Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
kepo


__ADS_3

“Apa? Istri?” ucap Yuli terkejut


Bagaimana dia tidak terkejut, Dia tidak tahu kalau selama ini guru pujaannya itu sudah menikah.


“Tidak.. Tidak.. Tidak mungkin kan bi. Bibi pasti salahkan?! Tidak mungkin pak Chandra sudah menikah.” Ucap Yuli tidak percaya


“Benar kok non, tuan sudah menikah.” Ucap bi Ina meyakinkan


“Tapi bi, waktu itu pak Chandra sendiri yang bilang kalau dia tidak punya pacar. Lagi pula, katanya, kalau punya pun sekarang sudah jadi mantan.” Sanggah Yuli


“Tuan tidak salah non, apa yang tuan bilang itu benar.” Ucap bi Ina membenarkan


“Terus kalau benar, kenapa tadi bibi bilang, dia sudah nikah.” Ucap Yuli masih mengotot


“Non, tuan memang tidak punya pacar. Kalau pun ada juga sudah jadi mantan. Non, non tahu tidak kalau mantannya sekarang itu sudah jadi istrinya.” Jelas bibi sambil menahan senyum


“Kapan bi mereka menikah?” tanya Yuli kemudian


“Tuan dan nyonya nikah belum lama ini kok non. Kira-kira kalau bibi tidak salah ingat, dua hari sebelum acara pesta perpisahan kelas kemarin.” Jelas bi Ina


“Jadi.. Waktu itu pak Chandra sudah menikah?” tanya Yuli masih tidak percaya


“Iya non.” Jawab bi Ina singkat


“Jadi, yang dia bilang kalau di rumah ini ditinggali 3 orang itu maksudnya pak Chandra, bibi dan juga istrinya?” tanya Yuli lagi memastikan


“Iya.” Jawab bibi lagi


“Terus bi, waktu acara kemarin kenapa pak Chandra tidak memperkenalkan istrinya ke kita semuanya? Dan juga aku tidak lihat ada orang lain lagi selain kami yang ada di sini?” tanya Yuli


“Oh itu, nyonya memang tidak mau ada orang yang tahu tentang dia. Masalah nyonya tidak terlihat di pesta, itu karena nyonya sedang membantu saya membelikan makanan yang kurang.” Jelas Bibi mencari alasan

__ADS_1


“Oh begitu ya bi. Terimakasih banyak ya bi.” Ucap Yuli setelah bertanya banyak pertanyaan dan kemudian pergi begitu saja


“Hadeuh... Dasar anak-anak..” gumam bibi sambil menggelengkan kepalanya


****


“Mas, kita pulang yuk. Sudah mau malam nih.” Ajakku


“Memang kenapa kalau sudah mau malam?” tanya pak Chandra bingung


“Aku takut ke ciduk mas sama satpol PP.” Ucapku serius


“Satpol PP?” tanya pak Chandra


“Iya mas. Satpol PP.” Jawabku masih dengan wajah serius


“Kok bisa?” tanya pak Chandra yang tidak tahu itu memang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu


“Ya bisalah mas. Mas tidak ingat ya kalau aku ini masih pelajar? Dan aku sekarang masih pakai baju seragam. Terus nanti kalau ada razia, disangkanya aku ini siswi dari mana yang jalan dengan om-om.” Jelasku serius


“Ih mas, aku serius tahu. Kenapa mas ketawa sih?” ucapku sewot


“Habis kamu ini lucu sih. Cara serius kamu yang menjelaskan itu tadi yang buat aku jadi mau tertawa.” Ucap pak Chandra yang mencoba menghentikan tawanya


“Mas...!!” teriakku


“Ya sudah.. Ya sudah kita pulang. Tapi aku telepon Bi Ina dulu ya. Siapa tahu dia mau dibelikan sesuatu.” Ucapnya dan aku pun mengangguk


Tak selang berapa lama, telepon pun tersambung.


“Halo bi..” ucap Pak Chandra

__ADS_1


“Halo tuan..” jawab bi Ina


“Apakah tadi benar ada yang mencari saya?” tanya pak Chandra memastikan


“Iya tuan. Tadi salah seorang murid tuan datang ke rumah cari tuan. Kalau tidak salah namanya Yuli, tuan.” Jawab bi Ina


“Oh begitu ya bi. Tapi bibi tidak lupakan dengan pesan saya ke bibi?” tanya pak Chandra


“Tidak tuan. Saya memberi jawaban sesuai yang tuan tadi bilang.” Jelas bi Ina


“Bagus bi. Terimakasih. O ya bi, bibi mau di bawakan apa. Sekalian kami mau pulang.” tanya pak Chandra


“Tidak usah tuan. Semua masih ada kok.” Jawab bi Ina


“Oh ya sudah kalau begitu.” Ucap pak Chandra


“Iya tuan. Hati – hati di jalan.” Ucap bi Ina


“Iya bi. Terimakasih.” Jawab pak Chandra dan kemudian menutup teleponnya


“Sudah mas teleponnya?” tanyaku


“Sudah. Ayo kita pulang.” Ajak pak Chandra dan aku pun mengangguk.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut....👇


__ADS_2