Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
Ciuman pertama


__ADS_3

Beberapa saat berlalu. Kami masih saja diam. Namun...terlihat seperti ada yang mengalir di pipinya.


“Ada apa?” tanyaku membuka pembicaraan.


“Ai, maafkan saya. Saya benar-banar tidak tahu kalau akan menjadi seperti ini.” Ucapnya sambil menunduk.


“Saya janji, mulai saat ini tidak akan memaksa kamu lagi untuk mendapatkan nilai bagus. Kamu tidak usah merasa khawatir lagi dengan nilaimu nanti. Berapa pun rata-ratanya, saya tidak akan memberitahukan hubungan kita pada siapa pun sesuai ketetapan awal kita.” Ucapnya lirih sambil memegang erat kedua tanganku.


Aku yang dari tadi memperhatikannya dan mendengarkan penjelasannya hanya bisa tersenyum. Aku tidak menyangka seorang guru tampan, killer dan dingin seperti dia akhirnya menyerah kepada siswa keras kepala seperti aku.


“Mas, saya tahu mas terlalu sayang sama saya. Di saat yang bersamaan, mas juga khawatir sama masa depan saya. Jadi mas melakukan cara ini agar saya mau sedikit lebih berusaha lagi. Tapi...maaf bukannya tidak mau. Hanya saja saya mudah tertekan.” Gumamku dalam hati sambil melihat dia yang masih terus menangis diam-diam.


“Mas, sudah-sudah tidak perlu begini. Aku tidak apa-apa kok. Mungkin aku hanya kelelahan gara-gara sibuk baca komik sampai malam. Hehehe...😜” kataku mencoba mencairkan suasana.


“Kamu baca komik??” ucapnya tak percaya diikuti anggukanku.


“Ai...!!” ucapnya sangat tegas dan terlihat gemas sekali padaku.


Tanpa menunggu respon dariku dia langsung memeluk dan menciumku dengan hangat dan mesra.


Aku yang baru pertama kali berciuman tiba-tiba kaget namun tak bisa melepaskan diri.


“Ai, maaf kan saya. Maaf. Saya benar-benar sudah tidak bisa menahannya lagi.” Ucapnya yang menatapku lekat.


“Tidak apa-apa. Saya juga minta maaf kalau saya tidak bisa mengimbangi ciumanmu. Karena ini pertama kali buat saya.” Jawabku menunduk karena terlalu malu.

__ADS_1


“Jadi kita baikkan nih?” Tanyanya lembut dan aku pun menganggukkan kepala sambil tersenyum.


Diciumnya lagi diriku. Kali ini seperti dia sedang mengajariku dan mengarahkanku. Lama-lama ciuman kami semakin dalam. Tapi akhirnya aku tersadar.


“Mas, jangan dulu. Kita belum sah.” Ucapku mengingatkan.


“Ya sudahlah...” Wajahnya seketika jadi super BT.


“Tapi Ai, sudah aku putuskan kalau aku akan melamar kamu secepatnya.” Katanya tiba-tiba yang mengubah sebutan saya menjadi aku dan ini membuatku terhenyak kaget.


Aku pun hanya diam karena aku tidak tahu harus bicara apa.


“Ya sudah, kalau kamu sudah merasa lebih baik, kita pulang sekarang. Tapi sebelum itu, aku tebus resep dulu. Kamu tunggu di sini sebentar.” Perintahnya lembut dan aku pun mengangguk tanda menyetujuinya.


Pak Chandra pun pergi menebus resep. Sementara aku di sini hanya diam dengan pikiran yang masih melayang ke pembicaraan tadi dan ‘cup’ tiba-tiba saja aku teringat ciuman pertamaku ternyata dengan seorang guru. Wajahku pun ‘blush..’ memerah seperti tomat. Aku pun menutup wajahku dengan bantal. Rasanya malu sekali.


Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku yang tetap menutup wajahku dengan bantal.


“Lalu kamu kenapa?” tanyanya heran.


“Aku malu sama Mas.” Jawabku sambil menutup bantal.


“Pfft....huahaha...” tawa pak Chandra pun terdengar tapi tidak kencang. Lalu dia mengelus-ngelus rambutku.


“Sayang, apakah kau tahu, kau terlihat menggemaskan. Aku ingin sekali menciummu lagi.” katanya dalam hati

__ADS_1


“Sudah siap. Ayo kita pulang.” Ucap pak Candra sambil membantuku berdiri.


Beberapa saat kemudian, mobil pak Chandra pun melaju. Ya... Dia mengantarkanku pulang. Selama perjalanan, dia tak pernah sekalipun melepaskan tangannya dari genggaman tanganku.


Pada saat itu, hatiku merasakan kehangatan. Aku sangat bahagia hingga tanpa sadar aku tersenyum tipis dan wajahku menjadi merah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


lanjut..👇


__ADS_2