
“Gedubrak...” seketika tiba-tiba saja pak Rudi jatuh dari bangkunya.
“Eits... Kenapa kamu, Rud ?” tanya pak Chandra kaget
“Bukan apa-apa. Bangku kamu nya tuh yang tidak benar.” Sanggahnya.
“Bangku aku tidak kenapa-kenapa kali. Kamunya saja yang kegemukan.” Ucap pak Chandra.
“Ye.. Enak saja kamu ngomong. Begini-gini postur badanku ideal tahu.” Ucapnya bangga
*****
✏️Skip.. Author belum menjelaskan ya masalah ciri-ciri fisik pemain. Untuk sekarang, author mau kasih tahu kalau pak Chandra (Tinggi badan 180cm, berat badan 75 kg, kuning langsat, Rambut hitam), Aina (Tinggi badan 165 cm, berat badan 50kg, kulit putih, rambut ikal sebahu) dan pak Rudi (Tinggi badan 180 cm, berat badan 72 kg, kulit kuning langsat, rambut hitam)
*************
“Eh btw, beneran tuh yang kamu bilang barusan?” tanya pak Rudi penasaran dan tidak percaya
“Kalau kamu tidak percaya, kamu cari sendiri di absensi siswa yang bernama Aina Putri.” Ucap pak Chandra
“Oh.. Aina putri ya. Ya sudah nanti aku cek.” Sahut pak Rudi
*****
“Hai Ai... Kita bertiga memang benar-benar jodoh ya ?!” teriak Nara sambil memelukku tiba-tiba
“Aduh.. duh.. jangan teriak-teriak di kupingku kenapa. Ish..” keluhku sambil memegang kuping
“Hehehe...” Cengir Nara
“Yok kita ke kelas kita yang baru” ucap Nara lagi sambil merangkul pundakku
Sesampainya di kelas, kita seperti biasa. Hari pertama selalu mencari tempat duduk yang strategis.
***
Sesaat sebelum masuk, pastilah ada gosip tentang wali kelas yang baru. Seperti tahun kemarin. Aku pun cuek lha. Mau di apakan lagi.
__ADS_1
“Eh sudah dengar belum wali kelas kita itu 11,12 tampannya sama kaya’ pak Chandra.” Ucap salah satu murid
“Ah yang benar kamu?” ucap teman yang lainnya tidak percaya
Saat itu, Nara yang dari tadi mendengarkan ocehan mereka pun akhirnya tersenyum
“Hai Ai, kamu sudah dengar belum, wali kelas kita katanya cakepnya kaya’ yayangmu itu.” Ucap Nara
“Terus.. ?” ucapku
“Siapa tahu wali kelas kita yang baru ini juga suka denganmu.” Celetuk Nara
“Ngaco..!” ucapku singkat padat dan jelas
****
“Pagi semuanya ...” Ucap pak Rudi
“Pagi pak..” jawab serentak semua murid di kelas
“Kenalkan, saya adalah Rudi. Saya yang akan jadi wali kelas kalian. Saya juga akan mengajar mata pelajaran Matematika. Saya harap kalian bisa belajar dengan serius dan rajin.” Ucapnya dengan tersenyum
“Ok kalau begitu, sebelum pelajaran dimulai, bapak akan absen dulu ya.” Ucap pak Rudi
Setelah mengatakan itu, pak Rudi pun mengabsen kami. Namun saat membaca tulisan Aina Putri, dia terkejut dan penasaran
“Aina putri.” Ucapnya memanggilku
“Hadir pak.” Jawabku
Pak Rudi diam sejenak
“Oh jadi dia ya yang sudah berhasil mendapatkan hatinya Chandra. Lumayan..” gumamnya dalam hati
***
Seusai jam pelajaran...
__ADS_1
“Hai Chan, aku akhirnya tahu siapa istrimu.” Ucap pak Rudi antusias saat masuk ke ruangan pak Chandra
“Haizz.. Ni guru satu. Bisa tidak sih kamu masuk ketuk pintu dulu. Mengagetkan saja tahu.” Ucap pak Chandra
“Sori... Sori.. Aku terlalu semangat buat kasih tahu kamu sih.” Ucap pak Rudi cengengesan
“Terus kalau kamu sudah tahu mau ngapain?!” tanya pak Chandra
“Hehehe...” senyum licik pak Rudi
“Awas kamu ya kalau kamu mengganggu istriku. Aku akan potong habis punyamu.” Ancam Pak Chandra
“Aih.. Aih.. Seram sekali. Sampai sebegitunya kamu menjaga dia.” Goda pak Rudi
“Tenang, aku tidak akan macam-macam buat mengganggu dia kok.” Ucap pak Rudi
“Palingan juga satu macam saja.” Tambah pak rudi sambil tersenyum licik
Pak Chandra yang lihat dan dengar apa yang dikatakan pak Rudi, seketika...
‘tuing... bluk..’ buku di lempar langsung oleh pak Chandra ke arah pak Rudi
“Bwek... Tidak kena” ledek lak Rudi sambil lari keluar.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Hadeuh.. Authornya bingung. Ni pak Rudi maunya apa?
__ADS_1
Lanjut👇