
‘tet...tet...tet...’ bunyi bel pulang sekolah.
Tak terasa waktu cepat sekali rasanya dan tiba akhirnya untuk pulang. Aku sudah tidak sabar ingin sekali merebahkan dirinya di atas kasur. Tapi tiba-tiba saja harus teringat akan janjinya pada pak Chandra sepulang sekolah. Dengan langkah santai di temani oleh Nara, mereka pun pergi meninggalkan kelas.
“Ai, sorry, aku sampai gerbang saja ya. Aku tidak bisa menemanimu menunggu si ‘mas’. Masalahnya aku ada urusan dengan ibuku.” Ucap Nara sambil menepuk pundakku.
“Ya sudah deh. Tidak apa-apa. Salam buat ibumu ya.” Ucapku.
“Siipp....”jawab Nara.
Aku pun terus jalan ke arah halte tempat biasa kami bertemu. Aku pun menunggunya hingga 1 jam lamanya. Betapa BT nya aku. Karena hal yang paling tidak mengenakkan ialah menunggu tanpa kepastian.
Karena terlalu lama menunggu. Aku putuskan untuk meneleponnya. Namun ketika hendak mengambil Hp di dalam tas, tiba-tiba...
‘tin..tin..tin..” bunyi klakson mobil
Aku pun langsung melihat ke arah mobil itu.
“Ternyata datang juga ni guru satu..” gerutuku dalam hati.
“Sudah lama?” tanya pak Chandra.
“Belum...belum lama. Belum sampai besok, baru juga 1 jam” jawabku sewot.
“Iya...iya...maaf. Tadi ada sedikit urusan yang harus di selesaikan terlebih dahulu. Jadi datangnya agak telat.” Jelas pak Chandra.
__ADS_1
“Ada urusan sih ada urusan. Kan bisa kasih tahu kalau agak telat datangnya. Kalau kaya begini, aku mending pulang saja tadi. Tidak usah menunggu lama-lama begini.” Ucapku jengkel.
“Iya...iya...sayang. Saya salah. Besok lagi saya kasih tahu deh kalau kira-kira bakalan datang telat.” Ucapnya membujukku.
“Sudah donk jangan marah lagi.” Sambung pak Chandra.
“Hmm..” kataku sambil mengangguk
“Nah begitu donk.” Ucap pak Chandra sambil mengelus2 rambutku.
Sebenarnya Pak Chandra ingin sekali bilang alasan kenapa dia terlambat, tapi ketika melihat Ai yang langsung terlihat marah, akhirnya di urungkan niatnya itu.
# flash back Pak Chandra
Dengan tidak mengulur-ulur waktu, dia pun langsung memfotokopi materi yang sudah dia ajarkan selama ini. Dengan maksud agar tidak berlama-lama dengan murid barunya Riri.
Waktu pulang pun tiba. Sesuai yang dijanjikan tadi, Riri pun dengan hati yang berbunga-bunga melangkahkan kakinya menuju ruangan pak Chandra.
‘Tok..tok..tok’ suara pintu diketuk.
“Ya masuk..!” ucap Pak Chandra yang sudah bersiap-siap untuk bertemu pujaan hatinya.
Riri pun masuk ke dalam ruangan pak Chandra dengan dag..dig..dug...duer... Lamunannya membayangkan dia hanya berdua dalam ruangan pak Chandra. Rasanya hatinya berbunga-bunga.
“O kamu..?" Ucap pak Chandra setelah tahu yang datang adalah Riri.
__ADS_1
“Ini fotocopian materi yang selama ini kamu tertinggal. Coba kamu pelajari baik-baik. Jika ada yang tidak kamu mengerti, kita akan membahasnya bersama-sama teman-temanmu yang lainnya.” Ucap Pak Chandra dingin.
Seketika raut wajah kekecewaan pun terlihat dari wajah Riri. Ternyata apa yang dibayangkannya tadi benar-benar berbeda 180°.
“Tapi Pak...?” Ucap Riri yang terpotong karena mencari akal supaya dia bisa lebih lama lagi berada satu ruangan dengan pak Chandra.
“Iya ada apalagi?” tanya pak Chandra yang sebenarnya mengerti maksud dari anak muridnya itu.
“Bukankah lebih baik jika bapak sendiri yang langsung mengajarkan pada saya, dibandingkan saya harus belajar sendiri.” Ucap Riri penuh harap.
“Memang...tapi.. lebih bagusnya lagi kalau pembahasan pelajaran itu dilakukan bersama-sama dengan teman-teman di kelas. Dengan begitu kamu dapat bertukar pikiran dan juga bertukar ilmu dengan mereka. Bagaimana?” jawab pak Chandra dengan halus namun tegas.
Riri yang mendengar jawaban pak Chandra pun menjadi kesal. Karena apa yang diharapkannya tidak terwujud. Tapi Riri tidak akan berhenti sampai di sini. Dia akan tetap berusaha mendapatkan pak Chandra bagaimanapun caranya.
# flash back end
.
.
.
.
Lanjut👇
__ADS_1