
Setelah semua sudah diatur, kami pun menjalani hari seperti biasa. Hingga suatu ketika..
‘tok.. tok.. tok..’ suara pintu diketuk.
Kali ini di rumah cuma ada aku dan bi Ina. Karena Pak Chandra sedang ada kelas tambahan seperti biasa.
“Bi, siapa yang datang?” tanyaku
“Tidak ada siapa-siapa, Ai. Cuma tadi bibi lihat ada amplop ini saja.” Jawab bi Ina sambil menyodorkan sebuah amplop padaku
“Terimakasih, bi.” ucapku
Setelah mendapatkan surat itu, aku pun langsung membacanya
Isi surat itu adalah
‘Sudahku bilang, jika kamu masih belum menceraikan Chandra, maka aku tidak akan segan-segan lagi padamu.’
“Hmm..” gumamku dengan senyum licik
Setelah itu, aku pun melihat rekaman yang ada saat si peneror datang.
“Sudah ku duga, kamulah orangnya.” Ucapku dalam hati
Setelah semuanya sudah sedikit menjadi jelas, maka akan kujalankan rencana yang kedua. Hanya sekedar untuk memastikan saja.
Setelah beberapa saat, pak Chandra pun pulang.
“Kamu kenapa sayang?” tanya pak Chandra
“Aku lelah kak berhubungan denganmu. Lebih baik aku pergi saja dari rumah ini.” Ucapku
“Sayang, sebenarnya ada masalah apa sampai-sampai kamu ingin pergi meninggalkan aku.” Ucap Pak Chandra
“Tanya pada diri mas sendiri. Sebenarnya apa yang sudah mas lakukan sehingga membuatku ingin pergi.” ucapku marah
“Haiz anak ini. Ya sudah. Mas minta maaf. Sekarang kamu mau apa?” tanya pak Chandra
__ADS_1
“Sekarang aku mau ke rumah masku.”Ucapku
“Mau diantar?” tanya pak Chandra
“Tidak usah. Aku bisa sendiri.” Ucapku
Setelah mengatakan itu, aku pun langsung pergi.
Dan aku pun tinggal sementara dengan pak Rudi.
****
‘tok.. tok.. tok...” aku mengetuk pintu rumah pak Rudi
“Eh Ai, silahkan masuk.” Ucapnya sopan
“Bagaimana?” tanyanya
“Lancar pak.” Jawabku setelah masuk ke dalam rumah
# Flash back
Isi pesannya adalah
‘teror kedua sudah didapat. Sekarang tinggal jalankan rencana selanjutnya untuk lebih memastikannya lagi. Dan saat aku sudah tak tinggal lagi di rumah, maka perempuan pertama yang datang ke rumah pak Chandra adalah pelaku di balik semua ini. Namun walaupun kita nanti sudah yakin dengan siapa orang itu sebenarnya, kita masih tetap harus pura-pura tidak tahu. Sampai di saat yang tepat kita akan menjebaknya.’
# flash back and
****
Keesokan harinya, aku sekolah seperti biasa. Dan benar saja, setelah beberapa hari, perempuan itu datang ke rumah pak Chandra untuk memastikan. Kami bertiga yang sudah tahu akan permainan yang dia buat pun tetap pura-pura tidak tahu. Sampai menunggu saat yang tepat.
“Ai, kamu kenapa kelihatan murung?” tanya Nara yang tidak tahu apa-apa
“Oh kamu, Nar. Aku tidak apa-apa kok. Cuma sedikit ada masalah saja di rumah.” Jawabku dan Gilang pun mengerti
“Kamu berantem sama pak Chandra?” tanya Nara sambil berbisik
__ADS_1
“Iya, beberapa hari yang lalu aku ribut besar sama pak Chandra. Sekarang aku tinggal dengan Pak Rudi selaku masku.” Jelasku
“Mas? Pak Rudi?” tanya Nara bingung
“Iya, pak Rudi itu mas aku.” Ucapku
“Bener juga ya kata orang, sekalinya kita berbohong, kita akan menutupi kebohongan yang satu dengan kebohongan yang lain.” Gumamku dalam hati
“Oh jadinya begitu.” Ucap Nara dan Gilang pun mengerti akan hal itu.
“Kamu yang sabar ya, Ai.” Ucap Nara dan aku hanya mengangguk.
Setelah selesai mengobrol dengan Nara, teleponku pun bunyi
“Halo..” ucapku
“Ai, aku kangen nih. Sampai kapan seperti ini? Terus kapan rencananya kita membongkar semuanya?” tanya pak Chandra yang sudah tidak sabar lagi
“Tenang. Sebentar lagi.” Ucapku
“Ya sudahlah.” Ucap pak Chandra pasrah
“Ok.” Jawabku singkat lalu mematikan sambungan telepon
“Ya.. Rupanya permainan ini akan segera berakhir. Mudah-mudahan ini adalah menjadi hal untuk yang terakhir kalinya.” Gumamku dalam hati.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Kira-kira siapakah perempuan yang dimaksud Ai? Tunggu jawabannya di next..
Lanjut👇