Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
mendaftar nikah


__ADS_3

Sesampainya aku di ruang tamu, aku melihat pak Chandra yang tersenyum melihatku.


“Bahagia banget?!” sindirku ke pak Chandra


“Harus bahagia donk. Kan mau nikah. Ya kan bu?” ucap pak Chandra yang dibarengi anggukan dan senyuman dari ibu.


“Ya sudah, sana berangkat. Keburu kesiangan nanti.” Ucap ibu


“Ya sudah kami berangkat dulu bu.” Ucapku


“Iya. Hati-hati di jalan.” Ucap ibu lagi di barengi oleh anggukan kami berdua.


Setelah berpamitan, kami pun berangkat. Dalam perjalanan, aku terus diam.


“Ai, apa kamu masih marah?” tanya Pak Chandra


“Hmm...” jawabku sambil menengok ke jendela pintu


“Adu duh.. Ada yang marah ni ye” ledek pak Chandra


“Eh sayang, kamu terlihat cantik dan menggemaskan kalo lagi marah seperti ini.” Godanya lagi.


“Mas...!! Mas tahu tidak, aku tuh sebal sekali dengan mas.” Rajukku


“Iya aku tahu kok. Aku tahu kalau kamu tuh sebel sama aku. Alias senang betul di goda seperti ini. Iya kan?!” ucap pak Chandra masih menggodaku


“Bapak Chandra...!!” teriakku kesal


“Bwahahaha....😂” ketawa lepas pak Chandra.


Aku mendengar tawanya merasa dongkol banget.


‘huh..’ gumamku

__ADS_1


Mobil pun terus melaju hingga sampailah kami di kantor catatan sipil.


“Maaf pak, ada yang bisa saya bantu?” tanya pegawai catatan sipil


“Iya.. Kami ingin mendaftarkan pernikahan kami untuk hari jum’at ini.” Jawab pak Chandra


“Baik pak, silahkan isi data di formulir ini dan lampirkan berkas-berkas yang diminta.” ucap pegawai catatan sipil itu memberi arahan kepada kami


Setelah mendengar arahan itu, kami pun segera mengisinya kemudian menyerahkannya.


“Baik pak. Tunggu sebentar” ucap pegawai tersebut


“Baik, semua sudah selesai, dengarkan saya baik-baik.” Ucap pegawai sipil itu memberi instruksi, kami berdua pun mengangguk berbarengan.


“Begini, acara akad nikah kalian akan dilaksanakan hari jum’at jam 2 siang. Tapi yang jadi pertanyaan saya itu, dimana kalian akan menyelenggarakan akad nikah?” tanya si petugas


“Pak, akad nikah kami mungkin akan dilaksanakan di kantor KUA saja.” Ucap pak Chandra


“Baik pak. Terimakasih atas bantuannya.” Ucap pak Chandra sambil menyalami petugas itu


“Sama - sama” jawab petugas itu singkat


****


“Sayang, masih marah?” tanyanya kali ini serius


“Tidak, ada apa?” tanyaku


“Hari ini kita beli buat seserahan yuk dan sekalian beli cincin, gimana?” tanya pak Chandra hati-hati takut aku marah lagi


“Kenapa harus sekarang?” tanyaku polos


“Sayang, mulai dari hari besok sampai hari H, kita tidak boleh ketemu. Jadi ini kesempatan terakhir kita buat beli seserahan. Bagaimana?” tanyanya lagi

__ADS_1


“Kalau kita tidak boleh ketemu, berarti aku dipingit donk?” tanyaku yang tersadar akan hal itu


“Iya betul. Gadis pintar.” Ucap pak Chandra


“Tapi kalau telepon boleh kan?” tawarku


Pak Chandra pun tersenyum dan mengangguk.


“Ya sudah kalau begitu, kita beli semuanya sekarang.” Ucapku semangat


****


Ternyata melelahkan juga ya cari barang buat seserahan itu. Aku dan pak Chandra pun sejenak beristirahat mencari makanan dan minuman setelah seharian mencari barang-barang yang diinginkan.


Tak terasa sudah malam. Kami pun pulang. Seampainya di rumah, aku pun langsung masuk ke dalam dan pak Chandra pun langsung pamit pulang juga.


Ya... Bagi kami, hari ini adalah hari yang melelahkan. Jadi mungkin di saat yang bersamaan kami hanya ingin tidur...😴


Keesokan harinya aku lemas sekali seperti tidak ada tenaga. sampai pada akhirnya...


"Ai.. ai.. temanmu Nara datang nih." teriak ibu memanggilku lalu aku menyuruhnya untuk langsung masuk ke dalam kamar...


.


.


.


.


.


Lanjut...👇

__ADS_1


__ADS_2