
Sesampainya di rumah, aku langsung masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaianku dengan pakaian rumah. Setelah semuanya selesai, akhirnya aku berbaring di tempat tidur dan mencoba melihat cincin yang ada di jariku.
“Ternyata cincin ini cantik juga ya.” Pikirku sambil melihat cincin itu.
Lama kelamaan aku pun tertidur karena terlalu lelah.
# Sementara itu di kediaman pak Candra
“Selamat sore, Tuan.” Sambut bi Ina menghampiri.
“Sore, bi...” Jawab pak Chandra sambil memberikan tas yang dibawanya kepada bi Imah.
“O ya bi, bibi masak apa buat makan malam?” tanya pak Chandra sambil melangkah menuju kamar yang ingin cepat-cepat mandi karena badan yang super lengket karena keringat.
“O itu tuan, bibi masak masakan kesukaan tuan. Sayur tumis kacang panjang, tempe goreng, dan ikan goreng.” jawab bibi menjelaskan.
Sangat sederhana bukan!? Memang kehidupan pak Chandra dari kecil sudah diajarkan sederhana oleh orang tuanya😊. Tapi sayang, semenjak orang tuanya meninggal 15 tahun yang lalu, pak Chandra selalu dijaga dan dirawat oleh bibi. Bibi sangat sayang padanya. pak Chandra merasa bersyukur sekali karena pada saat dia sedang terpuruk, masih ada orang yang mau memperdulikannya dan menjaganya.
“O ya..!? Terimakasih bi 😊” sahut pak Chandra sambil tersenyum senang.
Lalu pak Chandra pun mandi dan mengganti pakaiannya. Seusai pak Chandra beres, pak Chandra lalu pergi menuju meja makan. Dan seperti biasa, pak Chandra menyuruh bibi untuk menemaninya makan di meja makan.
# Kembali ke kehidupan Aina
Tanpa sadar aku tertidur cukup lama. Sekarang waktu menunjukkan pukul 5.30 sore. Aku pun langsung beranjak dari tempat tidurku menuju ruang keluarga.
“Bu, hari ini ibu masak apa?” tanyaku kepada ibuku
__ADS_1
“O tadi Adikmu minta di buatkan ayam goreng. Tapi ibu membuatnya cuma untuk adikmu saja. Kamu kan tahu sendiri watak adikmu kalau tidak dituruti.” Jawab ibuku
“Kamu makan dengan tempe saja ya dan tumis kangkung !?” lanjutnya kepadaku.
“Iya, Bu. Tidak apa-apa. Ini juga sudah enak kok 😄.” Jawabku sambil mengambil piring.
Setelah semuanya sudah ada di atas piring, aku pun mulai menyantapnya dengan lahap. Bagaimana tidak, dari siang aku cuma makan pakai roti saja...🙁.
Setelah selesai makan, aku pun masuk ke dalam kamar lagi dan mengerjakan tugas yang tadi diberikan oleh guru.
Ya begini-begini, aku, walau dikata cuek dengan pelajaran, tapi aku selalu mengerjakan tugas tepat waktu. Tentunya sebisaku berdasarkan catatan yang diberikan guru. Maklumlah, aku tidak punya buku paket penunjang...aku takut buat minta. Bukan karena takut dimarahi waktu minta, tapi aku takut sudah beli buku mahal-mahal tapi hasil prestasiku tidak sesuai harapan orang tuaku. Karena dulu pernah begitu dan aku di marahi habis-habisan.
Ya begitulah orang tuaku. Selalu mengharapkan timbal balik yang sesuai dan tentunya harus ‘sempurna’ menurut mereka.
Ya sudahlah. Aku sudah terbiasa kalau harus seperti ini. Begini jauh lebih baik.
# sementara di kediaman pak Candra
“Bagaimana keadaannya sekarang ya!? Sekarang dia lagi apa, ya!? Sudah makan belum ya!?” gumam pak Chandra sambil melihat laptop.
“Haizz, bagaimana cara aku menghubunginya!? Aku lupa dia tidak punya hp.” Gerutu pak Chandra sambil memegang hp.
“Ya sudah, lebih baik aku belikan hp baru buat dia. Dia pasti senang😊.” ucap pak Chandra kemudian sambil keluar menuju mobil karena hendak ke counter hp beli hp.
Beberapa saat kemudian, pak Chandra pun sampai di tempat yang dituju.
“Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu?” tanya pelayan toko dengan sopan.
__ADS_1
“Aku sedang mencari hp untuk perempuan dan juga nomor hp yang cantik.” Ucap pak Chandra sambil tidak mengalihkan pandangan dari semua hp yang terpajang.
“Baiklah pak. Kalau begitu saya akan coba merekomendasikan hp ini. Siapa tahu bapak suka.” Katanya sambil menyodorkan hp berwarna silver dan terlihat imut.
Setelah dilihat-lihat ternyata bagus juga.
“Ah tidak peduli apa kelebihan hp ini, yang penting bisa menghubungi gadis kecilku.” Pikir pak Chandra sambil melihat hp itu.
“O ya, aku juga mau nomor yang ini.” Kata pak Chandra sambil menunjuk ke salah satu nomor.
“Sekalian pasangkan kartunya ya dan setting kan sekalian.” Ucap pak Chandra kepada pelayan toko tersebut.
“Baik pak. Bapak tunggu sebentar.” Jawab si pelayan toko.
Setelah semuanya sudah selesai, pak Chandra pun membayarnya dan kemudian pulang.
Sesampainya di rumah, pak Chandrapun langsung menyimpan hp itu baik-baik ke dalam tasnya. Lalu dia pun mulai tertidur.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Lanjut..👇