
Sesampainya di rumah, bi Ina menanyakan masalah Ai.
“Tuan, Ai sudah ketemu?” tanya bi Ina
“Sudah, bi.” Jawab pak Chandra singkat
“Lalu sekarang Ainya mana tuan?” tanya bi Ina bingung
“Ai sekarang ada di rumah sakit, bi.” Jawab pak Chandra lagi
“Di rumah sakit? Memangnya Ai kenapa tuan?” tanya bi Ina
“Tadi Ai mengalami kecelakaan dan dia sekarang hilang ingatan, bi. Dia juga keguguran.” Jelas pak Chandra yang kembali menangis menceritakan itu semua
“Ya ampun tuan. Kenapa bisa jadi begini?!” ucap bi Ina ga habis fikir
“Ini semua gara-gara saya bi. Saya yang menyebabkan ini semua terjadi.” Ucap pak Chandra lirih
“Sudahlah tuan. Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Ini semuanya sudah ada yang mengatur. Tuan harus kuat. Untuk masalah anak, mungkin sekarang belum rezeki kalian berdua. Nanti juga kalau sudah rezekinya, kalian akan punya anak lagi.” Ucap bi Ina menenangkan pak Chandra
“Iya bi. Amiin.” Ucap Chandra lirih
“Ya sudah bi, aku mau mandi dulu setelah itu ke rumah sakit lagi.” Ucap pak Chandra lagi
“Iya tuan.” Jawab bi Ina
Setelah semua sudah selesai, pak Chandra pun langsung balik lagi ke rumah sakit lagi.
“Bagaimana keadaan Ai, Al?” tanya pak Chandra ketika masuk ke dalam ruangan perawatanku
“Dia sudah jauh lebih tenang sekarang. Dan aku tadi juga sudah menjelaskan sekilas tentang hubunganmu sama dia.” Ucap Alya
“Terimakasih, Al.” Ucap pak Chandra
“Ya sudah, kalai begitu aku balik dulu ya. Kamu tidak apa-apakan kalau menunggu dia di sini sendiri?!” tanya Alya
__ADS_1
“Tidak apa-apa, Al. Thaks ya.” Ucap pak Chandra dan Alya pun mengangguk sambil tersenyum lalu pergi
Keesokan paginya, aku pun bangun dan mendapati sesosok pria yang sedang tertidur di sampingku sambil memegang tanganku.
Lalu aku pelan-pelan berusaha melepaskan tanganku dari genggaman tangannya. Namun tidak berhasil dan ini membuat laki-laki yang mengaku sebagai suamiku itu terbangun.
“Sayang, kamu sudah bangun?” tanyanya
“Iya.” Jawabku singkat
“Maaf, aku ketiduran.” Ucapnya lagi
“Tidak apa-apa.” Jawabku yang lagi-lagi singkat
“Ya sudah tunggu di sini.” Ucapnya
“Mau kemana?” tanyaku
“Mau menyiapkan perlengkapan buat kamu cuci muka.” Jawabnya
Setelah menunggu beberapa saat, semua yang dibutuhkan untuk cuci muka pun sudah siap
“Saya mau mengelap seluruh badan kamu.” Jawabnya lembut
“Tapi saya...” ucapanku terpotong
“Ststtst... tenang saja, aku tidak akan membuka bajumu jika kamu tidak mengizinkannya.” Ucapnya lembut
Setelah mengatakan itu, akhirnya dia pun mulai mengelap seluruh tubuhku dengan hati-hati dan lembut
Dan beberapa saat kemudian, aku pun sudah selesai di lapnya
“Pak, kenapa bapak begitu baik pada saya?” tanyaku heran
“Karena kamu orang yang sangat berarti buat aku.” Jawabnya
__ADS_1
“Bisa tolong ceritakan awal mula kita bisa jadi pasangan suami istri?” ucapku.
“Tentu saja bisa. Dengan senang hati akan aku ceritakan semuanya.” Ucapnya
Setelah mengatakan itu, dia pun akhirnya menceritakan semuanya dari awal hingga akhir. Namun ketika aku bertanya mengapa aku bisa sampai kecelakaan, dia tidak bisa menjelaskannya. Dia hanya meneteskan air matanya yang mana bisa kulihat dengan jelas
“Pak, bapak kenapa menangis?” tanyaku datar
“Tidak.. Tidak kenapa-kenapa kok.” Jawabnya sambil mengelap air matanya
“Gimana? Apa ada yang bisa kamu ingat dari ceritaku tadi?” tanyanya penuh harap, tapi aku hanya bisa menggeleng tidak ingat
“Ya sudah tidak apa-apa. Jangan memaksakan diri.” Ucapnya lembut
“Maaf.” Ucapku singkat
“Tidak apa-apa. O ya, mungkin ini terlalu dini buat aku bicara ini. Aku..” ucapannya terpotong
“Ada apa, pak?” tanyaku
“Apa aku boleh minta satu kali kesempatan lagi untuk memulai semuanya dari awal?” tanyanya dan aku pun terdiam.
.
.
.
.
.
Bersambung..
Kira-kira Ai bakalan jawab apa ya?
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya di next..
Lanjut👇