Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Campur tangan ibu mertua (part 1)


__ADS_3

--Rezaldi Baskoro---


Nama bayi mungil dan imut sudah disiapkan oleh Riri sejak lama, Riri sudah memilihnya dan menamainya tanpa harus meminta persetujuan dari siapapun, karena itu anaknya, namun tidak demikian dengan si ibu mertua Riri yang terlihat kesal karena tidak dimintai pendapat untuk nama cucu pertamanya tersebut.


Hari ini adalah hari kepulangan Riri dan Reza dari rumah sakit, untuk sebagian pasangan mungkin merasa senang karena anak dan istrinya akan kembali bersama kerumah, tapi tidak dengan Anton, ia masih bingung untuk membayar biaya persalinan istrinya yang mencapai puluhan juta padahal jika normal hanya mencapai jutaan saja.


"kamu sudah urus biaya rumah sakit??" tanya Riri yang sedang merapihkan batang-batang yang akan dibawa pulang.


"uangnya kurang, apa Reza kita tinggal dulu, nanti kalau sudah ada uangnya kita ambil lagi" kata Anton dengan wajah tanpa dosanya bicara seperti itu kepada Riri yang baru saja berjuang untuk mengeluarkan anak itu ke dunia.


Riri menghela nafas... , untuk hal yang termasuk penting seperti ini saya dia tidak mampu.


"kamu ada uang berapa?"tanya Riri sambil duduk ditepi ranjang rumah sakit, menatap Anton.


"8 jt, itu jg tadi kumpulin dari tagihan-tagihan"ujar Anton


"aku masih ada uang 2 jt, dari sisa gajiku yang aku tabung, artinya masih kurang 2.5jt lagi" ucap Riri lirih.

__ADS_1


tiba-tiba ia teringat Ray, apa ia pinjam saja sama Ray, tapi sudah lama sekali ia tidak menghubungi Ray sejak pertemuan mereka terakhir di Jakarta.


"neng, malah ngelamun, gimana?? aku tengok Reza dulu ya"Anton keluar dari ruangan itu.


segera Riri mengambil handphone nya dan menghubungi Ray.


--------


"nak Wati nanti bantu-bantu dirumahnya Anton untuk ngurus anaknya ya, karena belum pada pengalaman punya anak" ucap mama rianti pada mba Wati yang saat ini kebetulan sedang tugas menyetrika di rumah mertuanya Riri.


"iya Bu" mba Wati menjawab sambil masih bekerja.


sebelumnya Riri tidak diajak bicara mengenai mba Wati yang akan membantu mengurus anaknya.


menurut Riri pekerjaan itu masih bisa dikomunikasikan dengan Anton nanti dirumah, dan bisa bergantian, toh juga Riri bekerja tidak jauh dari rumah, setiap istirahat juga dia selalu bisa pulang dan makan bersama dengan suaminya.


Anton memang sering berada dirumah, karena pekerjaannya yang tidak tetap membuat ia bisa mengatur waktu kerjanya dengan muda, ditambah lagi ia memiliki ternak yang di perjual belikan dan harganya cukup lumayan, bisa untuk menyambung hidup mereka kedepannya

__ADS_1


"mama sudah bicara sama aku, bisik Anton di telinga Riri" Anton yang mengerti tatapan Riri yang meminta jawaban langsung menjawab dengan pelan.


cih... memangnya dia yang tanggung ongkos kerja pembantu, mutusin sesuatu sendiri saja.


"Sini, Boko....gendong nenek, panggil Boko aja yaa...gembul kayak film yang di kungfu itu hehehehe" mama rianti berseloroh.


Riri hanya tersenyum, malas berdebat biar saja yang penting Anton juga sudah setuju nama anaknya Riri yang berikan.


Riri berjanji dalam hati akan melakukan yang terbaik untuk anaknya, mulai saat ini Riri akan berusaha lebih baik lagi untuk masa depan mereka.


Riri merasa jika ia sudah mulai menemukan bahagianya dengan Anton, ditambah lagi dengan hadirnya buah cinta mereka berdua, walaupun sempat dalam kehamilannya Riri mulai melihat sosok Anton yang sebenarnya, tapi karena rasa cintanya yang mulai hadir dalam hatinya, Riri menampik itu semua.. ia hanya bisa berdoa agar Tuhan selalu menjaga keutuhan rumah tangga mereka kelak.


****


Salam sehat dan happy selalu ya..para pembaca setia..


please donk kasih komen biar author bisa terus menerus berkarya dari kritik yang membangun🄰

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2