
Di saat aku sedang asyik-asyiknya membaca, pak Chandra tiba-tiba ada di hadapanku.
“Kamu lagi apa, Ai?” tanya pak Chandra
“Oh pak. Bapak sudah pulang?!” tanyaku
“Iya barusan. Kamu sedang apa?” tanyanya lagi
“Oh ini, aku tadi bingung mau apa, terus aku coba iseng-iseng baca buku-buku ini. Ternyata semua materi ini menarik ya pak.” Ucapku sambil tersenyum
Pak Chandra yang mendengar jawabanku pun seketika terkejut.
“Menarik? Menarikan mana sama buku-buku itu?” tanya pak Chandra sambil menunjuk ke arah setumpuk buku komik
“Itu kan komik ya pak? Punya siapa?” tanyaku polos
“Hadeuh...” gumamnya dalam hati
“Semua buku komik itu punya kamu sayang. Kamu dulu hobi banget baca itu.” Jelas pak Chandra
“Ah masa’ sih pak?!” tanyaku tidak percaya
“Iya sayang.” Ucap pak Chandra
“Oh, tapi kenapa ya, aku kok sama sekali tidak minat baca buku komik itu lagi. Aku sekarang malah suka baca buku pelajaran ini.” Ucapku sambil menunjukkan semua buku pelajaran yang berserakan di lantai.
“Ya sudah.. Ya sudah.. Kalau kamu memang suka, kamu bacalah. Tapi jangan terlalu memaksakan diri ya.” Ucap pak Chandra
“Oh ya pak, bapak punya buku yang lain, tidak?” tanyaku antusias
“Oh buku ya?! Sepertinya ada. Kamu bisa cari saja di kamarku kalau kamu mau. Ambil saja mana yang kamu suka.” Ucap pak Chandra
__ADS_1
“Tapi pak, itu namanya tidak sopan kalau aku main masuk saja ke dalam kamar orang lain.” Ucapku
“Siapa yang bilang tidak sopan?! Kamu kan sudah aku ijinkan buat masuk. Jadi tidak apa-apa.” Jelas pak Chandra.
“Ya sudah deh, pak.” Ucapku
“Oh ya Ai, tadi aku kesini itu ingin memberitahumu kalau kamu dua hari lagi sudah boleh sekolah. Tapi dengan syarat kamu harus bersama dengan sahabat kamu Nara dan Gilang, pacarnya.” Ucap pak Chandra
“Nara? Gilang? Siapa lagi mereka pak?” tanyaku bingung
“Mereka itu sahabat kamu. Besok akan aku suruh mereka ke sini dulu. Supaya kamu bisa terbiasa dengan mereka. Ok.” Ucap pak Chandra lembut dan aku pun mengangguk
“Ya sudah sekarang sudah sore, kamu mandi dulu sana. Setelah itu kita makan.” Ucap pak Chandra
“Baiklah pak. Tapi aku mau bereskan ini dulu ya pak.” Ucapku dan pak Chandra pun mengangguk sambil tersenyum kemudian pergi meninggalkanku.
****
“Hai Chan, bagaimana keadaanmu hari ini?” tanya pak Rudi
“Biasa saja.” Ucap pak Chandra datar
“Terus keadaan Ai bagaimana?” tanya pak Rudi lagi
“Dia sudah jauh lebih baik.” Jawab pak Chandra
“Oh syukurlah kalau begitu. Hmm.. Ai di rumah kelihatan bosan tidak, Chan?” tanya pak Rudi
“Kelihatannya sih begitu. Memang kamu mau apa, Rud?” tanya pak Chandra
“Aku ingin belikan dia komik lagi. Dia pasti suka banget deh.” Ucap pak Rudi sambil senyum senyum tidak jelas
__ADS_1
“Sepertinya dia tidak akan suka deh, Rud.” Ucap pak Chandra
“Maksudmu apa, Chan?” tanya pak Rudi bingung
“Dia sudah tidak tertarik lagi sama komik. Sekarang dia lebih suka baca buku pelajaran.” Jelas pak Chandra
“Ah yang benar kamu, Chan?! Kamu tahu dari mana?” tanya pak Rudi tidak percaya
“Kemarin waktu aku pulang, aku lihat buku berserakan dimana-mana. Dan kamu tahu itu buku apa saja?” tanya pak Chandra dan pak Rudi pun hanya menggeleng tidak tahu
“Buku itu buku pelajaran. Dan saat aku pergoki dia, dia lagi serius baca buku pelajaran. Sampai-sampai dia tidak sadar kalau aku sudah ada di depannya dan memperhatikannya.” Jelas pak Chandra serius
“Apa... ? Gubrak... Aw...” teriak pak Rudi
“Pfft.. Kenapa kamu, Rud?” tanya pak Chandra yang tadinya serius jadi tiba-tiba menahan tawanya..
.
.
.
.
.
Bersambung...
Kira-kira pak Rudi itu kenapa ya?!
Lanjut👇
__ADS_1