Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
insiden


__ADS_3

Ketika jam sekolah berakhir, aku pun ingin pulang. Tapi sebelumnya aku ingin sekali ke ruangan pak Chandra


Namun ketika aku hendak masuk, aku tidak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka


“Chan, aku tidak habis pikir deh dengan istrimu. Masa’ bisa-bisanya mengidam model kaya’ begini?” ucap pak Rudi heran


“Entahlah, Rud. Aku sendiri juga baru mengalami hal ini sekarang.” Ucap pak Chandra lesu


“Jangan-jangan ini bisanya istri kamu saja buat mengerjai kita. Secara kita kan selama ini sudah buat dia sering susah. Khususnya kamu sering buat dia susah.” Ucap pak Rudi


“Maksud kamu buat dia susah apa, Rud?” tanya pak Chandra bingung


“Masa’ kamu tidak sadar sih Chan. Kamu kan tiap malam selalu buat dia ekstra kerja keras sampai dia hamil seperti ini.” Ucap pak Rudi serius


‘pletak..’ kepala pak Rudi seketika di keplak pak Chandra


“Sial kamu, Chan. Kenapa kamu pukul kepalaku sih?! Sakit tahu.” Ucap pak Rudi sambil mengusap-usap kepalanya


“Bagaimana aku tidak boleh pukul kepala kamu ini. Isi kepalamu itu tuh ngeres tahu tidak?!” ucap pak Chandra


“Eh Chan, yang aku omong tuh serius tahu. Bukannya ngeres. Coba kamu pikir, kamu tiap malam ngerjain dia, sementara dia juga harus belajar buat persiapan ujian. Bagaimana tidak stres tuh anak.” Ucap pak Rudi


“Mangkanya dari pada dia stres, dia melampiaskannya ke kita.” Tambah pak Rudi


“Iya ya, kamu benar juga.” Ucap pak Chandra

__ADS_1


“Eh Chan, kamu tidak cape’ apa memghadapi tingkah dia yang suka labil seperti ini. Secara umur kalian kan terpaut beda 8 tahun.” Ucap pak Rudi


“Kadang kala sih aku cape’ tapi mau bagaimana lagi, ini adalah pilihanku sendiri waktu menikahi dia.” Jelas pak Chandra


“Terus kamu kadang suka merasa punya pikiran menyesal tidak, sudah menikahi dia?” tanya pak Rudi lagi


“Saat-saat tertentu saja. Aku punya pikiran menyesal. Tapi balik lagi, ini kan sudah jadi keputusanku. Ya mau bagaimana lagi.” Jelas Pak Rudi lirih


Saat aku mendengar ucapannya itu, tanpa kusadari air mataku mengalir dan setelah aku mendengar itu semua, rasanya keinginanku untuk ketemu pak Chandra pun sirna


Aku lalu coba berbalik dan menjauh dari ruangan pak Chandra, namun ‘brak..’ aku tidak sengaja menyenggol pot kembang yang ada di luar ruangan pak Chandra


Ketika aku tahu itu bunyinya keras, lalu aku putuskan secepat mungkin meninggalkan tempat itu agar pak Chandra dan pak Rudi tidak tahu.


“Mampus kita, Chan. Istrimu dengar yang kita barusan obrolkan.” Ucap pak Rudi


“Kamu sih. Pancing-pancing omongan. Pakai tanya-tanya seperti itu segala lagi.” Ucap pak Chandra


“Kok kamu jadi menyalahkan aku sih? Nah kamu sendiri kenapa jawabnya seperti itu.” Ucap pak Rudi


“Aku pikir, tadi dia tidak ada di sana. Jadi aku ngomong apa adanya.” Jawab Pak Chandra


“Ya sudah.. ya sudah.. Mending kamu susul dia sana. Takut dia kenapa-kenapa.” Ucap pak Rudi dan pak Chandra mengangguk


*****

__ADS_1


Aku berlari secepat mungkin agar pak Chandra dan juga pak Rudi tidak bisa mengejarku


Di saat aku berlari, aku berpikir kenapa kak Chandra tega punya pikiran seperti itu. Padahal sebelum aku menerima lamarannya, aku sudah coba meyakinkan dia agar tidak menyesal sudah pilih aku yang labil begini. Tapi kenapa? Kenapa sekarang justru berbeda dari yang dulu?


Sepanjang aku berlari, aku terus-terusan berpikir seperti itu. Hingga akhirnya..


“Bruk..” sayup-sayup aku mendengar suara ambulance sebelum akhirnya aku pingsan


.


.


.


.


.


Bersambung...


Kira-kira apa yang terjadi pada Ai? Lalu dimana pak Chandra?


Tunggu kelanjutannya di episode selanjutnya..


Lanjut👇

__ADS_1


__ADS_2