Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
penyesalan


__ADS_3

“Bruk..” sayup-sayup aku mendengar suara ambulance sebelum akhirnya aku pingsan


Sesampainya aku di rumah sakit, aku langsung diperiksa


“Bagaimana keadaannya, Dok?” tanya Alya, orang yang ternyata telah menolongku


“Apakah Anda keluarganya?” tanya Dokter


“Bukan Dok. Tadi saya orang yang menolongnya.” Ucap Alya


“Lalu apa Anda sudah berhasil menghubungi pihak keluarganya?” tanya Dokter


“Saya belum berhasil Dok.” Jawab Alya


“Tapi Anda harus tetap menghubungi pihak keluarganya ya.” Ucap Dokter mengingatkan


“Iya Dok. O ya Dok, lalu bagaimana keadaannya Dok?” tanya Alya


“Ada sedikit gegar di kepalanya. Namun mungkin untuk beberapa saat, dia tidak bisa mengenali siapa dirinya atau siapa pun dan dia juga mengalami banyak pendarahan akibatnya janin dalam kandungannya tidak bisa diselamatkan.” Jelas Dokter tersebut


“Oh begitu. Lalu sekarang bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Alya


“Untuk sementara ini, dia masih belum sadarkan diri.” Ucap Dokter


“O...” Ucap Alya singkat


“Ya sudah, kalau memang sudah tidak ada yang ditanyakan lagi, saya mau pamit.” Ucap Dokter itu


“Terimakasih, Dok.” Ucap Alya


Setelah menanyakan keadaanku, Alya pun masuk melihatku


****


Di saat yang bersamaan...


“Bagaimana, Chan? Kamu sudah menemukan Ai?” tanya pak Rudi

__ADS_1


“Belum, Rud.” Jawab pak Chandra frustrasi


“Lalu kita harus bagaimana?” tanya pak Rudi


Di saat yang bersamaan Nara dan Gilang pun datang.


“Ada apa, pak? Mana Ai?” tanya Nara


“Ai hilang, Nar.” Jawab pak Chandra


“Ah tidak mungkin, pak. Bapak pasti bercanda kan?” ucap Nara


“Tidak Nara, kami sedang tidak bercanda.” Ucap pak Rudi


“Kenapa bisa sampai seperti itu, pak?” tanya Nara


“Tadi saat kami sedang membicarakan tentang dia, dia ternyata mendengar pembicaraan kami. Namun ketika kami mengejarnya, kami tidak bisa menemukan dia.” Jelas pak Rudi mewakili pak Chandra yang sedang frustrasi akibat merasa bersalah


“Sudah telepon bi Ina?” tanya Gilang


“Sudah, tapi kata bi Ina, Ai tidak ada di rumah.” Jelas pak Rudi


“Sudah, tapi tetap saja hasilnya nihil.” Jawab pak Rudi


“Aduh Ai, kamu kemana sih? Kamu kan lagi hamil.” Gumam Nara


“Ini semua gara-gara aku yang salah bicara.” Gumam pak Chandra


“Maksud Bapak apa?” tanya Nara


“Tadi aku bilang ke Pak Rudi kalau aku kadang menyesal sudah nikah dengan dia dan lelah menghadapi sikapnya. Sebenarnya aku tidak serius dengan yang aku ucapkan itu. Aku mengatakan itu karena aku sedang merasa jengkel dengan ulahnya...” jelas pak Chandra terpotong


“Terus kalau Bapak jengkel, bapak tega begitu, bicara seperti itu di belakang dia?! Asal Bapak tahu ya, Ai yang saya kenal itu tidak seperti itu. Dia itu orang yang cuek dan tegar. Tapi karena dia sedang hamil, dia menjadi lebih sensitif. mangkanya kita yang ada di sekitarnya harus jaga perasaannya.” Jelas Nara


“Dan asal bapak tahu, tadi sebelum Ai datang ke ruangan bapak, dia bilang ingin minta maaf sama kalian berdua karena sudah tidak sopan menyuruh kalian yang tidak-tidak. Karena ini semua bukanlah kemauannya pribadi.” Jelas Nara lagi


Pak Chandra yang dengar penjelasan Nara pun seketika meneteskan air mata.

__ADS_1


“Sudahlah Chan, kita harus tenang. Kita coba mulai mencarinya lagi. Ok!” ucap pak Rudi mencoba menenangkan sahabatnya itu


Dan di saat yang bersamaan, telepon pak Rudi pun berbunyi


“Halo..” ucap pak Rudi saat mengangkat telepon


“Halo, Rud. Ini aku, Alya. Mantanmu.” Ucap Alya


“Kamu buat apa telepon-telepon aku lagi, hah?” ucap pak Rudi emosi.


“Tenang, Rud. Aku telepon kamu itu bukan maksud mau mengganggumu lagi. Tujuan aku menelepon itu ingin minta tolong buat kamu datang ke rumah sakit.” Pinta Alya


“Kenapa juga aku harus datang ke rumah sakit?” tanya pak Rudi kesal


“Begini, tadi aku tidak sengaja menolong anak murid dari sekolahanmu yang kecelakaan. Tapi aku tidak bisa hubungi keluarganya. Mangkanya aku memintamu untuk datang buat kenali dia dan memberitahu ke keluarganya.” Jelas Alya


“Ya sudah aku ke sana sekarang.” Ucap pak Rudi dan menutup teleponnya


“Chan, tadi mantanku telepon. Dia bilang, dia barusan menolong salah seorang anak murid sekolah kita yang kecelakaan. Dan dia minta tolong buat aku melihatnya. Siapa tahu saja aku kenal. Kamu ikut ya?” ucap pak Rudi


“Kami juga ikut pak. Kami juga ingin memastikan dia Ai atau bukan.” Ucap Nara


Pak Chandra yang tadinya hanya diam, akhirnya mengangguk. Lalu kami pun berangkat ke rumah sakit yang dimaksud.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Kira-kira apa yang terjadi selanjutnya ya?

__ADS_1


Tunggu next..


Lanjut👇


__ADS_2