Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
Tulisan Cinta Ai


__ADS_3

Saat malam harinya, aku tidak bisa tidur memikirkan ucapan pak Chandra padaku.


Ku bolak-balikan badan, kucoba untuk membaca, namun masih tetap saja aku tidak bisa tidur


Lalu aku pun terpikirkan suatu hal.


“Apa lebih baik aku menulis sesuatu saja ya buku kecilku.” Gumamku dalam hati


Setelah terpikirkan hal itu, aku pun langsung mengambil buku dan juga pulpen


Tak sampai menunggu lama, aku pun langsung menulis..


Saat hati tak dapat berpijak


Saat kesedihan terus terasa


Kau datang membawa harapan


Cinta tulus dapat kurasakan


Wahai kasih...


Malam ini ku titipkan harapanku


Ku titipkan semua kepedihanku


Ku titipkan semua kesedihanku


Padamu...


Wahai kekasih...


Dapatkah kau menerima aku


Dapatkah kau mengerti aku


Dapatkah kau memahamiku


Wahai kasih...


Besar harapanku padamu


Aku percaya kau dapat menjagaku


Aku percaya kau mampu membimbingku


Wahai kasih...


Terimakasih...


Saat aku melihat dan membaca lagi tulisan yang aku buat sendiri, sekejap wajahku terasa panas. Aku merasa malu sendiri.

__ADS_1


Tapi, aku tidak berhenti sampai di situ. Aku pun menulis lagi..


Bahagianya diriku...


Kau peluk aku, kau usap keningku


Kau katakan padaku


Kau selalu menjagaku


Indah nian kata-kata itu


Disela hatiku yang penat


Kau bawa sebuah dekapan hangat


Membuat damai hati ini


Kupejamkan mata...


Wahai kasih...


Tetaplah kau di sisiku


Tetaplah bersamaku


Ku teteskan air mata


Saatku ingat rasa pedihku


Menangis ku dipelukanmu


Namun...


Tahukah dirimu...


Sekarang sudah petang...


Tak mungkin bagiku ke rumahmu..


“Eit.. Eit.. Tunggu dulu. Kenapa aku menulisnya jadi seperti ini sih?! Ya sudahlah, tidak usah di teruskan. Lebih baik aku tidur saja. Daripada jadi ngaco.” Ucapku sambil mengacak-ngacak rambut dan membereskan alat tulis


***


Keesokan harinya aku senyum-senyum sendiri karena masih memikirkan masalah kemarin.


“Woi Ai, hadeuh.. Pagi-pagi masih saja senyum-senyum sendiri. Tidak takut kesambet kamu ya.” Ucap Nara


“Ah kamu, Nar. Kok begitu sih ngomongnya?” ucapku


“Lagian kamu tuh ya, pagi-pagi, di kelas kosong begini senyum-senyum sendiri. Bagaimana aku tidak berpikir kalau kamu kesambet?” celetuk Nara

__ADS_1


“Au ah.” Sahutku singkat


“Eh, memang ada apa Ai?” tanya Nara kepo


“Tidak.. Tidak ada apa-apa kok.” Sahutku


“Benaran tidak ada apa-apa?” tanya Nara


“Iya.. Eh sebenarnya ada deh. Tapi jangan ngomong di sini. Takut tahu-tahu ada yang datang dan dengar.” Ucapku


“Terus mau ngomongnya dimana?” tanya Nara


“Hmm... Di kuburan saja yuk. Sepi.” Sahutku


“Ayo.. Eh tunggu.. Kuburan?! Kamu tidak salah ngomongkan, Ai?” tanya Nara dan aku pun tersenyum


“Tidak. Aku tidak mau di kuburan. Kamu mah ada-ada saja.” Ucap Nara sewot


“Bwahahaha...” aku pun tertawa lepas


“Tidak lucu tahu.” Ucap Nara sewot


“Ya sudah.. Ya sudah... Ayo kita ke kantin saja. Aku lapar. Tadi ibuku masak cuma buat sarapan adikku saja.” Ucapku


“Hadeuh Ai, kasihannya dirimu.” Celetuk Nara


“Huhuhu...😢 oleh karena itu, kamu traktir aku ya. Nanti aku ceritakan deh alasanku senyum-senyum sendiri.” Ucapku merayu


“Haiz.. Ujung-ujungnya tidak enak benar ya?!” gerutu Nara tapi aku bisa dengar


“Hehehe.. Ayolah Naraku yang cantik.” Ucapku sambil cengengesan


“Hadeuh... Ayolah kalo begitu.” Ucap Nara


****


Sesaat setelah aku dan Nara pergi, tiba-tiba saja pak Chandra datang dan duduk di bangkuku


Lalu dia iseng merogoh laci mejaku. Ternyata dia menemukan buku kecilku. Tanpa berpikir lama, pak Chandra pun membuka dan membacanya..


Saat pak Chandra membaca satu persatu tulisanku, dia tiba-tiba terhenti disalah satu halaman


.


.


.


.


.

__ADS_1


Kira-kira pak Chandra berhenti di halaman yang mana ya?


Lanjut yuk teman-teman..👇


__ADS_2