Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
dipingit


__ADS_3

Hari ini, masa pingitan pun dimulai. Hadeuh rasanya seperti mimpi aja buat aku 😔.


“Ai.. Ai... Temanmu Nara datang tuh.” Teriak ibu memberi tau


“Iya bu. Suruh ke kamar saja.” Ucapku


Setelah mendengar ucapanku, Narapun langsung masuk ke dalam kamarku.


“Hai pengantin, lesu sekali.” Ucap Nara meledek


“Iya nih bagaimana tidak lesu, aku tidak boleh keluar rumah?” jawabku


“Memang kenapa tidak boleh keluar?” tanya Nara bingung


“Aku lagi di pingit tahu tidak?” Jawabku sewot


“Oh di pingit..” kata Nara


“Ya tidak apa-apalah di pingit. Nanti juga kamu di pungut kan...” sambungnya menggoda lagi


“Sial kamu. Memang aku sampah apa di pungut 😩 ?!” ucapku sewot


“Becanda Ai.” Ucapnya


******************************


# dirumah pak Chandra


‘tok.. tok... tok..’ bunyi pintu di ketuk


“Mau cari siapa ya?” Tanya Bi Ina


“Saya Gilang, murid pak Chandra. Pak Chandranya ada?” tanya Gilang ke bi Ina


“Oh ada. Tunggu sebentar. Saya panggilkan. Silahkan masuk.” Ucap bi Ina


“Terimakasih bi.” Jawab Gilang


Gilang pun masuk dan duduk di ruang tamu. Tak selang berapa lama, pak Chandra pun datang


“Gilang, ada apa? Tumben kamu ke sini?” tanya pak Chandra bingung


“Tidak ada apa-apa, pak. Saya cuma mau menawarkan jasa. Siapa tahu bapak membutuhkan seseorang untuk mengobrol.” Ucap Gilang datar

__ADS_1


“Maksud kamu?” Tanya pak Chandra tambah bingung


“Ish bapak... bapak... Dengar-dengar bapak sebentar lagi mau nikah kan? Jadi pasti bapak sekarang pasti galau. Iya kan? Oleh karena itu saya ke sini.” Jelas Gilang sok tau


“Kamu tahu dari mana kalau saya mau nikah?” selidik pak Chandra


“Dari Nara. Nara tahu dari Ai.” Ucap gilang datar


“Oo... Tapi cuma kamu saja kan yang tahu tentang masalah ini?” tanya pak Chandra memastikan


“Iya pak, tenang saja. Tidak ada yang tahu kok.” Jawab Gilang


“Ya sudah kalau begitu... Saya bisa tenang.” Ucap pak Chandra


“O ya, kebetulan, besok kalian berdua mau tidak jadi saksi kami?” tanya pak Chandra


“Siip pak, dengan senang hati.” Ucap gilang mantab


“Eh iya pak, boleh tanya sesuatu tidak?” ucap Gilang


“Apa itu?” tanya pak Chandra


“Pak, malam pengantin besok, bapak mau langsung ‘ehm-ehm’ tidak?” tanya Gilang kepo


“Memang kenapa kalau masih sekolah ?! Kan bapak bisa pakai pengaman atau si Ai suruh minum obat kontrasepsi supaya tidak hamil dulu. Bagaimana?” ucap Gilang sok ngajarin


“Benar juga ya.. Kenapa tidak kepikiran. Kamu memang juara umum dalam segala hal, Gilang?” ucap pak Chandra sambil tersenyum dan menepuk bahu Gilang.


“Iya donk... Siapa dulu... Gilang..” Ucap Gilang bangga


***


# Di rumah Ai


Setelah ngomong panjang lebar, akhirnya...


“Ai, kamu sudah siap belum buat melayani pak Chandra, suamimu?” tanya Nara sudah mulai usil


“Ya sudahlah. Aku akan berusaha jadi istri yang baik yang menyiapkan segala kebutuhannya sehari-hari.” Jawabku polos


“Bukan cuma itu saja, oneng. Maksudku itu kebutuhan yang itu tu” ucap Nara


“Kebutuhan yang mana lagi, Nara?” jawabku polos

__ADS_1


“Et dah ni anak. Mau nikah juga masih oneng saja. Kebutuhan suami istrilah yang ‘ehm-ehm’ gitu lho.” Jawab Nara


“O yang itu. Emang harus ya?” tanyaku lagi


“Hadeuh.. Ai.. Ai.. Ya harus lah. Memang itu salah satu tujuan nikah. Orang nikah kan biar sah bisa melakukan hal itu. Terus dapat keturunan deh.” Jelas Nara


“O begitu. Tapi kalau aku tidak mau. bagaimana?” tanyaku lagi yang membuat Nara tambah jengkel


“Ya kamu dosalah oneng.” Jawab Nara


“Nah sekarang kamu pikirin deh baik-baik dan persiapkan dirimu buat malam pengantin besok.” Ucap Nara menasehati


Seketika mendengar omangan Nara, akupun diam dan berfikir serta membayangkan...


‘dag.. dig...dug...’ suara jantung Ai


“Cut.. Cut.. Cut..” teriak Ai


“Kenapa Cut Ai?” ucap author


“Bersambung aja dulu episode ini.” Pinta Ai


“lha kenapa bersambung.. Kan lagi seru-serunya?” tanya author


“Pokoknya bersambung aja. Masalahnya jantungku ini rasanya mau copot. Dag... Dig.. Dug an terus dari tadi.” Jelas Ai


“Bwahahaha... ya sudah.. Ya sudah.. Kita break dulu deh kalau begitu.” Ucap author


“Makasih author. Author memang baik deh.” Ucap Ai


So... Bersambung...


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut..👇


__ADS_2