Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Lembaran Baru


__ADS_3

"Bundaaaaa......" Reza berlari dan berhambur kedalam pelukan Riri yang yang sudah berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya menyambut sang anak yang teramat sangat ia rindukan.


mereka berdua berpelukan dengan erat melepaskan kerinduan yang amat sangat, melihat interaksi ibu dan anak yang menumpahkan kerinduan mereka, sudut bibir Fahri pun terangkat.


selesai berpelukan arah mata Reza beralih ke Fahri yang berdiri tidak jauh dibelakang mereka, berjalan mendekati Fahri anak itu mengulurkan tangan pada Fahri sambil berucap, " terima kasih udah bawa bunda pulang...., om tepati janji" seulas senyum tersungging di bibir Fahri, ia pun berjongkok dan menyambut tangan mungil itu dan dikecupnya, lalu dipeluknya tubuh mungil itu sambil berbisik "Jadi, sekarang Reza mau panggil om dengan sebutan 'ayah' hmm??" melepaskan pelukannya dan menangkup pipi bocah yang sudah mencuri hatinya sejak pertama bertemu itu, menunggu jawaban yang akan meyakinkan fahri untuk melanjutkan ke tahap yang akan merubah hidupnya kedepan, Reza dengan senyum merekah menganggukan kepalanya disertai senyum lebar dan langsung mengait tangan Fahri dan Riri agar berjalan bersama seperti layaknya keluarga kecil yang bahagia


Tingkah laku mereka semua tidak luput dari pandangan kedua orang tua Fahri yang memang datang untuk menjemput mereka di Bandara, seulas senyum terukir di wajah kedua orang tua itu melihat interaksi Reza, Riri dan juga Fahri anak mereka, terselip doa agar mereka benar-benar bisa menjadi keluarga kecil yang bahagia.


 "gimana? apa ada perkembangan kah nak??" tanya Bu Farida yang melihat anaknya pulang dengan kondisi wajah yang sayu dan tidak bersemangat.


"belum um... seperti nya trauma perselingkuhan itu masih belum bisa lepas" menghela nafas dan mengangkat bahunya asal.


"beri dia waktu nak...umi yakin hatinya sudah terbuka untuk mu hanya saja ia masih takut kecewa" ucap Bu Farida lembut.


Disebuah kamar yang tidak terlalu besar duduk seorang wanita menatap lembut pada sosok anak kecil yang sedang tertidur pulas, anaknya begitu antusias menyambut kedatangan lelaki yang entah bagaimana bisa dipanggilnya "ayah" selama hampir 7 bln ini sejak kepulangannya ke Indonesia.


"apa kamu beneran serius mas...."lirih suara wanita yang tak lain adalah Riri, sambil mengusap puncak kepala sang anak


"ya Allah...jawaban apa yang harus aku berikan untuk lelaki yang begitu baik ..apa ia yang KAU kirimkan untukku mengobati luka yang bahkan masih belum tertutup sempurna saat ini" dengan segenap keyakinan yang ia miliki diambilnya wudhu, ia harus meyakinkan dirinya akan keputusan yang akan dia buat, dia juga tidak ingin menggantung seseorang yang memang tulus ingin bersamanya dan mau menerima buah hatinya juga.

__ADS_1


------


"Saya terima nikahnya Riri Arianti bin Sulaiman dengan mas kawin tersebut tunai"


"SAH....SAH....SAH"


akhirnya proses ijab kabul yang bisa dibilang sangat cepat dan khidmat itu pun selesai.


Sang wanita mengecup punggung tangan lelaki yang saat ini telah berubah status menjadi suaminya.


Bulir bening hampir terjatuh kala sang imam akan mengecup kening wanita yang telah memporak-porandakan hati dan jiwanya itu.


"hei kenapa nangis....?" diusapnya bulir bening itu sebelum jatuh membasahi pipi wanita yang saat ini telah berstatus sebagai istrinya itu. dikecupnya kening wanita itu dan berkata "mulai sekarang aku akan jadi imam mu dunia akhirat"


"mbaaaa Ririiiii....congratulation......


I Miss you..." sontak semua orang yang ada di situ berpaling menuju arah suara yang nyaring dan membahana tersebut, membuat pengantin pria dan wanita harus berbalik badan dan berdiri melihat gadis bule itu setengah berlari agak kesusahan akibat gaun yang digunakannya.


Benar sekali hari ini adalah peresmian pernikahan antara Fahri dan Riri yang sudah ditunggu dan digadang-gadang oleh banyak teman dan saudara mereka agar segera meresmikan hubungannya ke jenjang yang lebih serius, kenapa juga hingga memakan waktu hampir 8 bulan lebih sejak mereka kembali ke Indonesia, karena rasa trauma Riri pada laki-laki dan juga ibu mertua, dia tidak ingin hal yang sama menimpa dirinya lagi, apalagi statusnya saat ini membawa anak hasil pernikahan nya yang gagal.

__ADS_1


Kaget dengan perilaku gadis bule yang bar-bar dan tak lain adalah Bianca, hampir saja membuat sang pengantin perempuan itu terdorong kebelakang karena pelukan dadakan dari Bianca yang langsung memeluk Riri dengan erat, untung saja Fahri selama ini selalu siaga terlebih itu mengenai Riri yang sekarang menjadi istrinya


"BIANCA!!!" kesal pada sahabatnya ini Fahri memanggil namanya dengan penuh tekanan, yang sontak saja membuat Bianca melepaskan pelukannya dari Riri yang saat ini masih antara sadar dan tidak sadar saking kaget dengan tingkah bar-bar gadis didepannya ini.


"hehehee.... sorry bos, gw kangen semalem gara2 bule ribet itu gw ga bisa langsung ke sini buat jadi pagar ayu....hiks" dengan tampang melas dan juga wajah tak berdosa Bianca cengar cengir


"ekhmm...." suara berat menginterupsi Fahri yang hampir saja memarahi Bianca karena hampir saja membuat istrinya itu terjatuh.


"selamat ya bro....Ri.., aku turut bahagia untuk kalian" uluran tangan laki-laki yang saat ini berdiri di samping bianca itu segera disambut pelukan oleh Fahri.


"thanks Ed...gw mau Lo buruan nyusul ya, biar dia ga gangguin bini gw terus" sambil melirik Bianca yang terlihat membisikan sesuatu kepada Riri, disambut senyuman oleh Edward yang ternyata setelah kepulangan Riri dan Fahri ke Indonesia membuat dokter ganteng ini sempat patah hati namun bisa segera di sembuhkan dengan cepat oleh seorang gadis bernama BIANCA.


"mba...this is your happy day, jangan nangis, meski itu tangis bahagia" bisik Bianca yang dibalas anggukan dan senyum yang merekah oleh Riri


akhirnya resepsi pun berjalan tanpa kendala yang berarti, Reza pun tampak bahagia berada diantara kedua orang tua Fahri yang saat ini mengajaknya berkumpul bersama keluarga besar Fahri


diujung sudut lainpun terlihat keluarga besar Riri sedang berbincang sambil menikmati hidangan yang disediakan


pesta yang cukup mewah meski hanya di hadiri keluarga besar dan teman-teman dekat kedua mempelai saja, cukup membuat semua orang berbahagia malam itu terlebih lagi pasangan pengantin baru yang sedari tadi tidak melepaskan genggaman tangan mereka saat menyambut dan menyapa tamu yang hadir pada pesta mereka.

__ADS_1


Delapan bulan terakhir menjadi saksi kesungguhan dari seorang Fahri mengejar cintanya, meski dulu ia sangat yakin bahwa tidak akan ada cinta dihatinya karena ia sangat anti pada perempuan terlebih dengan dirinya yang berada lama di luar negeri melihat pergaulan bebas yang hampir setiap hari berseliweran di depan mata, membuat dia ilfil dengan mahluk yang bernama perempuan,


namun sejak mengenal sosok Riri dengan lima liku kehidupannya yang penuh perjuangan membuat ia mengubah cara pandangnya terhadap perempuan.


__ADS_2