Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
Akhirnya


__ADS_3

Pesan Author


Harap bijak dalam membacanya...


******************************


“Kenapa Ai? Kamu tidak bisa tidur?” tanyanya dan aku pun mengangguk


Ketika melihat responku yang seperti itu, dia pun tersenyum dan menarikku ke pelukannya.


Diciuminya diriku dengan lembut, namun lama kelamaan ciuman itu menjadi hangat. Hal itu membuat aku melupakan semua ketakutanku selama ini.


Ciuman itu kini menjalar ke leherku. Kini posisiku berada di bawah tubuh pak Chandra. Kami masih terus melakukan ciuman.


Ciuman kali ini berbeda.


Aku pun mendesah tak tertahankan. Karena baru kali ini aku merasakan sensasi gairah yang luar biasa seperti ini. Begitu pula dengan pak Chandra yang nafasnya seperti memburu.


“Mas..” ucapku lirih karena sudah tidak tahan


Pak Chandra yang sepertinya tahu benar dengan apa yang aku inginkan.


Pak Chandra yang beberapa saat hanya diam melihatku pun lalu tersenyum dan dia pun mulai menciumku kembali.


Akhirnya, tanpa disadari, semua terjadi begitu saja. Tanpa ada rasa takut dan khawatir apa-apa lagi.


Setelah semua proses dijalani, akhirnya kami pun tertidur karena kelelahan.


******************************


Keesokan paginya pun tiba, aku pun terbangun terlebih dahulu. Aku merasakan seluruh badanku sakit semua. Dan di bagian bawah sana ada rasa perih.


“Aduh..” pekikku yang membuat pak Chandra terbangun


“Ada apa sayang?” tanyanya lembut

__ADS_1


“Sakit.” Ucapku singkat membuat pak Chandra tersenyum


“Memangnya pagi-pagi begini kamu mau kemana?” tanyanya heran.


“Aku mau ke dapur, mau belajar masak sama bibi.” Jawabku


“Memangnya kamu tidak apa-apa seperti ini?” tanya pak Chandra meyakinkan


“Iya sih. Ini masih terasa sakit.” Ucapku


“Ya sudah, kamu jangan kemana-mana dulu. Kalau memang masih sakit, kamu di kamar saja dulu. Nanti biar aku yang ambilkan sarapan buat kamu. Bagaimana?” Ucap pak Chandra


“Ya sudah deh. Sekarang aku mandi saja dulu..” ucapku


“Oh mau mandi ya?” tanya pak Chandra dan kemudian langsung menggendongku ke kamar mandi.


“Hei mas, mau apa?” tanyaku bingung


“Ya mau mandilah. Masa’ mau makan.” Celetuknya


“Memang kenapa? Kamu malu?” godanya


“Mas...” seketika wajahku memerah


“Tidak usah malu sayang. Aku kan sudah lihat semuanya.” Jawabnya lembut


“Tetap saja mas. Aku masih belum terbiasa. Sudah sana keluar dulu. Mandinya gantian denganku.” ucapku sambil mendorong badannya pak Chandra keluar


Pak Chandra yang melihat tingkahku pun tersenyum dan geleng-geleng


setelah aku selesai mandi, kini giliran pak Chandra


"Ai, apa kamu mau mandi sekali lagi?" goda pak Chandra


"Ih si mas. Tidak ah. Sudah sana cepat mandi. bau tahu." ledekku

__ADS_1


"Iya.. iya sayang, aku mandi. beneran tidak mau mandi lagi?!" ucap pak Chandra yang tidak ada bosannya menggodaku


"Tidak." sahutku singkat


******************************


‘tok.. tok.. tok..’ suara pintu diketuk


“Tuan, sarapan sudah siap.” Ucap bi Ina dari luar kamar


“Oh iya bi, terimakasih. Nanti saya kesana.” Jawab pak Chandra


“Ada apa Mas?” tanyaku yang sudah selesai mandi.


“Tadi bibi bilang kalau sarapannya sudah siap.” Jelasnya


“O..” jawabku singkat


“Kamu masih sakit?” tanyanya khawatir


“Masih sedikit sakit mas. Tapi tidak apa-apa. Sudah bisa dipakai jalan kok.” Ucapku


“O ya sudah. Kalau begitu aku mandi dulu setelah itu kita keluar untuk sarapan. Ok” ucap pak Chandra sambil mengecup keningku dan aku pun mengangguk


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut...👇


__ADS_2