
Setelah satu minggu setelah pengakuan pak Chandra di saat hasil ujian kelulusan, kini tiba acara dimana pesta kelulusan bagi semua murid kelas tiga
Hubunganku dengan pak Chandra sudah lebih baik dari sebelumnya.
Sesuai yang diberitahukan pak Chandra pada saat itu, bahwa akan ada hadiah kejutan buat semua yang ada di sekolah ini. Hari ini, setelah proses kelulusan, ada sebuah tamu undangan yang tak terduga, yaitu pihak sekolah mengundang salah satu band terkenal di ibu kota.
Sontak semua menjadi teriak histeris ketika idolanya tampil.
“Ai... Itu.. Itu band favoritku. Ai.. Lihat tuh.. Duh gantengnya..” ucap Nara histeris sambil loncat-loncat kegirangan
‘Pletak..’ seketika kepala nara dipukul Gilang
“Aw.. Sakit tahu, Lang.” Ucap Nara sambil pegangi kepalanya yang tadi dipukul Gilang
“Kamu tuh ya, Nar. Ada aku juga di sampingmu, kenapa kamu malah mengagumi cowok lain sih?” ucap gilang protes
“Nar, cowok kamu cemburu tahu.” Ucapku berbisik
“Haizz, ni cowok satu. Kamu cemburu?” goda Nara
“Huh..” ucap gilang buang muka karena takut ketahuan kalau mukanya sedang memerah
“Asik.. Ada yang cemburu..” teriak Nara yang tidak kalah heboh dengan band yang di undang.
Saat sedang girang-girangnya, tiba-tiba yang vokalis turun dari panggung
“Bisakah kita nyanyi bersama?” tanya sang vokalis kepada gilang dan Nara
Sudah bisa ditebak bukan bagaimana reaksi Nara. Ya..!! Super duper girang banget dan ini berbeda jauh dari sang pacar yang cemberutnya 5 meter.
Aku yang melihat mereka hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng.
Setelah mereka puas bernyanyi-nyayi yang menurutku tidak jelas (dalam artian suaranya hancur), mereka pun turun dari panggung
Setelah mereka turun dari panggung, music pun kembali normal. Nyanyiannya pun kembali merdu.
“Hai Ai, bagaimana suaraku? Enakkan?” tanya Nara yang PD habis
“Hmm... Hancur.. Masih merduan suara piring pecah deh daripada suara nyanyianmu.” Ucapku jujur
“Betul itu.” Sahut Gilang
“Kamu juga sama, Lang. Tidak ada bedanya. 11 12 sama Nara.” Ucapku jujur
__ADS_1
“Hihihi... Memang enak?!” ledek Nara ketika mendengar ucapanku
“Ah sial kamu, Ai.” Ucap Gilang
Di saat kami sedang heboh sendiri membahas suara hancur Nara, ada seseorang yang datang menghampiriku.
“Sayang... !” ucap orang itu yang tiba-tiba memelukku dari belakang.
“Pak, jangan begini. Tidak enak dilihati anak-anak.” Ucapku malu.
“Biarkan saja. Toh kita sudah resmi ini dan lagian kamu kan sudah lulus.” Ucap pak Chandra yang tidak mau melepaskan pelukannya
“Hai.. Mesra sekali kalian.” Celetuk Alya yang tiba-tiba datang
“Hai, Al. Kamu kok ke sini?” tanya pak Chandra
“Aku tadinya sih tidak mau. Tapi aku di paksa suruh ke sini.” Jawab Alya
“Siapa yang menyuruhmu kesini?” tanya pak Rudi yang juga tiba-tiba datang
“Haiz... Si biang kerok. Kenapa sih kamu cari masalah sama aku terus?” celetuk Alya tanpa menjawab pertanyaan pak Rudi
“Siapa juga yang cari masalah sama kamu? Rugi banget deh aku.” Ucap pak Rudi
“Hai.. Hai... Hai.. Kalian ini ya. Berantem terus setiap ketemu. Seperti kucing sama anjing saja.” Ucap pak Chandra
“Memangnya aku juga mau ke sini apa?” ucap Alya sewot
“Lha kalau kamu tidak ingin kesini, kenapa juga kamu datang?!” celetuk pak Rudi
“Sudah.. Sudah.. Cukup..!!” teriak pak Chandra
Dan di saat yang bersamaan musik pun berhenti
“Dengar-dengar, di sini ada pasangan yang sudah menikah diam-diam ya?” tanya sang vokalis band tersebut
“Iya..!” jawab semua murid yang ada di situ
“Bagaimana kalau kita suruh pasangan itu untuk bernyanyi bersama-sama.” Ucap vokalis itu
“Setuju..!!” seru semua murid
Aku dan pak Chandra yang mendengar itu pun hanya bisa tersenyum malu dan akhirnya tangan kami berdua pun ditarik ke atas panggung oleh Alya dan juga pak rudi
__ADS_1
Namun ketika hendak melangkah maju menaiki tangga panggung tiba-tiba...
“Gedebruk..” lagi-lagi pak Rudi jatuh karena terlalu bersemangatnya diiringi oleh robeknya sebagian rok mbak Alya dan sontak...
“Rudi...!!!!” teriak Alya sangat kencang sementara yang lainnya sibuk menolong pak Rudi yang jatuh terjungkal alias nyungsep.
Di saat yang bersamaan aku dan pak Chandra saling lihat satu sama lainnya lalu ...
“Ai, Aku sayang sama kamu. Terimakasih.” Ucap pak Chandra sambil mengecup keningku.
****
“Cut...” (author)
“Bagus..” (Author)
“Thor, ini beneran sudah cuma sampai di sini?” (pak Chandra)
“Iya..” (Author)
“Terus tidak ada sambungannya lagi?” (Pak Chandra)
“Ada.. Tapi tidak sekarang.” (Author)
“Kapan?” (Pak Chandra)
“Tenang saja.. di tunggu saja.😉.” (Author)
“Ya sudahlah. Kita mah pasrah saja.” (Pak Chandra)
“Woi Author!!” (teriak pak Rudi)
“Apa?” (Author)
“Tanggung jawab nih sudah buat kepala benjol.” (pak Rudi)
“Iya.. Tenang saja.. Nanti di season dua tidak ada jatuh-jatuhan lagi, tapi yang ada jatuh beneran.” (Author)
“Author.....!!!!!!” (pak Rudi)
“Buat semua pembaca sekalian, author ucapkan banyak terimakasih atas dukungan dan juga saran dari kalian selama ini. Tanpa kalian, tulisan author ini tidak ada artinya. Terimakasih..” (Author)
Jangan lupa bersambung ke season 2 ya....😉
__ADS_1
💓aku di cintai oleh guruku (2)💓
*****