
Saat Bu Mila semakin mendekat, kami berempat sedang bersenda gurau karena melihat tingkah Gilang.
“Selamat siang semuanya.. Apakah saya mengganggu kalian?” tanya Bu Mila basa basi.
“O tidak Bu. Ada apa ya?” tanya pak Chandra sopan
“Saya mau bicara dengan bapak. Hanya empat mata saja. Apa bisa?” Ucap Bu Mila
Nara yang mendengar itu pun hanya kumat kamit mengikuti omongannya bu Mila
“Hus... tidak sopan tahu.” Ucapku sambil menyenggol pundak Nara
“Ada apa ya, bu? Kenapa tidak bicara di sini saja. Mereka ini sudah saya anggap seperti keluarga saya sendiri.” Ucap pak Chandra masih sopan
“Rasanya tidak pantas pak kalau saya mengatakan ini di depan mereka.” Ucap bu Mila masih mengharap
“Memang mau bicara masalah apa bu yang menurut ibu itu tidak pantas?” tanya pak Chandra yang sengaja ingin membuat bu Mila malu
“Ini masalah pribadi pak. Tidak ada hubungannya dengan masalah sekolah.” Jawab bu Mila agak sedikit malu
“Masalah pribadi? Memangnya kita punya urusan pribadi ya bu? Saya kok tidak tahu ya?!” ucap pak candra dingin
Seketika wajah bu Mila menjadi merah. Entah karena malu atau karena marah.
“Baik kalau itu mau bapak. Saya akan mengatakannya di sini...” bu Mila menarik nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya.
“Mas, saya minta maaf atas kelakuan saya waktu itu. Bisakah kita kembali seperti dulu lagi.” Ucap bu Mila memohon
“Saya tahu saya sudah melakukan kesalahan. Tapi berikan saya kesempatan satu kali lagi. Saya janji tidak akan mengecewakan dan menyakiti hati mas lagi.” Pinta bu Mila
Pak Chandra dari tadi hanya terdiam. Entah apa yang ada dipikirkannya saat ini. Tapi terlihat jelas bahwa dia sedang memendam amarah. Hal ini dapat dirasakan oleh Ai.
__ADS_1
“Mas, ada apa?” ucapku lirih
tapi pak Chandra masih saja diam
“Jawablah mas.” Ucapku sambil tersenyum tulus
Bu Mila yang melihat sikapku itu, tiba-tiba saja menjadi merasa tidak suka.
“Hai gadis kecil, lebih baik kamu tidak usah ikut campur dalam urusan kami orang dewasa. Kamu cukup sekolah dan belajar yang baik saja.” Ucap bu Mila sinis
Nara dan Gilang yang mendengar ucapan bu Mila itu akhirnya pun bicara
“Pak Chandra..!! bapak selaku orang yang kami hormati, tidak bisakah memberitahukan pada teman bapak ini supaya menjaga sikap dan omongannya jika berada di sekolah orang lain. Bukannya seorang tamu itu harus sopan jika ingin tuan rumahnya juga sopan ke dia.” Celetuk Nara melihat tajam ke arah pak Chandra
“Betul itu.” Ucap gilang menimpali
“Kalian...!!! Siapa sih wali kelas kalian yang mengajarkan kalian tidak sopan seperti ini?!” ucap bu Mila penuh emosi
“Bukannya tadi ibu mendahului ya yang sudah mengatai teman kami ini. Kenapa sekarang malah ibu yang bilang kalau kami ini tidak sopan?” Lanjut Nara
“Sudah... sudah Nara, jangan di perpanjang lagi. Tidak enak kalo seisi sekolah pada melihat kita.” Ucapku mencoba menenangkan Nara
“Tuh teman kamu saja tidak keberatan saya bilang begitu. Kenapa malah kamu yang tidak terima, hah?” ucap Bu Mila sinis
Pak Chandra yang dari tadi diam akhirnya...
“Cukup...!!!” ucap pak Chandra dengan suara tinggi.
Seketika kami yang ada di situ menjadi diam. Karena baru kali ini kami melihat pak Chandra yang sangat emosi seperti itu.
“Kamu...!!” ucap pak Chandra menunjuk bu Mila
__ADS_1
“Kamu itu seorang guru yang tidak tahu malu.” Hardik pak Chandra
“Kamu sudah menghina anak murid saya. Asal kamu tahu, wali kelas mereka adalah saya. Sekarang kamu mau apa, hah?” ucap pak Chandra bernada agak tinggi
“Mau bilang kalau saya sudah salah dalam cara mendidik mereka sehingga mereka menjadi tidak sopan seperti yang kamu bilang tadi, hah?” ucap pak Chandra lagi masih dengan suara tinggi
“Justru kamu yang tidak sopan. Sebagai guru, dimana tata krama kamu, hah?” ucap Pak Chandra
Aku yang saat itu melihat dan mendengar semua yang dikatakan Pak Chandra, seketika menjadi takut. Karena selama ini dia tak pernah semarah ini kepada kami walau sebandel apa pun kami.
“Dan kamu mau tahu apa jawaban saya? Iya? Dengarkan baik-baik..!!” ucapan pak Chandra terpotong sesaat sepertinya dia sedang berpikir.
“Saya...” terpotong lagi
(Eits....)
“Tunggu pak Chandra, jangan emosi di episode ini. Nanti di episode selanjutnya saja kalau mau marah...” perintah Author
“Author....!!!” teriak mereka bersamaan
“Kan lagi seru-serunya thor....” rengek pak Chandra.
“Sabar ya... hehehehe...😜”
1...
2..
3...
Lanjut...👇
__ADS_1