
Fitri akhirnya pasrah saat Anton memaksa untuk ikut pulang bersamanya dan bayinya Farah ke rumah orang tua Fitri, hari ini mereka berdua bersiap untuk berangkat, namun hal yang tidak Anton duga sama sekali dan memang selama hampir 2 bulan sejak kepergian Riri dan perceraian mereka Anton menghindari komunikasi dengan keluarga Riri dan disinilah mereka sekarang.
"Assalamualaikum...., " suara kendaraan berhenti dan seseorang dari luar pagar memberi salam, Fitri yang sedang menyiapkan beberapa barang yang akan dibawa segera beranjak ke arah luar sedangkan Anton masih berada di kamar menjaga Farah dan ia tidak begitu peduli dengan suara dari luar pagar rumahnya, toh ada Fitri yang harusnya melihat siapa tamu yang datang.
"cari siapa ya mba??" Fitri keluar dan menatap bingung pada dua orang perempuan yang juga sedang bertatap-tatapan.
"kamu siapa"tanya chai pada Fitri yang membuat Fitri membulatkan matanya.
"loh...mba yang siapa, sudah jelas saya yang tinggal disini kok malah nanya saya siapa?" jawab Fitri kesal.
"RIRI......ANTON....keluar..!!! "teriak chai
Chai adalah adik dari Dina dan kakak dari riri, yang memiliki karakter meletup-letup bila ia dilanda ketidaksukaan terhadap sesuatu.
Anton yang sedang bermain dengan Farah tersentak kaget kala mendengar suara melengking dari arah depan rumahnya, Anton mengenali suara itu, namun tidak pernah menyangka jika akan dipertemukan langsung dengan orangnya.
Anton segera berlari keluar kamar.
"eh mba..ga sopan banget sih main teriak-teriak aja dirumah orang, ga punya etika banget!!" Fitri tersulut emosi melihat chai berteriak seenaknya di depan rumahnya, ya Fitri sudah menganggap ia sebagai nyonya rumah ini, karena memang yang ada di sini adalah dirinya setelah Anton dan Riri dinyatakan bercerai.
"diem Lo...gw ga ada urusan sama Lo...buka pintunya..mana Ade gua" sarkas chai...Dina yang saat itu ada disebelah chai hanya bisa terdiam mengamati dan melihat pergerakan dari dalam rumah, dan tak lama sosok Anton keluar.
Anton membulatkan kedua matanya saat melihat dua orang yang sangat ia kenal berdiri di depan pintu rumahnya dengan tatapan yang menusuk memandang dirinya, seakan ingin bersiap menguliti tubuhnya.
"m...mba.." jawab Anton terbata
"siapa sih mereka??!" tanya Fitri yang tidak di gubris oleh Anton dan segera beranjak dari tempatnya segera membukakan pintu dan mempersilahkan tamunya masuk.
__ADS_1
Fitri kaget bukan main dengan sikap Anton yang seperti itu, siapa sebenarnya orang ini begitu batin Fitri berucap.
"masuk mba..." Anton mempersilahkan dua orang wanita dihadapannya masuk kedalam rumahnya, dia juga menarik Fitri kedalam kamar agar tidak mengacau saat Anton menjelaskan status mereka pada ke dua kakak Riri yang mungkin kedatangannya karena menghilangnya Riri yang bahkan keluarganya sendiri tidak tahu dimana dia berada.
"apa sih....kok aku ditarik gini!!" kesal Fitri pada Anton.
"diam fit..tetap disini jangan keluar sebelum aku yang nyuruh kamu keluar, ngerti'.tegas Anton pada Fitri dan segera berlalu dari kamar meninggalkan Fitri yang menghentakkan kakinya kesal.
Dina dan chai sudah duduk manis di ruang tamu rumah Anton, mereka memang sengaja datang kesini tanpa pemberitahuan karena siapa yang bisa mereka hubungi, ponsel Riri sejak hampir dua Bulan tidak bisa dihubungi dan Anton sendiri tidak mau mengangkat telp dari mereka hanya menjawab via WA atau SMS saja jika mereka mencoba mencari tahu dimana adiknya, karena seburuk-buruk nya kelakuan mereka tetap saja mereka masih menyayangi Riri dan tidak ingin adik kecilnya itu kenapa-kenapa ditambah saat ini juga kehidupan mereka jauh lebih baik sejak Riri banyak membantu membangun usaha yang sampai saat ini berhasil mereka jalankan dengan baik.
"mba...maaf menunggu", Anton kembali menghampiri mereka dan duduk di bangku yang berada di hadapan kedua Kakak Riri itu.
"Mana Reza dan Riri!??" tanya Dina penuh penekanan.
"siapa perempuan tadi??!" kali ini chai yang angkat bicara.
Anton menghela nafas kasar..
Dina dan Chai membulatkan matanya dan saling berpandangan.
"b******k Lo ton..!!?" maki chai sambil berdiri tidak terima atas perpisahan adik ya itu, karena mereka juga tidak tahu dimana Riri berada.
"duduk Chai...!! dan Kamu ton, jelasin semuanya sekarang!!? Dina yang masih bisa menahan emosinya mengeluarkan peringatan kepada chai adiknya dan juga kepada Anton.
"panjang mba..." gumam Anton yang masih bisa di dengar kedua Kakak iparnya itu dulu.
"kami butuh kejelasan ton!!" tegas Dina.
__ADS_1
Akhirnya Anton menjelaskan semua dari bagaimana masalahnya dengan Riri terjadi dan juga sampai ia sekarang harus bersama dengan Fitri, ibu dari anak kandungnya.
Walaupun sampai saat ini Anton masih berharap Riri mau kembali padanya, hingga tanpa mereka sadari orang yang berada di dalam kamar tengah menguping hal tersebut dan merasa amat kesal mendengar harapan Anton yang masih ingin bersama dengan mantan istrinya itu.
'b******k kamu ton...!!"
BRAKK..
pintu dibuka kasar, dan Fitri sudah berada di hadapan mereka yang sekarang sedang memandang Fitri dengan perasaan yang entahlah sulit dijabarkan.
"aku pergi...!!" Fitri dengan geram pergi meninggalkan Anton yang masih merasa tidak enak kepada mantan kakak iparnya dengan kelakuan Fitri.
dan bersamaan dengan kepergian Fitri, Chai tanpa diduga menampar pipi Anton dengan keras, hingga Anton hampir saja terjatuh, kedua tangan chai sudah mengepal kuat di antara tubuhnya, ia begitu marah mendengar cerita dari Anton mengenai adiknya dan juga mengenai sakitnya Riri yang bahkan saat ini Anton sendiri tidak tahu dimana Riri berada, Dina menggenggam tangan adiknya yang terkepal, ia menyuruh chai untuk tenang dan duduk.
"jadi saat ini kamu sama sekali tidak tahu dimana Riri berada?" Anton menggeleng lemah. Dirinya bahkan sampai mencari ke tempat kerjanya Riri yang dulu mana tau menemukan petunjuk, namun sia-sia, bahkan akun medsos Anton pun telah diblokir oleh Riri.
Dina memijit pelipisnya yang tiba-tiba saja sakit, ia sungguh tidak menyangka Riri akan senekat ini tanpa berbicara pada keluarga dan menjalani semua berdua saja dengan Reza
"lalu Reza bagaimana??!" tanya Dina yang ingin memastikan bahwa Reza juga ada bersama Riri saat ini.
Anton menggeleng lemah lagi, membuat chai dan Dina saling bertatapan bingung dengan gelengan yang Anton berikan maksudnya bagaimana.
Anton menghela nafas kembali mencoba menghirup oksigen sebanyak mungkin karena saat ini dadanya terasa sesak, ia tidak pernah membayangkan ketika di tinggalkan oleh Riri hidupnya menjadi begitu terbebani, ia merasa bersalah.
"apa maksud gelengan kepala kamu itu ton???" tanya Dina yang penasaran karena ia menangkap ada sesuatu yang tidak beres.
belum sempat Anton menjawab pertanyaan Dina, tiba-tiba suara bayi menangis kencang terdengar dari kamar yang biasanya di tempati oleh Riri.
__ADS_1
Anton tersentak kaget begitu juga dengan chai dan Dina yang seketika langsung saling menatap saat dengan segera Anton berlari memasuki kamarnya.
sungguh kekacauan ini harus segera di selesaikan.