
Nyesek di hati, ya itulah ungkapan yang cocok buat suasana hatiku saat ini. Tapi mau bagaimana lagi.. Aku harus terima. Memiliki sorang suami yang tampan adalah beban tersendiri buat aku pribadi.
Di saat aku menangis seperti ini, banyak hal yang aku pikirkan. Setelah banyak kejadian yang menimpa kami belum lama ini, membuat aku berpikir, apakah pantas aku yang bukan siapa-siapa ini disukai olehnya, apakah pantas dicintainya, apakah pantas aku sekarang berada disisinya..????
Pertanyaan demi pertanyaan tiba-tiba muncul di otak ini. Membuat aku tidak tahu harus mengatakan dan menjelaskan apa.
“Oh pak Chandra, andaikan kau tahu apa yang aku rasakan saat ini?!” gumamku dalam hati masih dengan menangis
“Sayang, manangislah sepuasnya jika dirasa itu bisa membuatmu merasa lebih lega.” Ucapnya lembut masih dengan memelukku
Setelah beberapa lama aku menangis, akupun mulai merasa tenang dan melepas pelukan pak Chandra
“Sayang, ada apa? Kenapa kamu menangis seperti ini? Apa aku sudah berbuat kesalahan yang bisa menyakiti hatimu sayang?” tanyanya khawatir dan akupun menggeleng
“Mas, kenapa Mas memilih aku? Mas kan belum tahu aku itu seperti apa. Aku tidak memiliki kelebihan apa-apa. Aku bodoh, aku cuek, aku suka labil. Tapi kenapa mas suka sama aku dan bahkan memilih aku untuk jadi istri mas?” ucapku mencoba mengungkapkan pertanyaan di hati dan pak Chandrapun tersenyum
“Ai, dengarkan aku baik-baik. Sayang, bukanlah suatu kesalahan aku memilihmu. Aku memang belum tahu benar bagaimana kamu. Tapi.. Hatiku yang sudah menunjukmu sebagai pendamping hidupku. Aku tidak menginginkan yang lain.” Jelas pak Chandra
“Dan untuk kelebihan, siapa bilang kamu itu ga punya kelebihan?! Setiap manusia itu punya kelebihannya masing-masing. Baik itu yang disadari atau tidak dengan orang itu sendiri. Dan asal kamu tahu, kamu itu punya kelebihan kok. Kelebihan kamu ini sangatlah langka. Kamu tahu tidak apa itu?” tanya pak Chandra dan aku menggeleng tidak tahu
“Kelebihan kamu itu adalah bisa mengobati rasa sakit di hati ini, memberikan harapan baru untukku agar bisa memulai semuanya dari awal lagi. Kamu mengerti Ai?” Jelas pak Chandra
__ADS_1
“Tapi aku kan bodoh, cuek dan suka labil mas? Apa mas tidak lelah menghadapi sikapku yang seperti ini?” tanyaku
“Ai, kalau kamu bodoh, berarti aku lebih bodoh lagi karena sudah cinta sama orang bodoh. Kalau kamu cuek, berarti aku lebih cuek lagi karena sudah menerima kamu apa adanya. Dan kalau kamu itu labil, maka aku lebih labil lagi karena kamu sering membuat aku jadi kacau dengan semua sikapmu.” Jelas pak Chandra serius
“Nah, sekarang kamu sudah puas belum dengan penjelasanku tadi? Atau masih ada yang mengganjal di pikiranmu?” tanya pak Chandra memastikan dan aku pun menggeleng.
“Terus sekarang ganti aku yang nanya dan kamu jawab jujur.” Ucap pak Chandra dan aku mengangguk
“Apa yang nyebabin kamu seperti ini?” tanya pak Chandra
“Mas, waktu tadi aku di aula, aku mendengar kalau Yuli ternyata menyukai mas dari kelas satu dan untuk satu tahun ini, dia akan berusaha buat deketin mas.” Jelasku
“Aku akui aku cemburu mas tapi aku juga khawatir kalau-kalau hal seperti waktu itu terulang lagi. Aku takut mas. Takut mas meninggalkan aku.” Jelasku
“Ish, gadis bodoh. Benar juga ya kamu itu bodoh..” goda pak Chandra
“Mas..!!” ucapku
“Iya.. Iya.. Sayang, aku tidak akan meninggalkan kamu. Apapun yang terjadi. Ok.” Jawab pak Chandra
“Janji..?” ucapku
__ADS_1
“Aku janji sayang. Sudah kamu tidak usah sedih dan cemburu lagi ya.” Ucapnya lagi sambil mengecup keningku
Namun di saat yang bersamaan...
‘tok.. tok.. tok..” pintu mobil di luar.
“Oh tidak.. Yuli..!!” teriakku dalam hati
.
.
.
.
.
Kira – kira apa yang terjadi selanjutnya ya. Di tunggu ya episode selanjutnya...😉
Lanjut...👇
__ADS_1