Riri dan Anton.


"maksudnya ibu gimana, saya benar-benar ga tau lagi harus bagaimana Bu" lirih Riri, dengan wajah yang terlihat lelah dengan masalahnya.


Bu Ratna tersenyum melihat kegalauan Riri


"apa nak Riri masih mencintai suami??" tanya Bu Riri.


"saya ga tau Bu" jawab Riri sambil menaikkan kedua pundaknya dan membuang nafas kasar.


"nak Riri percaya tuhan itu ada dan tempat kita meminta itu hanya pada tuhan" ujar Bu Ratna dan kembali melanjutkan ucapannya


"berdoa dan mintalah petunjuk pada tuhan, ikuti kata hati nak Riri, jangan fokus pada kesalahan suami saja tapi coba ingat kebaikan apa yang suami pernah berikan, maka disitu akan nak Riri rasakan apakah nak riri masih cinta atau tidak pada suami, namun bila ternyata tidak ada satu kebaikan pun yang pernah diberikan suami, maka ingatlah pada apa yang sudah nak Riri dan suami miliki saat ini yaitu buah hati kalian, mengambil keputusan itu harus di imbangi dengan pengetahuan harus berpikir akan seperti apa kehidupan kalian semisal memutuskan berpisah, dan bila masih tetap bertahan makan perlu dibarengi juga dengan pengetahuan bagaimana mengendalikan diri dari ego dan emosi, jika sudah dipikirkan semua dengan hati tenang maka mulailah masuk pada keyakinan di dalan diri sendiri agar hati menjadi lapang kedepannya dalam menjalani apapun keputusan yang diambil" Bu Ratna menarik nafas dan mengelus punggung Riri memberi kekuatan.


beberapa bulir air mata tiba-tiba dengan tenangnya mengalir dari sudut mata Riri tanpa diundang.


"ibarat kaca yang pecah tidak akan bisa untuk disusun kembali menjadi utuh seperti sedia kala, namun kita bisa untuk memilih, apakah mau menyusun kembali pecahan kaca itu atau membeli kaca yang baru hingga selesai masalah, namun bagaimana bila kaca yang baru pun ikut pecah, apa kita akan terus membeli yang baru lagi tanpa kita mau berusaha memperbaiki yang lama??"


"sama seperti hati dan juga kesalahan, hati bisa hancur karena pengkhianatan sebagai kesalahannya, namun kita bisa memilih memperbaiki hati dengan mengisi kesalahannya dengan tambalan iman, keyakinan, ikhlas dan sabar, tentu idak akan menjadi mudah, namun bisa menaikan kualitas diri kita sendiri tanpa kita sadari"


"ibu hanya bisa kasih saran, pikirkan dengan hati tenang, jangan mengambil keputusan saat hati dan pikiran belum dingin, mulai untuk menyusun target dan tujuan bila kita harus memilih antara bertahan atau pisah, tidak hanya nak Riri yang memiliki masalah, bisa jadi orang diluar sana memiliki masalah yang lebih berat dari nak Riri, ingatlah jangan melihat dari kesalahan tapi dari kebaikan apa yang pernah di berikan" tutur Bu Ratna dengan senyuman yang meneduhkan.

__ADS_1


Riri menundukkan kepala demi mendengar apa yang dikatakan oleh ibu Ratna, dirinya merasa amat sangat kerdil baik dalam pengetahuan dan solusi masalah.


ia berpikir mungkin secara akademis, teknis dalam pekerjaan yang bisa ia taklukkan, namun dengan permasalahan hidup ia merasa sangat kerdil, seolah-olah hanya dirinya yang memiliki masalah yang berat.


_______


Memutuskan sesuatu yang akan berdampak besar tidak hanya bagi dirinya namun juga bagi Reza.


bagaimana kehidupannya dan anaknya selanjutnya, apakah jika ia berpisah maka semua akan selesai dan tidak akan ada masalah baru lagi setelahnya.


hidup terkadang tidak berjalan seperti cerita novel kebanyakan yang memiliki akhir yang bahagia, hidup adalah proses pencarian jati diri, proses manusia menentukan akan menjadi dan bagaimana kedepannya.


diatas sajadah dengan berbekal agama yang ia yakini, Riri berdoa dan memohon petunjuk mengenai keputusan yang akan dibuat.


belajar dari kesalahan yang diperbuat hingga kesalahan tersebut menjadi pemicu keretakan rumah tangganya Riri yakin bahwa ketika kamu mengharap perubahan pada diri orang lain maka lakukanlah Perubahan terhadap dirimu sendiri yang jauh lebih baik dari pada kamu yang sekarang.


Akhirnya Riri membuat keputusan untuk mempertahankan rumah tangganya dan melepaskan apa yang telah ia raih sampai sejauh ini.


Riri yakin berbekal ilmu pengetahuan dan kemampuan yang ia miliki, juga keinginan untuk menjadi lebih baik, maka segalanya akan lebih mudah.


drt...drt...drt

__ADS_1


ponsel Riri berbunyi cukup keras saat Riri tengah menyelesaikan laporan dan rekapan pekerjaan yang sedang berjalan sampai dengan yang tertunda untuk nantinya dapat dengan mudah dipelajari oleh penggantinya.


"Riri!!!! " teriak lelaki diseberang sana.


"ya pak Rusli ??" jawab Riri


"apa maksud email kamu, mengundurkan diri heeh!!?" ini suara pak Rusli GM yang menjadi atasan Riri di pusat.


"ya pak....saya sengaja mengirimkan via email, kalau saya datang ke pusat hanya untuk menyerahkan surat pengunduran diri saja, apakah tidak memakan budget yang lumayan tinggi, bapak tenang saja, project yang saya tangani akan saya selesaikan,"" Riri menjawab dengan tegas memang dia benar-benar sudah dengan tekad yang bulat akan menerima tantangan suaminya untuk fokus mengurus keluarga kecilnya.


"ada masalah apa ri, kinerja kamu sudah oke, kita bakal susah lagi untuk cari orang" sesal bos Riri di ujung sana.


"suatu saat pasti saya akan tergantikan, ini hanya masalah waktu pak, mungkin sudah cukup masanya saya sekarang mengabdi di perusahaan ini, saatnya cari orang baru sebagai kandidat" jawab Riri dengan pasti.


"Hmm.....baiklah, saya kasih waktu satu bulan ya ri, untuk beresin kerjaan kamu, semoga kamu sukses kedepannya" sang bos menyemangati dan mendukung keputusan Riri akhirnya


"siap....saya bakal kangen banget pak sama suasana kerjaan, tapi hidup harus berjalan, semoga ilmu yang saya dapat bisa saya terapkan di luar ya" Riri sangat menyukai pekerjaannya saat ini, tapi mau bagaimana lagi dia tetap harus memilih, semoga keputusan benar.


Satu persatu masalah Riri bereskan, sempat keluarga menyayangkan keputusan Riri, mereka lebih senang jika Riri berpisah saja dengan Anton karena mereka tahu kalau hubungan Riri dan Anton tidak baik-baik saja.


Riri juga sempat memberitahukan pada ibu mertuanya juga tentang keputusannya, dan ibu mertuanya mendukung, memang ini yang ibu mertuanya mau, karena bila Riri tidak bekerja maka waktu untuk mengurus anak dan suami juga akan semakin banyak, begitu kira-kira pemikiran ibu mertuanya hampir sama dengan pemikiran kolot orang-orang jaman dulu bahwa perempuan wajib dirumah.

__ADS_1


Riri juga minta Anton berkomitmen bahwa keputusan ini adalah kehendaknya, jadi Riri berharap Anton tidak menyia-nyiakan keputusan yang sudah Riri ambil, ia berharap Anton bisa bertangungjawab penuh dengan apa yang dia inginkan.


__ADS_2