
‘tok.. tok.. tok..” pintu mobil di ketuk dari luar.
“Oh tidak.. Yuli..!!” teriakku dalam hati
“Mas... mas... Yuli mas. Itu Yuli. Bagaimana ini?” ucapku lirih dan panik
“Sudah tenang saja. Kamu tenang. Jangan berisik.” Pinta pak Chandra
“Hai Yul, kamu untuk apa di sini? Dekat-dekat mobil pak Chandra lagi. Mau apa kamu?” ucap Gilang sambil berjalan cepat ke arah mobil pak Chandra.
“Suka-suka aku lha mau apa. Bukan urusan kamu kali..” celetuk Yuli
“Memang sih bukan urusanku, hanya saja kamu tuh percis seperti orang mencurigakan tahu.” Ucap Gilang sinis
“Eh apa kamu bilang? Aku seperti orang mencurigakan?” ucap Yuli emosi
“lha kalau bukan mencurigakan terus apa? Diam-diam di sini sambil celingak-celinguk. Orang yang lihat juga pasti berpikiran yang sama seperti aku.” Ucap Gilang sinis
“Kamu..!! Uh...!” ucap Yuli kesal sambil melangkah pergi meninggalkan tempat parkir
Aku dan Pak Chandra yang dari tadi memperhatikan dari dalam mobil, akhirnya keluar.
“Terimakasih ya, Gilang.” Ucapku
“Iya sama-sama.” Sahutnya
“O ya, mana Nara?” tanyaku
“Dia tadi lagi ke toilet sebentar katanya. KaIian mau langsung pulang?” tanya Gilang
“Iya. Aku sudah tidak nyaman lama-lama di sini.” Ucapku lirih
“Ya sudah sana. Kalian hati-hati di jalan.” Ucap Gilang
“Iya. Tolong bilang ke Nara kalau aku dan pak Chandra balik duluan.” Ucapku lagi.
“Iya nanti aku sampaikan ke dia.” Jawab Gilang
Setelah mendengar jawaban Gilang, aku dan pak Chandra langsung masuk ke dalam mobil dan pergi
# Sementara di toilet...
“Sial.. Sial.. Aku hari ini tidak berhasil mendekati pak Chandra. Kenapa juga dia tiba-tiba turun dari podium dan pergi ke luar aula. Ish.. BT.. BT.. BT.. Tidak, aku harus bisa mendapatkan pak Chandra. Ya.. Aku harus ke rumahnya sekarang.” Gumam Yuli di depan cermin toilet dan di dengar oleh Nara yang memang pada saat itu sedang ada di dalam toilet.
__ADS_1
“Gawat nih. Aku harus cepat kasih tahu mereka. Kalau tidak, urusan bisa runyam.” Gumam Nara yang segera keluar ketika Yuli sudah pergi.
****
“Lang, kemana pak Chandra dan Ai ?” tanya Nara panik saat sampai di tempat parkir
“Pak Chandra dan Ai sudah balik duluan. Tadi katanya si Ai sudah tidak betah lama-lama di sini.” Jelas Gilang
“Lagian kamu kenapa, Nar? Kelihatan panik benar.” tanya Gilang bingung
“Bagaimana tidak panik. Si Yuli, lang, si Yuli..” ucap Nara terputus putus
“Ada apa sama si Yuli?” tanya gilang lebih bingung lagi
“Si Yuli mau ke rumah pak Chandra sekarang. Dia mau mendekati pak Chandra.” Jelas Nara
“What..? Terus kita harus bagaimana ini?” tanya Gilang ikutan panik
“Telepon lang, telepon saja. Siapa tahu pak Chandra dan Ai belum sampai di rumah.” Pinta Nara
“O iya.. iya..” sahut Gilang
‘tut.. tut.. tut..’ suara sambung telepon
“Halo pak. Bapak sekarang ada dimana?” tanya Gilang masih dengan nada panik
“Ada di jalan.” Jawab Pak Chandra singkat
“Masih jauh kan?” tanya Gilang lagi
“Lumayan. Memang ada apa?” tanya pak Chandra heran
“Pak, gawat si Yuli mau ke rumah Bapak katanya. Dia mau PDKT dengan Bapak.” Jelas Gilang to the poin
“Apa? Ya baik saya tahu. Terimakasih atas infonya.” Ucap pak Chandra
Setelah mendapatkan kabar itu, pak Chandra pun menelepon bi Ina
“Halo, bi..” ucap Pak Chandra
“Iya halo tuan. Tuan ada dimana?” tanya bi ina
“Saya lagi di jalan bi. O ya bi, ada perempuan yang mencari saya tidak bi ke rumah?” tanya pak Chandra
__ADS_1
“Tidak ada tuan. Memang ada apa tuan?” tanya bi Ina heran
“O ya sudah. Tapi kalau nanti ada yang mencari saya, bilang saja saya keluar dengan istri saya yang namanya putri. Ya bi. Terus kalau dia tanya kapan saya nikah, bilang saja kalau saya nikahnya kemarin, 2 hari sebelum pesta perpisahan kelas. Tapi ingat bi, jangan bilang nama depannya Ai ya. Bilang saja putri. Ok bi. Jelas kan?” tanya pak Chandra
“Jelas tuan. Terus tuan tidak makan siang di rumah?” tanya bi Ina memastikan
“Kemungkinan besar tidak bi. Nanti kalau saya mau pulang, saya telepon bibi dulu kok.” Ucap pak Chandra
“Iya tuan.” Jawab bi Ina
Setelah selesai percakapan memberi instruksi, telepon pun ditutup.
“Ada apa mas? Tadi memang siapa yang telepon?” tanyaku
“Bukan siapa-siapa sayang.” Jawab pak Chandra sambil memutar arah mobil
****
‘tok.. tok.. tok..’ suara pintu diketuk
“Iya.. Siapa ya?” tanya Bi ina
“Saya Yuli, pak Chandranya ada?” tanya Yuli
“O tuan. Tuan lagi pergi dengan istrinya? Jawab Bi ina
“Apa? Istri?” ucap Yuli terkejut
.
.
.
.
.
Bersambung..
Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya?
Hmm.. Tunggu episode selanjutnya..😉
__ADS_1