Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
akad nikah


__ADS_3

“Ai.. Kamu sudah siap?” (Author)


“Sudah..” (Ai)


“Ok kita lanjut..!” (author)


3..2..1.. siap..rolling...action..🎬


Seketika mendengar ucapan Nara, aku pun diam dan berpikir serta membayangkan... Aku tidak tahu apakah aku bisa.


“Ai.. Ai.. Kamu kenapa melamun? Masih kepikiran ya?” Tanya Nara coba menebak dan aku pun mengangguk


“Ai... Ai... Cukup ikuti saja alurnya. Nanti juga bakal ketemu jawabannya.” Ucap Nara


“Ya sudah Ai, aku pulang dulu ya. Sudah sore...” ucap Nara berpamitan


“Iya Nar, terimakasih. Hati-hati di jalan.” Kataku


***


Hari sakral pun tiba. Jantungku tak berhenti berdetak. Aku sampai tidak bisa tidur karena masih memikirkan masalah kemarin.


“Hoam...” aku masih mengantuk.


“Ai.. Ai.. Kamu harus siap-siap.. Tinggal 2 jam lagi.” Teriak ibu yang sepertinya dari tadi heboh.


“Iya, Bu..” sahutku


Aku pun mandi dan memakai baju ala kadarnya yang penting rapi dan sopan.


Setelah semua siap, kami sekeluarga pun ke kantor KUA dan bertemu dengan pak Chandra serta pak Vino sebagai perwakilan keluarga pak Chandra dan tidak lupa juga Nara dan Gilang

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 2 siang. Sesuai dengan jadwal, kini giliran kami yang melaksanakan akad nikah


kami pun duduk di tempat yang sudah disiapkan. setelah semuanya sudah siap, kini waktunya membacakan ijab qabul.


“Saya nikahkan dan kawinkan, Aina Putri binti Amar dengan mas kawin seperangkat alat Shalat di bayar tunai,” ucap ayahku yang sebenarnya barusan datang dari tugas luar kota


“Saya terima nikah dan kawinnya Aina Putri binti Amar dengan mas kawin tersebut dibayar tunai..” jawab pak Chandra dengan sekali tarikan nafas


“Bagaimana saksi? Sah? Sah? Sah?” ucap penghulu


“Sah..” ucap kami serentak.


“Alhamdulillah...” ucap penghulu


Setelah mengucap Alhamdulillah, kami pun baca doa yang dipimpin oleh pak penghulu.


Air mataku mengalir saat harus menyalami kedua orang tuaku.


****


Pak Chandra sudah meminta ijin pada orang tuaku untuk membawaku langsung pindah ke rumahnya. Dan orang tuaku pun menyetujuinya. Oleh karena itu, aku datang untuk mengambil beberapa pakaian dan juga peralatan serta perlengkapan sekolah.


******************************


Kini malam pun tiba. Aku yang memang dari tadi menahan kantuk, akhirnya tertidur terlebih dulu tanpa memikirkan apa-apa. Tidurku nyenyak sekali. Seolah-olah, aku punya hutang tidur yang banyak.


“Ish ni anak, malah tidur duluan..” ucap pak Chandra sambil mengelus-ngelus rambutku.


“Ai.. Ai.. Ai.. Bangun sayang..” ucap pak Chandra lembut


Aku yang memang sangat mengantuk, tidak ingat kalau malam ini adalah malam pengantin kami. Bukan sengaja, tapi memang aku mengantuk dan tidak ingat.

__ADS_1


Pak Chandra yang memang sudah lebih dewasa dari aku pun memutuskan tidur di sampingku.


Ketika dini hari, aku terbangun dan mendapati pak Chandra sedang memeluk tubuhku. Aku tiba-tiba jadi teringat kalau saat ini adalah malam pengantin kami.


Kutatapi wajahnya yang sedang tertidur lelap dan kusadari diriku yang sangat beruntung menikah dengannya.


“Cup..” entah keberanian dari mana aku menciumnya terlebih dahulu dan itu di bibirnya. Membuat dia terbangun.


“Sayang, kamu kok jam segini sudah bangun. Ini masih malam. Tidurlah lagi.” Ucapnya lembut dan aku menggeleng-gelengkan kepala.


“Kenapa Ai? Kamu tidak bisa tidur?” tanyanya dan aku pun mengangguk


Ketika melihat responku yang seperti itu, dia pun tersenyum dan menarikku ke pelukannya.


Diciuminya diriku dengan lembut, namun lama kelamaan ciuman itu menjadi hangat. Hal itu membuat aku melupakan semua ketakutanku selama ini.


ketakutan karena membayangkan seperti apa malam pengantin itu.


Ciuman itu kini menjalar ke...


(maaf.. Authornya tarik nafas dulu... Nanti dilanjut lagi. Authornya jadi malu sendiri mau melanjutkannya.)


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut.👇


__ADS_2