
Sesampainya kami di sekolah, aku turun terlebih dahulu dan masuk. Sebenarnya sih, hari ini belum di mulai pelajaran. Kami di sini hanya untuk upacara penyambutan murid baru.
“Hai Ai, kamu masih pagi saja berangkatnya? Memang malam tidak begadang ya?” goda Nara yang lari mendekatiku.
“Ah kamu, Nar. Aku kira siapa?” ucapku
“Mana Gilang?” tanyaku lagi
“Noh, lagi di parkiran dengan yayangmu.” Jelasnya
“Oo...” jawabku singkat
“Ya sudah Ai, kita duluan yuk ke aula.” Ajak Nara
“Tapi bagaimana dengan Gilang?” tanyaku
“Sudah tidak apa-apa. Dia sudah besar, tidak akan kesasar. Yuk ah.” Ucap Nara sambil merangkulku
***
“Pak, sekarang bapak wali di kelas mana?” tanya Gilang saat bertemu pak Chandra
“Saya tidak pegang kelas mana-mana kok.” Ucap pak Chandra datar
“Tapi bapak masih mengajar?” tanya Gilang lagi
“Iya donk. Kalau saya tidak mengajar, kenapa juga saya ada di sekolahan?!” ucap pak Chandra sambil berjalan ke kantor guru
“Ya kali saja bapak mau jadi kepala sekolah gitu.” Goda Gilang
“Hus.. Kedengaran kepala sekolah, kamu pasti di gantung lho di pohon toge. “ ucap pak Chandra
“Ih seram. Amit-amit deh.” Ucap Gilang
“Eh tunggu dulu, tadi bapak bilang di gantung di pohon toge?” tanya Gilang
“Iya. Memang kenapa? Kamu takut?” goda pak Chandra
“Bapak Chandra...!!! Bapak mau mengerjai saya ya?!” ucap Gilang jengkel
“Bwahahaha....” tawa lepas pak Chandra.
__ADS_1
“Eh Gilang, kenapa kamu kesini? Kamu mengikuti saya ya?” ucap pak Chandra ke PD an.
“Ye si Bapak. PD benar ya?” celetuk Gilang
“Memang bukan ya?” tanya pak Chandra
“Ya bukanlah pak. Saya kan juara umum. Jadi saya di beri tugas sebagai perwakilan siswa untuk menyambut siswa baru.” Jelas Gilang
“O sangkain..” ucap pak Chandra
****
Sesaat lagi upacara dimulai. Kami semua duduk di tempat yang sudah di siapkan.
Di saat kami sedang duduk menunggu upacara di mulai, terdengar dari bangku barisan depan ada yang sedang membicarakan pak Chandra.
“Eh tahu tidak, belum lama ini aku diundang ke rumah pak Chandra lho.” Ucap seorang murid yang ternyata adalah Yuli.
“Ah masa’?” tanya salah lili temannya
“Iya. Beneran kok.” Ucap Yuli meyakinkan
“Terus... terus..” ucap Lili kepo
“Terus dia sudah punya pacar?” tanya lili
“Katanya sih sudah jadi mantan.” Ucap Yuli
“Wah ada kesempatan tuh Yul, secara kamu sudah suka dia dari kelas satu. Iya kan?!” Ucap Lili
“Iya. Memang aku mau mendekati dia kok. Mumpung masih ada 1 tahun lagi. Sayang kalau tidak di manfaatkan untuk mendapatkan pak Chandra. Ya tidak sih?!” ucap Yuli PD
Aku yang dari tadi dengar dengan jelas obrolan mereka, tiba-tiba merasa panas banget di hati ini. Pokoknya suasana hati ini jadi super duper BT.
“Ai, kamu kenapa? Kok tahu-tahu mukamu merah seperti ini? Kamu demam ya?” tanya Nara khawatir dan memegang keningku
“Tidak panas kok. Tapi kenapa mukamu merah seperti ini?” tanya Nara tambah khawatir
Aku yang merasa sangat kesal, hanya bisa diam. Aku tidak tahu harus bagaimana.
“Nar, aku mau ke mobil duluan lha. Aku tidak nyaman ada di sini.” Ucapku
__ADS_1
“Apa perlu aku antarkan ?” ucap Nara
“Tidak usah, Nar. Aku bisa sendiri. Kamu di sini saja. Takut Gilang cari kamu.” Ucapku
“Ya sudah deh. Tapi kamu hati-hati ya.” Ucap Nara
“O ya, kita calling-callingan saja ya. Tapi kamu jangan lupa.” Ucap Nara lagi
“Iya.. Iya.. Nar.” Jawabku singkat terus pergi dari tempat itu.
Setelah sampai di dalam mobil, aku pun menangis sejadi - jadinya.
“Pak Chandra, kenapa begitu berat mencintaimu, kenapa begitu sulit menjaga hatiku dari rasa cemburu ini, kenapa terlalu banyak godaan di hubungan kita ini? Kenapa pak?..😭” ucapku lirih
******
Tanpa di sadari, ternyata pak Chandra menyusulku...
“Ai.. Kenapa?” tanya Pak Chandra panik melihatku menangis sesenggukan
“Mas... Mas... Kok rasanya berat begini ya?” ucapku lirih sambil menangis
“Ada apa sayang? Apanya yang terasa berat?” tanya pak Chandra bingung dan aku masih saja menangis tanpa menjawab apa-apa
“Ai sayang...???” ucapnya lembut yang membuatku tak bisa menghentikan tangisanku.
Pak Chandra yang tidak mendapatkan jawaban apa-apa dariku, akhirnya menyerah dan memutuskan untuk memelukku hingga aku berhenti menangis.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Nanti dilanjutkan lagi ya. Authornya mau menangis dulu..😭
__ADS_1
Lanjut..👇