
“Sekarang, apa yang harus kita lakukan, Chan?” ucap pak rudi yang tak kalah syok menghadapi kejadian itu.
Pak Chandra pun diam sejenak. Lalu dia pun memutuskan...
“Rud, kalau begini caranya sementara aku harus menjauhi istriku dulu. Dan aku akan pura-pura marah sama dia.” Ucapku
“Apa ini adil buat istrimu, Chan? Terus kalau dia berpikir kalau kamu sudah tidaj sayang dengan dia lagi bagaimana? Kamu akan kehilangan dia lho. Apa ini harga yang pantas buat cinta kalian?” ucap pak Rudi mengingatkan
“Habis mau bagaimana lagi?! Kalau aku jujur tentang keadaan ini ke dia, nanti dia stres. Tapi kalau aku tidak jujur tentang masalah ini dan mengambil keputusan sendiri, maka aku harus bersiap-siap untuk kehilangan dia. Aku bingung, Rud. Benar-benar bingung.” Ucap pak Chandra putus asa
“Chan, aku pikir biar bagaimanapun kamu harus jujur. Apa pun reaksi yang akan dia hadapi. Kalian berdua harus tetaplah bertahan. Ini adalah ujian buat kalian berdua.” Ucap rudi
“Benar yang dikatakan pak Rudi mas. Keputusan apa pun yang akan mas ambil, aku akan tetap mendukung. Dan jangan khawatirkan aku. Karena buatku, di bandingkan apa pun, mas lebih penting buatku.” Ucapku yang tiba-tiba datang mendekat
“Ai..?” ucap pak Chandra terkejut
“Kamu dari kapan tahu tentang masalah ini?” tanya pak Chandra
“Aku memang bodoh kak. Tapi mas lupa. Jika aku serius, aku bisa melakukan apa pun. Dan ini adalah salah satunya. Aku bisa dengan mudah menilai kondisi saat ini.” Jelasku
“Menyeramkan..” gumam pak Rudi
“Apa mas?” tanyaku pada pak Rudi dengan tatapan tajam
“Tidak, bukan apa-apa.” Ucap pak Rudi
__ADS_1
“Terus kita harus bagaimana sekarang?” tanya pak Chandra
“Menurutku sementara ini kita ikuti saja permainan dia. Kita akan ikuti apa maunya.” Ucapku
“Kamu yakin?” tanya pak Rudi
“Yakin seyakin-yakinnya. Lagi pula toh ini hanya sementara dan tidak beneran.” Ucapku mantap
“Tapi Ai, aku tidak mau jauh-jauh dari kamu.” Ucap pak Chandra
“Sabar mas, sementara ini mas harus sabar karena permainan baru saja di mulai.” Ucapku dengan senyuman licik
“Eh Chan, aku tidak salah kenali orang kan? Itu istrimu kan?” tanya pak rudi berbisik
“Iya itu istriku. Kamu tidak salah kenali orang kok.” Jawab pak Chandra berbisik
“Ststtst.. Nanti dia dengar omonganmu lho. Kamu mau jadi daging cincang ?!” bisik pak Chandra
“Ih amit.. amit deh.” Ucapnya spontan
“Kalian lagi ngapain?” tanyaku tiba-tiba mengejutkan mereka.
“Tidak.. Kami tidak lagi ngapa-ngapain kok.” Ucap pak Chandra mencari alasan
“Ok, mulai sekarang kita jalankan rencana kita.” Ucapku
__ADS_1
Pak Chandra dan pak Rudi saling lihat.
“Memang bagaimana rencananya Ai?” tanya pak Rudi penasaran
“Untuk saat ini, aku tidak akan kemana-mana dulu. Aku akan tetap tinggal di rumah ini. Tunggu sampai ada teror yang kedua kalinya. Tapi sebelumnya aku minta tolong pada Bapak-Bapak guru sekalian untuk memasang kamera tersembunyi dari pintu gerbang sampai pintu rumah. Bagaimana? Untuk sementara itu dulu. Ok?!” jelasku
“Maksud kamu menyuruh kami memasang kamera tersembunyi itu pasti untuk menjebak pelaku teror ya?! Tebak pak Rudi
“Bukan !! Pokoknya bapak ikuti saja instruksi dariku. Bagaimana? Mau tidak?” tanyaku dengan tatapan yang penuh dengan kelicikan.
“Baiklah kalau begitu. Kami ikuti instruksi dari kamu.” Ucap pak Chandra
“Bagus. Kita lakukan sekarang juga.” Ucapku dan mereka mengangguk
“Tunggu saja.. Ini akan jadi permainan yang akan menghancurkan dirimu sendiri. Siapa suruh berebut pak Chandra denganku.” Gumamku dalam hati
.
.
.
.
.
__ADS_1
Lanjut..👇