Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
yang sesungguhnya


__ADS_3

“Tidak Ai.. Awas..!!" Teriak Bu Mila.


Namun tiba-tiba..


“Jleb..! Bruk.. !” Yuli menusukkan pisaunya.


Ternyata tusukan pisau itu hanya menggores lenganku karena di saat yang tepat, aku di tarik oleh pak Rudi yang memang sedang berada di dekatku.


Namun di saat yang bersamaan bu Mila yang hendak menghentikan langkah Yuli untuk menusuk ke arahku lagi, tiba-tiba menjadi tertusuk karena bu Mila menggunakan tubuhnya untuk melindungiku


“Pak Chandra, pegang sekuat tenaga Yuli. Pak Rudi, tolong panggil ambulans sekaligus polisi dan bi Ina, tolong ambil kain...!!” teriakku pada semua orang yang ada di ruangan itu.


“Bu, ibu harus bertahan ya. Aku mohon.” Ucapku lirih


“Ai, maafkan saya.” Ucap bu Mila sebelum pingsan


“Bu.. bertahan bu..!!” pintaku


Tak selang berapa lama, polisi dan ambulance pun tiba. Yuli langsung diamankan polisi dan bu Mila langsung di bawa ke Rumah sakit untuk segera di tolong. Aku dan pak Chandra mengikuti ambulance tersebut, sementara Pak Rudi mengurusi pelaporan Yuli di kepolisian.


Setelah sampai di rumah sakit, bu Mila langsung di bawa ke UGD dan aku sendiri ke ruang perawatan untuk memerban lukaku.


“Mas, apa bu Mila akan baik-baik saja?” ucapku khawatir


“Kamu tidak usah khawatir. Bu Mila sudah ada dokter yang merawatnya. Pasti dia akan baik-baik saja.” Ucap pak Chandra menenangkanku


“Mudah-mudahan ya mas.” Ucapku sambil menahan nyeri

__ADS_1


“Kamu tidak apa-apa sayang?” tanya pak Chandra padaku


“Tidak apa-apa mas. Oh ya mas, kita lihat bu Mila yuk. Aku mohon.” Pintaku dan pak Chandra pun mengangguk


Setelah sampai di depan ruangan UGD, Dokter pun keluar


“Bagaimana Dok keadaan teman saya?” tanya Pak Chandra mewakiliku


“Keadaan pasien kritis. Dia kehilangan banyak darah. Jika setelah malam ini dia tidak sadar, maka dia tidak bisa tertolong lagi. Tapi jika dia sadar sebelum waktu yang diperkirakan, maka dia lolos dari masa kritis.” Jelas Dokter


“Oh tidak bu Mila. Kenapa bu Mila menyelamatkanku? Kenapa bu?” ucapku menyesal dan menangis


“Sayang, ini bukanlah salah kamu. Dia seperti ini, karena dia ingin menebus kesalahannya padamu waktu itu dan meminta maaf padamu.” Ucap pak Chandra.


“Sekarang yang harus kita lakukan adalah berdoa semoga dia bisa melewati masa kritisnya ini.” Lanjut pak Chandra dan aku pun mengangguk


“Ya. Kita lihat saja nanti.” Ucap Pak Chandra tidak yakin


“Mas..” ucapku lagi


“Ada apa sayang?” tanyanya lembut


“Mas, bagaimana perasaan mas sekarang saat melihat Bu Mila sedang terbaring antara hidup dan mati seperti ini? Secara biar bagaimanapun bu Mila ini kan pernah menjadi orang yang mas cintai.” Ucapku


“Ai, sayang, jujur. Dulu memang aku sangat mencintai bu Mila. Tapi itu dulu sebelum dia membuat hatiku hancur dan mati. Namun, di saat aku sedang terpuruk dan hatiku hancur, aku melihatmu di awal upacara penerimaan sekolah.” Ucapnya


“Jadi mas sudah tahu aku dari awal aku kelas satu?” tanyaku bingung

__ADS_1


“Iya sayang. Di saat aku melihat kamu, awalnya aku tidak peduli tapi dalam setiap gerak gerikmu itu membuat aku tidak bisa melepaskan pandanganku darimu. Dan kebetulan awal hari dimana kamu kelas 2, aku melihatmu lagi dan ternyata aku juga adalah wali kelasmu. Di saat itu, aku putuskan untuk memastikan perasaanku dan memanggilmu ke kantor waktu itu.” Ucap pak Chandra lagi-lagi


“Oh yang waktu itu mas langsung lamar aku dadakan itu ya?!” ucapku


“Iya sayang. Saat itu aku menjadi benar-benar yakin dengan perasaanku sama kamu dan langsung memutuskan buat lamar kamu.” Jelasnya dengan wajah serius


Dan aku hanya tersenyum ketika mendengar penjelasannya.


“Chandra.. Chandra..” ucap bu Mila lirih karena baru sadar dari koma


“Mas, bu Mila mas... Bu Mila sadar.” Ucapku bahagia


“Dok.. Dok.. Dokter..!” panggil pak Chandra


.


.


.


.


.


.


Lanjut...👇

__ADS_1


__ADS_2