Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
ngaku-ngaku


__ADS_3

“Siapa, bi?” ucap pak Chandra


Belum juga di jawab pertanyaan pak Chandra oleh bi Ina, ternyata si Yuli sudah...


“Ai, kenapa kamu disini ?” ucapnya tiba-tiba penuh dengan rasa tidak suka begitu melihatku


“Yuli, kamu sendiri mau apa ke rumah saya?” tanya pak Chandra dingin seolah-olah ingin melindungiku


“Saya.. Saya mau ketemu sama bapak.” Ucap Yuli


“Ada perlu apa ya kamu sama saya?” tanya pak Chandra


“Saya mau bertanya tentang pelajaran ke Bapak.” Alasan Yuli


“Kalau memang ini ada hubungannya dengan pelajaran, lebih baik di bahasnya dengan teman-temanmu besok di kelas.” Ucap pak Chandra datar


“Kalau saya disuruh bahas pelajarannya besok di sekolah, lalu si Ai kenapa boleh ada di sini ?” tanyanya ketus


“Bwahahaha... Pak Chandra.. Pak Chandra rasanya kamu harus lebih tegas dan serius lagi menghadapi anak muridmu satu ini.” Ucap pak Rudi yang seketika menunjukkan ekspresi tajam ke arah Yuli


“Kalau pak Chandra tidak bisa mendisiplinkan anak murid bapak ini, maka jangan salahkan kalau saya yang akan turun tangan sendiri.” Ucap pak Rudi tegas


Pak Chandra yang memang tahu dengan sifat sahabatnya itu kalau sedang marah, hanya bisa diam. Sedangkan aku yang duduk dengan pak Chandra seketika menjadi takut dan memegang baju pak Chandra


“Kenapa cuma saya yang bapak disiplinkan? Kenapa Ai tidak?” tanya Yuli yang tidak terima


“Oh.. Jadi kamu tidak menyerah juga. Baik.. Dengarkan baik-baik. Pertama Ai adalah saudaraku, otomatis juga keluarganya pak Chandra. Kedua, kamu datang ke rumah orang dengan tidak sopan langsung masuk dan marah-marah ke orang tanpa permisi. Ke tiga, kamu mengatas namakan belajar demi bisa berdekatan dengan gurumu sendiri.” Jelas pak Rudi

__ADS_1


“Dan untuk sanksi, sekarang kamu tulis di buku tulismu kata-kata pengakuanmu yang tidak akan mengulangi kejadian hari ini lagi. Jika kamu tidak menulisnya, maka rekaman ini akan saya sebar sebagai bukti kekurangajaran kamu ke guru. Mengerti ?!” Ucap pak Rudi tegas dan penuh wibawa


“Besok aku akan mengecek tulisanmu itu.” Lanjutnya.


“Jika kamu mengerti, kamu sudah boleh pulang sekarang.” Ucap pak Rudi


Setelah mendengar kemarahan pak Rudi akhirnya Yuli pergi tanpa mendapatkan apa yang dia inginkan.


Sementara aku hanya memegang erat lengan pak Chandra ketakutan.


Pak Rudi yang melihatku seperti anak kecil yang sedang takut dimarahi pun akhirnya mendekatiku


“Ai, kamu takut sekali ya ?!” ucap Pak Rudi dan aku pun mengangguk


“Rud, kamu sudah puas buat istriku seperti ini?!” ucap pak Chandra sewot


“Iya sori-sori Chan. Aku tadi terbawa suasana. Kamu kan tahu sendiri dari dulu aku paling tidak suka dengan murid yang tidak punya malu seperti itu.” Ucap Pak Rudi


“Tapi aku mau tanya satu hal. Sejak kapan istriku ini jadi saudaramu ?” tanya pak Chandra bingung


“Sejak hari ini.” Ucap pak Rudi sambil melihatku


“Kamu mau kan jadi adikku, Ai?” tanya pak Rudi


“Mas, boleh tidak?” tanyaku meminta persetujuan pak Chandra


“Boleh kok.” Ucap Pak Chandra sambil tersenyum

__ADS_1


“Terimakasih mas.” Ucapku sambil memeluk pak Chandra


“Haiz pasangan ini bikin iri saja deh.” Gumam pak Rudi


“Woi.. Sudah-sudah.. Jangan pelukan terus.” Ucap Pak Rudi sambil memisahkan pelukan kami


“Peluk masmu yang ini juga donk Ai.” Ucap pak Rudi yang tiba-tiba menarikku dan ingin memelukku


‘pletak..’ sebuah pukulan buku mendarat di kepala pak Rudi sebelum dia berhasil memelukku.


“Ah kamu, Chan. Pelit..” rajuk pak Rudi sambil memegang kepalanya yang tadi di pukul buku sama pak Chandra


“Pelit.. pelit.., kamu tuh yang mau mengambil keuntungan dalam kesempitan.” Celetuk Pak Chandra


Aku pun hanya bisa menahan tawa melihat tingkah mereka berdua.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Bagaimana kisah ini selanjutnya? Tunggu di episode selanjutnya ya..😉


Lanjut👇


__ADS_2