
Ketika Nara dan Gilang pulang, pak Chandra dan pak Rudi pun datang. Saat itu keadaanku sedikit tidak baik. Karena terlalu memaksakan diri untuk mengingat.
“Ai, kamu tidak apa-apa?” tanya pak Chandra yang melihatku meringkuk di atas tempat tidur
Namun aku tidak menjawab. Sekujur tubuhku di penuhi oleh keringat dingin. Pak Chandra yang mengetahui keadaanku itu langsung menggendongku
“Ada apa, Chan?” tanya pak Rudi
“Ai harus segera di bawa ke rumah sakit, Rud. Keadaannya buruk.” Jelas pak Chandra yang tergesa-gesa membawaku ke mobil
“Ya sudah. Biar aku yang menyetir. Kamu pangku saja istrimu.” Ucap pak Rudi dan pak Chandra pun mengangguk
Akhirnya mobil pun melesat dengan cepat ke arah rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, aku langsung di masukkan ke ruang UGD agar cepat ditangani
“Dok, bagaimana keadaan istri saya?” tanya pak Chandra khawatir
“Istri bapak sudah tidak apa-apa. Hanya saja dia masih belum bisa terlalu banyak berpikir.” Jelas dokter
“Tapi apa ini akan mempengaruhi pemulihan daya ingatnya dok?” tanya pak Chandra
“Ya. Ini mungkin saja akan mempengaruhi pemulihan daya ingatnya. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya. Tapi saya berpesan pada bapak agar tidak memaksakannya untuk bisa mengingat dalam waktu cepat. Jadi pelan-pelan saja, ya.” Ucap Dokter
“Baik dok. Terimakasih” ucap pak Chandra
dan di saat yang bersamaan, aku mendengar semuanya. Namun aku pura-pura belum sadar.
“Chan, sekarang kita harus bagaimana?” tanya pak Rudi
__ADS_1
“Entahlah, Rud. Aku sendiri juga tidak tahu. Sekarang yang bisa kita lakukan hanya berdoa semoga Ai bisa cepat pulih.” Ucap pak Chandra putus asa
Sebenarnya aku merasa kasihan pada pak Chandra, tapi aku juga merasa sakit hati mengingat apa yang sudah dia katakan tentangku.
“Ai, kamu sudah tidak apa-apa?” tanya pak Chandra ketika mengetahui aku sudah bangun
“Aku sudah jauh lebih baik.” Jawabku
“Kamu masih pusing?” tanya pak Chandra
“Sudah tidak pusing.” Jawabku lagi
“Ya sudah. Kalau begitu sebentar lagi kita pulang.” Ucap pak Chandra karena sedang menunggu pak Rudi yang sedang menebus obat
Setelah pak Rudi selesai menebus obat, kami pun pulang dan begitu sampai di rumah, aku langsung masuk ke dalam kamarku dan menguncinya. Di dalam kamar aku menangis sejadi-jadinya.
“Kenapa? Kenapa pak Chandra tega mengatakan itu semua? Apakah yang dia katakan dan lakukan itu hanya kebohongan belaka?” gumamku lirih sambil menangis
Aku pun hanya bisa menangis dan menangis. Aku tidak tahu aku harus bagaimana.
“Ai.. Ai.. Kamu tidak apa-apa kan? Ayo kita makan. Ai... Buka pintunya....!!” Pinta pak Chandra dari luar
“Aku tidak apa-apa. Bapak kalau mau makan, makanlah duluan. Aku belum ingin makan.” Ucapku dengan suara yang sedikit serak akibat menangis
Mendengar aku bicara seperti itu, pak Chandra tidak bisa apa-apa lagi. Lalu dia pun menyuruh bi Ina agar membawakanku makanan dan juga obat
‘tok.. tok.. tok..’ suara pintu diketuk
“Ai, buka pintunya. Ini bibi. Bibi mengantarkan makanan dan obat buat Ai.” Ucap bi Ina dari luar
__ADS_1
Tak selang berapa lama aku pun keluar
“Ya ampun Ai, kamu kenapa?” tanya bi Ina setelah melihatku sembab
“Bi, jangan kencang-kencang. Nanti pak Chandra dengar.” Ucapku dan kemudian bi ina masuk kemudian duduk di pinggir tempat tidurku
“Ai, ada apa? Kenapa kamu menangis sampai mata kamu sembab begini?” tanya bi Ina khawatir
“Bi, aku sudah ingat semuanya bi. Aku kecewa sama pak Chandra. Kenapa dia sampai tega bicara seperti itu tentangku, bi?” ucapku lirih.
“Oh jadi kamu sudah mengingat semuanya?! Bagus donk kalau begitu.” Ucap bibi senang
“Memangnya tuan bicara apa tentang Ai?” tanya bibi
“Dia bilang kalau dia itu kadang cape’ menghadapi sikapku yang labil dan juga kadang kala dia merasa menyesal sudah menikahi aku. Padahal dulu sebelum aku menerima lamarannya, aku terlebih dahulu bertanya pada pak Chandra tentang seberapa yakin dia dengan keputusannya itu. Takut-takut penyesalan seperti ini terjadi. Eh tidak di duga, penyesalan itu pun tetap terjadi.” Ucapku sambil memeluk bi Ina
Sementara di luar kamar ternyata pak Chandra mendengarkan semuanya dari awal hingga akhir.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Lalu bagaimana reaksi pak Chandra setelah tahu Ai ingatannya sudah kembali? Tunggu kelanjutannya next...
Lanjut👇