
Tak selang berapa lama, Dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan bu Mila
“Dok, Bagaimana keadaan Bu Mila?” tanyaku khawatir
“Syukurlah, pasien sudah lepas dari masa kritis. Tinggal menunggu keadaannya stabil dulu baru kita pindahkan dia ke ruang perawatan.” Jelas dokter
“Syukurlah..” ucapku dengan menarik nafas lega
“Kalau begitu saya pamit dulu.” Ucap Dokter itu
“Iya Dok. Terimakasih banyak.” Ucap pak Chandra dan Dokter pun tersenyum
Setelah Dokter keluar, aku memegang erat tangan pak Chandra dan tersenyum.
“Mas, akhirnya kita bisa melewati ini semuanya.” Ucapku
“Chandra.. Chandra..” panggil bu Mila
“Mas..” ucapku
“Eh iya Mil, bagaimana perasaan kamu sekarang? Apa sudah lebih baik atau ada yang masih sakit?” ucap pak Chandra dan bu Mila pun menggelengkan kepalanya.
“Chandra.. Aku minta maaf atas sikapku ke kamu selama ini. Aku sadar. Aku sudah begitu banyak menyakitimu. Maafkan aku.” Ucap Bu Mila yang ternyata sempat mendengar apa yang kami obrolkan tadi.
“Ya sudah tidak apa-apa, Mil. Semuanya sudah jadi masa lalu sekarang. Lebih baik kita jangan mengungkitnya lagi.” Ucap pak Chandra
“Ai, titip jaga Chandra dan juga tolong cintai Chandra sampai kapan pun. Jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang sama seperti yang sudah aku lakukan padanya dulu.” Pinta bu Mila
“Iya Bu. Itu sudah pasti. Aku akan tetap mencintai pak Chandra. Ibu tenang saja.” Ucapku
“Oh iya Chan, mana Vino?” tanyanya mencari suaminya
“Oh Vino, mungkin sebentar lagi dia datang.” Jawab pak Chandra
*****
Akhirnya setelah menunggu beberapa saat, kondisi Bu Mila pun stabil dan kini dia dipindahkan ke ruang perawatan
__ADS_1
“Chan, bagaimana keadaan Mila?” tanya pak Rudi yang barusan datang dari kantor polisi
“Sudah stabil kok. Sekarang sedang tahap pemulihan.” Jawab Pak Chandra
“Terus, kamu sendiri bagaimana urusan di kantor polisi? Lancar?” tanya pak Chandra kemudian
“Semua beres. Semua bukti sudah diserahkan dan sekarang Yuli dalam taraf pemeriksaan.” Jelas pak Rudi
“Ya syukurlah. Bagus kalau begitu. Semuanya kini kembali kondusif.” Ucap pak Chandra lega
Tak selang berapa lama, akhirnya Vino pun tiba.
“Chan, bagaimana keadaan istriku?” tanya pak Vino
“Sudah stabil. Kamu lihat saja sendiri ke dalam.” Ucap pak Chandra
Tanpa banyak bicara, pak Vino pun langsung masuk ke dalam.
“Vin, kamu sudah datang?” tanya bu Mila dan pak Vino pun mengangguk
“Iya Ai. Terimakasih.” Ucap pak Vino
Setelah itu, aku pun keluar.
“Bagaimana keadaan bu Mila, sayang? Tanya pak Chandra saat aku keluar
“Sudah jauh lebih baik, mas.” Jawabku
“Mas, aku lapar.” Ucapku manja
“Kamu lapar sayang? Ayo kita cari makanan kalau begitu. Tapi aku pamit dulu ya sama yang di dalam. Takut mereka cari.” Ucap pak Chandra dan aku pun mengangguk
Setelah beberapa saat, pak Chandra pun keluar
“Sudah pamitnya?” tanyaku dan pak Chandra pun mengangguk
“Ayo.” Ucapku langsung menggandeng pak Chandra mesra
__ADS_1
“Woi.. Tunggu. Aku ikut.” Teriak pak Rudi
“Ai, aku juga mau di gandeng mesra seperti itu donk.” Ucap pak Rudi sambil menarik tanganku
“Apaan sih kamu, Rud?!” Ucap pak Chandra sewot
“Ah kamu, Chan. Aku kan kakaknya Ai. Aku juga mau di gandeng begitu sama Ai.” Rengek pak Rudi
“Tidak boleh. Gandengan saja noh sama patung Sinchan.” Ucap pak Chandra yang pergi sambil pamer kemesraan di depan pak Rudi
“Woi..!” teriak pak Rudi
Skip...
“Pak Chandra, memang ada ya patung Sinshan? Kalau ada, memangnya dimana?” tanya author
“Tidak tahu.” Jawab pak Chandra
“Lha kalau tidak tahu, kenapa tadi bilang ke pak Rudi suruh gandengan sama patung Sinchan?” tanya author bingung
“Biarkan saja. Habisnya dia ingin menempel terus sih sama Ai.” Ucap pak Chandra
“Duh yang cemburu..” ledek author
.
.
.
.
.
.
Lanjut..👇
__ADS_1