Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
dimaafkan dengan syarat


__ADS_3

Setelah mendapatkan alamat tempat kerjaku, pak Chandra pun akhirnya memutuskan untuk menjemputku pulang.


“Ai..!” panggil pak Chandra ketika melihatku keluar dari tempat kerja


“Pak Chandra?” ucapku terkejut


Lalu aku mempercepat langkahku berharap dia tidak bisa menangkapku, tapi dia langsung meraih tanganku dan menarikku dalam pelukannya


“Pak.. Pak... Ini di jalan. Jangan begini.” Ucapku sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan pak Chandra


“Aku tidak peduli. Aku tidak akan melepaskanmu.” Ucap pak Chandra dan dengan sangat kebetulan sekali, malam ini hujan turun dengan deras


“Pak?...” ucapku


“Ai.. Aku mohon padamu.. Maafkan aku. Aku mohon Ai...” Ucap pak Chandra yang tiba-tiba duduk memegang kakiku


“Pak, jangan begini. Aku mohon. Lepaskan kakiku. Jangan memohon seperti ini.” Ucapku


“Tidak Ai, aku tidak akan berdiri sebelum kamu memaafkan aku dan memberikanku kesempatan sekali lagi.” Ucap pak Chandra dan aku pun terdiam


“Pak...!!” teriakku namun pak Chandra tidak juga berdiri


“Baiklah.. Baiklah.. Aku memaafkan bapak dan bersedia memberi bapak kesempatan lagi tapi ada syaratnya.” Ucapku yang teriak karena terlalu derasnya hujan


“Apa itu?” tanya pak Chandra


“Anggap aku seorang anak kecil. Aku ingin bapak penuhi 3 permintaan dariku.” Ucapku

__ADS_1


“Tiga permintaan? Apa saja itu?” tanya pak Chandra


“Pertama, tolong bapak berdirilah. Lebih baik sekarang kita berteduh karena aku sudah kedinginan.” Ucapku dan pak Chandra pun berdiri lalu mengajakku berteduh


“Kita sekarang sudah berteduh. Lalu permintaan yang kedua apa?” tanya pak Chandra


“Permintaan kedua adalah aku ingin sekali punya masa tenang sebelum aku ujian.” Ucapku dan pak Chandra pun mengangguk


“Lalu permintaan ke tiga apa?” tanya pak Chandra


“Permintaan yang ke tiga adalah aku ingin sekali bapak membuktikan keseriusan bapak terhadap keputusan bapak. Untuk permintaan yang ketiga ini, bapak aku beri batas waktu sampai upacara kelulusan sekolah nanti.” Jelasku


“Jadi pikirkan baik-baik.” Tambahku


Pak Chandra yang mendengar persyaratanku pun terdiam sesaat, lalu kemudian mengangguk


“Apa pun persyaratan dan permintaan dari kamu, akan aku turuti. Asal kamu mau memaafkanku dan memberiku kesempatan lagi.” Ucap pak Chandra sambil memelukku lagi dan kali ini aku menerima pelukan itu tanpa niat melepaskannya


****


Keesokan harinya adalah hari libur. Pak Chandra mengajakku untuk jalan-jalan. Mengingat selama ini kami tidak pernah refreshing


“Mas, kita akan kemana?” tanyaku heran


“Kamu maunya kita kemana?” pak Chandra ganti bertanya


“Mas, aku tuh tanya kok malah mas balik tanya sih?” ucapku sewot

__ADS_1


“Ya sudah, kamu mau tidak kalau kita ke taman bermain?” tanya pak Chandra


“Ya sudah.” Jawabku


Tak selang berapa lama, kami pun sampai di taman bermain. Lalu... Hampir semua permainkan sudah kami mainkan dan akhirnya kami pun pulang


“Bagaimana Ai, apa kamu senang hari ini?” tanya pak Chandra dalam perjalanan


“Lumayan.” Jawabku dan pak Chandra pun tersenyum


“Syukurlah..” Ucapnya dengan nafas lega.


Lalu aku pun tertidur karena kelelahan. Dan beberapa saat kemudian, sampailah kami di rumah.


“Ai... Ai.. Ai... Bangun sayang. Sudah sampai.” Ucap pak Chandra mencoba membangunkanku tapi aku tak juga bangun.


Akhirnya, pak Chandra pun menggendongku dan membawaku masuk lalu merebahkanku di atas tempat tidur.


“Ai.. Terimakasih.” Ucap pak Chandra lirih sambil mengecup keningku


.


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut...👇


__ADS_2