
Segera setelah pak Chandra memberitahukan hal itu, aku pun langsung mengambil hpku.
‘Tut.. Tut.. Tut.. suara sambungan telepon
“Halo...” ucap Nara
“Halo, Nar. Ini aku, Ai.” Ucapku
“Eh pengantin baru. Bangaimana semalam, kejadian tidak?” godanya
“Ish.. Apa sih kamu, Nar..?!” ucapku yang seketika memerah akibat dari membayangkan kejadian semalam
“Eh ya, Nar. Aku boleh minta tolong tidak?” tanyaku
“Minta tolong apa?” ucapnya
“Minta tolong... Besok, kamu dan Gilang bisa datang lebih awal tidak?” ucapku
“Memang kenapa, Ai?” tanyanya bingung
"Begini, kamu kan tahu sekarang statusku dengan pak Chandra itu apa..” ucapku
“Terus...” ucapnya
“Terus kalau kamu dan Gilang datang lebih awalkan, teman-teman tidak akan curiga denganku dan pak Chandra.” Jelasku
“O.. Jadinya masalah itu..?!” ucap Nara yang baru mengerti
“Iya. Bagaiman? Kamu dan gilang usahakan ya datang lebih awal.” Pintaku
“Ok. Kami usahakan deh.” Jawab Nara
“Terimakasih, Nar.” Ucapku
***
Hari ini adalah hari pesta perpisahan kelas. pak Chandra mengundang teman-teman sekelas untuk datang ke rumahnya.
Mereka semua sangatlah antusias. Tapi tidak untuk Aku. Karena aku melihat ada seseorang yang sepertinya berniat mendekati pak Chandra
__ADS_1
“Wah pak, rumahnya besar sekali. Bapak di sini tinggal sendirian ya?” tanya Yuli, orang yang tadi aku maksud
“Tidak kok, saya tidak sendirian. Masih ada dua orang lagi di sini." jelas pak Chandra
“Oo..” ucapnya
“Oh ya pak, Bapak sudah punya pacar?” tanyanya kepo
“O itu, saya tidak punya pacar tapi saya punya mantan yang sekarang sudah...” ucapan pak Chandra terpotong
“Pak Chandra, bapak kemana saja sih? Dari tadi saya mencari-cari bapak.” Ucap Gilang tiba-tiba
“Saya dari tadi di sini. Memang kamu mencarinya dimana sih Gilang?” ucap pak Chandra
“Tadi? Iya saya cari bapak di dapur. Eh tidak ketemu.” Ucap gilang ngasal
“Untuk apa kamu cari saya di dapur? Kan acaranya di sini, bukan di dapur.” Tanya pak Chandra heran
“Ish guru satu ini tidak mengerti plus tidak peka banget sih kalau istrinya tuh lagi memperhatikan dari tadi.” Gumam Gilang dalam hati
“Gilang?” tegur pak Chandra
“Eh iya pak? Tadi bapak bilang apa?” ucap gilang
“Oh itu, tadinya saya mau minta makanan lebih buat dibungkus untuk dibawa pulang.” Alasan gilang
“O begitu, memang tidak ada bi Ina di dapur?” tanya pak Chandra heran dan Gilang menggeleng
“Ya sudah ayo.” Ucapnya
“Eh Yuli, saya tinggal dulu ke dapur ya.” Ucap pak Chandra yang kemudian melangkah ke dapur
“Yul, aku tidak akan biarkan kamu buat mendekati pak Chandra. Ingat itu baik-baik.” ucap Gilang memperingatkan Yuli
Setelah Gilang mengatakan itu, Gilang pun segera menyusul pak Chandra di dapur. Sementara Yuli masih tidak terima dengan apa yang Gilang bilang
****
“Gilang kamu mau di bungkuskan yang mana?” tanya pak Chandra
__ADS_1
“Terserah Bapak aaja.” Jawab gilang sekenanya
“Eh pak, Bapak sadar tidak kalau Yuli itu ada maksud terselubung sama Bapak?” ucap Gilang
“Ah masa’ sih?” Tanya pak Chandra tidak percaya
“Ya elah si bapak. Masa’ begitu saja tidak paham sih?!” ucap Gilang agak jengkel
“Bener juga ya. Kalau dipikir-pikir kenapa juga dia tanya aku sudah punya pacar apa belum?” ucap pak Chandra yang seketika menghentikan aktivitasnya dan mencoba mengingat kembali obrolannya dengan Yuli tadi
“Eh dia tanyakan itu?! Terus bapak jawab apa?” tanya gilang yang lagi kepo
“Ya saya bilang tidak punya pacar tapi punyanya mantan.” Jawab pak Chandra datar
“Apa pak? Bapak bilang begitu?” tanya gilang panik
“Iya saya jawab itu. Tapi pada saat saya mau menjelaskan kalau mantan saya itu sudah jadi istri saya, kamu sudah keduluan datang tadi. Ya.. jadi terpotong deh penjelasannya." Ucap pak Chandra santai
“O my god... ****** deh aku. Jadi ini salahku?” Gumam Gilang
“Kamu kenapa kok menyalahkan diri sendiri seperti itu?” tanya pak Chandra heran
“Ya pak. Bagaiman tidak menyalahkan diri sendiri, gara-gara saya, si Yuli kan jadi tambah salah paham sama bapak dan belum lagi si Ai yang dari tadi memperhatikan bapak terus.” Jelasku
“Coba bapak pikir, bagaimana jadinya kalau Ai tahu kalau yang menyebabkan ini semua itu saya ?! Hedeuh...” keluh gilang
“Oh jadi begitu rupanya. Ya sudah kamu tenang saja. Nanti biar saya yang menjelaskan ke Ai.” Ucap Pak Chandra
“Beneran pak?” tanya gilang memastikan
“Iya.” Jawab pak Chandra
.
.
.
.
__ADS_1
.
Lanjut...👇