Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Sikap Fahri


__ADS_3

"Fahri....!!" Evelyn memeluk Fahri dengan erat ia merasa bahagia akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan Fahri, sosok lelaki yang sangat ia cintai dan kagumi, hingga hari ini, bulir bening menetes di sudut mata indah berwarna saphire itu.


Fahri yang masih terkejut dengan tindakan tiba-tiba Evelyn yang memeluknya segera menghempaskan tubuh molek tersebut hingga hampir saja tersungkur jika saja tak ada tangan kekar yang menggapai tubuh tersebut dengan cekatan.


"Fahri!!!...you insane!! (kau gila)" suara Edward yang sedikit berteriak saat tangannya dengan sigap menggapai tubuh Evelyn agar tidak tersungkur dilantai.


Evelyn sendiri menatap nanar pada Fahri yang tidak ia duga dapat berlaku kasar padanya, sungguh Evelyn menyesal telah melakukan hal bodoh dulu saat hubungannya dengan Fahri masih baik-baik saja.


Fahri mengepalkan kedua telapak tangannya, ia benar-benar tidak suka dengan tindakan Everly tadi, ia merasa jijik melihat ke arah Evelyn, terlebih melihat Evelyn yang masih seperti dulu selalu memamerkan bentuk tubuhnya pada orang-orang dengan selalu memakai pakaian kurang bahan seperti saat ini


tanpa banyak bicara Fahri segera meninggalkan Evelyn dan Edward menuju pintu keluar rumah sakit, ia merasa sesak berada disana terlebih berdekatan dengan orang yang pernah mengkhianati nya.


"Kamu ga apa-apa" tanya Edward pada wanita yang masih tanpa sadar bersandar pada dada bidang Edward karena hampir terjatuh tadi.


"apa...eh...ma..maaf..."Evelyn yang tersadar akan posisinya yang sangat dekat dengan pria yang menggunakan jas putih khas dokter tersebut menjadi kikuk, ia segera melepaskan diri dari pelukan Edward.


"sekali lagi maaf dan terima kasih" Evelyn sedikit membungkukkan tubuhnya hingga belahan dada wanita itu terlihat jelas dimata Edward yang berjarak hanya setengah meter darinya.


"eh...iya... sama-sama..hmm, saya Edward..anda?" tidak ingin kehilangan kesempatan berkenalan dengan wanita cantik di depannya ini Edward segera mengajak berkenalan.


"ah ..iya..saya Evelyn..salam kenal" sahut Evelyn sambil mengulurkan tangannya menjabat tangan Edward.


"nama yang cantik..sama seperti orangnya" goda Edward.


Meskipun ia seorang dokter, tetap saja karakter playboy yang mendarah daging itu tidak bisa ia tutupi, ia hanya akan fokus pada pasiennya saja, namun diluar dari itu, tidak sedikit keluarga pasien yang telah jatuh dalam one night stand dengan Edward, karena pesonanya yang memang sudah bawaan dari lahir, dan Edward bisa dengan bebas melakukan apapun karena negara ini tidak memiliki aturan baku yang mengecam warganya melakukan pergaulan bebas.

__ADS_1


Evelyn pun terpesona dengan ketampanan Edward, tubuh tinggi atletis memiliki mata yang tajam, bibir yang sensual serta hidung Bangir membuat kesan sexy boy pada Edward, wajah Evelyn yang putih pun tampak memerah karena tersipu.


Edward gemas sekali melihat wanita ini, siapa dia sebenarnya, kenapa dia bisa kenal Fahri, apa dia salah satu kerabat dari wanita yang Fahri bawa untuk menjadi pasiennya.


"oh ya...apa kau mengenal Fahri??" tanya Edward penuh selidik pada Evelyn, membuat wanita itu tersadar bahwa ia harus mencari kemana Fahri pergi tadi.


"iya...aku mengenalnya" jawab Evelyn


" oh...jadi apa kau.. "


"Dokter Edward, bukankah Anda dibayar untuk menangani pasien agar sembuh bukan untuk menggoda seorang wanita" suara lelaki yang berada di belakang Evelyn menginterupsi percakapan Edward dan Evelyn dan membuat Evelyn seketika membalikan tubuhnya.


"Kau menggangu saja" sahut Edward sinis pada Fahri yang hanya di tanggapi dengan menaikan kedua bahunya.


"siapa wanita itu...dan siapa yang sakit, bukannya keluarga Fahri tidak ada di negara ini...?" gumam Evelyn


Evelyn pun memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit tersebut, ia kesini hanya untuk menengok rekan kerjanya yang masuk rumah sakit akibat kecelakaan kerja.


_______


Riri melamun menatap pada jendela kamar rawat inapnya yang terbuka, menampakkan biru langit yang cerah di kota S.


Memori masa lalu berputar di kepala Riri, berbagai rintangan dan ujian yang telah ia lalui saat dirinya memutuskan untuk memilih Anton menjadi pendamping hidupnya, dimana ia telah mengecewakan banyak orang termasuk kedua orang tuanya yang telah tiada karena lelaki yang ia pilih bulan lelaki yang memberikan kebahagiaan untuknya dan juga anaknya.


Terbayang juga tentang keluarganya yang selalu menjadi bahan Bullyan dari keluarga Anton karena ketidakmampuan mereka untuk menghidupi diri mereka sendiri tanpa bantuan dari Riri, namu kini Riri bisa tersenyum lebar mengingat bahwa ia telah berhasil membuat keluarganya berhasil berdiri diatas kaki mereka sendiri sampai saat ini, keputusan untuk tidak memberitahukan kepada keluarganya adalah yang terbaik, Riri hanya tidak ingin semua yang telah ia rencanakan menjadi berantakan, semoga saja Anton juga tidak memberitahukan tentang sakit dan menghilangnya dirinya dari jangkauan Anton.

__ADS_1


klek ....


pintu ruangan terbuka namun orang yang berada di dalamnya seakan tidak mendengar kalau ada orang yang masuk kedalam ruangan itu


"kau hutang banyak cerita sama Fahri!!" bisik Edward dengan penuh penekanan.


Fahri, Edward dan gadis yang tadi mengikuti mereka yang tak lain adalah Bianca teman Fahri yang dimintai tolong untuk membantu mengurus Riri selama berada di negara S.


Bianca sendiri adalah gadis yang ditolong oleh Fahri saat keluarganya meninggal karena kecelakaan, bisa dibilang Bianca sudah seperti anak asuh bagi Fahri karena Fahri lah yang membantu membiayai sekolah dan juga yang memberikan referensi agar Bianca di terima bekerja di salah satu perusahaan kenalan Fahri. oleh karena itu saat Fahri meminta Bianca untuk membantunya mengurus Riri dengan sangat antusias Bianca langsung menyetujui nya.


"ekhmm......" Fahri berdehem untuk menyadarkan lamunan Riri.


Riri tersentak saat mendengar ada suara laki-laki dalam ruangannya, ia pun menolehkan kepalanya kearah sumber suara tadi dan menemukan Fahri bersama seorang dokter dan wanita yang tidak ia kenal.


"assalamualaikum...apa aku ganggu?" tanya Fahri sopan pada Riri.


"wa'alaikumsalam...tidak mas..." jawab Riri memberikan senyuman.


'wanita ini manis, walau ga secantik wanita yang tadi kutemui, siapa wanita ini, apa hubungannya dengan Fahri ya' Edward membatin.


"Saya mau kenalkan kamu dengan dokter Edward, dia yang akan memantau kesehatanmu pasca operasi,......sedangkan untuk operasi sendiri tim yang akan menangani hanya dokter dan perawat perempuan" jelas Fahri pada Riri yang sempat mengerutkan dahinya saat Fahri mengatakan bahwa Edward adalah dokter yang akan menangani nya pasca operasi, ia bisa melihat keraguan di wajah Riri.


"Alhamdulillah...aku kira mas akan memberikan dokter laki-laki untuk menangani masalah kesehatan ku" tutur Riri lega karena ternyata Fahri mengerti ke khawatiran nya.


"aku paham Ri, kamu tenang aja ya" jawab Fahri lembut..berbeda saat tadi ketika di depan Evelyn, semua sikap Fahri pada Riri berbanding terbalik, dan semua sikap Fahri tak luput dari pengamatan Edward dan Bianca.

__ADS_1


__ADS_2