
Riri sedang bersiap untuk tidur, beberapa Minggu ini, Anton kembali kerumah di sore hari dan sibuk dengan ponselnya di kamar kosong yang ada di sebelah kamar mereka, mendekati jam 8 malam Anton kembali lagi ketempat kerjanya dengan alasan bahwa dirinya yang diberikan tanggung jawab untuk buka dan tutup toko, karena pemilik tempat Anton bekerja adalah teman dekat Anton juga.
awalnya Riri merasa biasa saja, tapi hari ini entah mengapa Riri merasa ada yang aneh dengan Anton, kebetulan juga hari ini Riri pulang lebih awal, karena sudah sangat lama mereka tidak makan malam bersama sejak kepulangan kakak Riri beberapa waktu lalu, ditambah kesibukan Riri yang semakin meningkat setiap harinya.
Riri bukan tipe orang yang 'kepo' dengan urusan orang lain...eh orang lain? ini suami ri..Lo harus kepo!! begitu lah kiranya batin Riri sering berteriak meronta dari dalam.
di sela aktifitasnya keluar masuk kamar menemani Reza, Riri sering melirik ke dalam kamar yang pintunya sedang terbuka, tak sengaja sering sekali Anton terlihat senyum sendiri melihat benda pipih yang sedang berada di tangannya saat itu.
sebenarnya apa yang terjadi sama Anton, Riri juga memperhatikan hubungan Anton dengan Reza juga semakin merenggang, biasanya Anton jika sudah dirumah selalu bercanda dengan Reza sampai terkadang Riri yang merasa iri karena diabaikan oleh mereka berdua.
sayup-sayup terdengar suara Anton menyanyikan lagu yang mungkin didengar melalui ponselnya
"Anton bernyanyi??" batin Riri...ini benar-benar sungguh aneh, tidak seperti Anton biasanya.
Riri sengaja berjalan ke kamarnya sambil sekilas melirik kearah suaminya yang sedang tiduran sambil bernyanyi lagu yang isinya seperti orang yang sedang jatuh cinta.
Riri bukan peminat lagu-lagu pop tentang cinta-cintaan, ia lebih suka lagu yang berbau rock atau Metallica, lucu ya, seorang perempuan beranak satu menyukai musik keras seperti itu, tapi itulah Riri, sifat tomboy nya telah melekat sangat dalam, masih bisa bersyukur dia tidak terjebak dalam kelainan yang menyukai sesama jenis, Riri masih normal hanya terkadang cara berpikirnya tidak pakai hati, lebih pada logika seperti cara berpikir seorang laki-laki dewasa dan penampilannya dulu...iya dulu sebelum dirinya menikah, sangat mirip dengan laki-laki, walaupun bisa dibilang bodynya tidak kelaki-lakian amat, tapi dia nyaman dengan pakaian kemeja atau kaos yang dipadu dengan celana panjang
kembali ke Anton..
lantunan lirik dari bibir Anton membuat Riri memutarkan bola matanya dengan malas
//oh tuhan...kucinta diam..kusayang dia...rindu dia...inginkan dia....
__ADS_1
//utuhkanlah rasa cinta di hatiku hanya padanya...untuk dia...
kira-kira begitulah isi lagu yang berulang kali Anton lantunkan, entah lagu ciptaan siapa Riri tidak tau, dirinya merasa jengah mendengar tiap bait kalimat lagu tersebut
-----
moment yang sama terjadi di hari-hari berikutnya, lama-lama Riri merasa insting nya mulai bekerja kalau ada sesuatu yang terjadi dengan Anton,
ditambah lagi permintaan untuk nafkah batin sudah tidak lagi Anton ungkapkan, tiap mereka tidur bersama Anton sering sekali membelakangi Riri, terkadang ada Kala dimana Riri pun butuh untuk dipenuhi nafkah tersebut karena bagaimana pun Riri adalah perempuan dewasa yang masih memiliki hasrat untuk pemenuhan biologisnya sesekali.
selama ini Riri sibuk bekerja demi memenuhi kebutuhan rumah tangga dan juga membantu keluarganya karena selepas Riri menikah tulang punggung untuk keluarga Riri pun hilang, jadi mau tidak mau karena masih memiliki orang tua Riri tidak ingin mengecewakan satu-satunya orang tua yang masih tersisa.
"bu..., kita jadi berangkat meeting kah? ini saya akan ajak Yunita biar sambil belajar" suara Lila membuyarkan lamunan Riri, saat ini Riri sering sekali memikirkan rumah tangganya, dirinya seakan terganggu dengan lirik lagu dari seorang Anji...yah Riri baru tahu judul lagu dan orang yang menyanyikan lagu tersebut.
beruntung Riri mempunyai tim yang sangat solid dan juga loyal hingga untuk urusan pekerjaan Riri bisa sedikit bernafas saat ini, 2 tahun pertama yang dirinya lalui untuk mendidik orangnya agar bisa bekerja maksimal sudah membuahkan hasil, bahkan kandidat yang akan menggantikan Lila juga sudah bisa menyesuaikan pekerjaannya dengan cepat.
salah satu alasan mengapa Riri sangat bersemangat dan juga fokus pada pekerjaan sejak dirinya diberikan tanggung jawab yang besar dalam karirnya tak lain adalah untuk menghasilkan orang-orang yang bisa sewaktu-waktu menggantikan posisinya saat ini...pemikiran Riri sangat unik memang, jika orang lain tidak akan pernah mau membagikan ilmunya kepada siapapun agar tidak memiliki lawan yang bisa menjatuhkan posisi yang mereka raih, namun Riri memang bertekad bahwa dirinya hanya akan mengemban jabatan tersebut hanya maksimal 5 th dan minimal 3 tahun karena target hidupnya selanjutnya adalah memiliki usaha sendiri yang bisa ia jalani dan memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain.
senja telah berlalu dan sampailah Riri ke rumah mungil yang mereka kontrak, hari ini Anton memang pulang cepat, karena Riri sudah meminta ijin pulang terlambat karena kedatangan tim untuk setup lokasi baru.
mood Anton sepertinya hari ini sedang bagus terlihat sedang bermain dengan reza, wajah Reza juga terlihat sangat ceria
selepas mereka makan malam Anton beranjak ke kamar sebelah yang biasa ia tempati belakangan ini, alasannya karena Reza sudah besar, Anton merasa sempit kalau tidur masih satu ranjang dengan mereka, terlihat Anton memegang handphone yang tidak biasa Riri lihat.
__ADS_1
Anton sekarang menggunakan 2 ponsel dengan nomor yang berbeda, dan Riri juga mengetahui nomornya, biasanya ponsel tersebut jarang sekali digunakan oleh Anton
terlihat wajahnya tersenyum dan sambil berdendang, entah setan dari mana dan bagaimana ceritanya, Riri yang biasanya tidak pernah mau terllau mencampuri urusan Anton tiba-tiba merasa ingin sekali merebut ponsel tersebut dari tangan Anton.
Riri memang bukan tipe orang yang suka mau tau dengan barang milik orang lain, karena Riri sudah percaya kepada Anton dan tidak akan melakukan hal yang aneh, berbeda dengan Anton yang sering sekali membuka ponsel Riri tanpa ingin diketahui oleh Riri, beberapa kali Riri mengetahui Anton mengecek ponsel Riri di tengah malam, entah apa yang dicari oleh Anton, Riri sendiri juga merasa hal itu tidak terlalu mengganggu, walaupun ada beberapa pesan dari sosmed maupun wa yang isinya dari pria lain yang mengajak Riri bermain api tapi selalu di tidak di ladeni oleh Riri.
karena gerakan Riri yang begitu cepat Anton tidak sempat menghindari Riri yang merebut paksa ponsel yang sedang di pakai Anton awalnya masih dalam mode bercanda dan masih kondusif sampai Riri menemukan pesan singkat yang sedang terbuka dengan bahasa
//yang nanti aku tutup toko
//aku tunggu kayak biasa ya yang
dan dari pesan singkat itu jelas bahwa Anton yang mengirim duluan ke seseorang dan Riri paham betul bahwa setelah suaminya tutup toko dia akan menemui seseorang yang di panggil "yang"....apakah itu sayang!!
raut wajah Anton seketika mulai menunjukan wajah tidak suka, karena Riri memaksa dan menanyakan SMS dari siapa
Anton memaksa merebut kembali ponsel miliknya dari tangan Riri, tapi Riri sengaja menahan sampai Anton mau berkata jujur siapa orang yang sedang bepesan ria dengan suaminya tersebut.
"krekk..." damn..ternya layar ponselnya retak karena Riri terus mempertahankan ponsel milik Anton, segera Anton merebut kembali ponsel tersebut lalu seperti orang yang ketahuan berbohong parah, Anton pergi meninggalkan Riri.
Dalam diam akhirnya Riri mulai menemukan celah perubahan yang terjadi pada Anton.
dan sungguh Riri sangat terpukul meski dirinya belum bisa membuktikan apapun saat ini.
__ADS_1