Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
hukuman dan penjelasan


__ADS_3

Setelah semua masalah sudah selesai, akhirnya pak Chandra menyerahkan semua bukti–bukti yang sudah ada kepada pihak sekolah. Lalu pihak sekolah pun mengeluarkan keputusan agar Riri di keluarkan dari sekolah dan Lisa diskors selama satu minggu.


******************************


“Pagi Ai...” Ucap Nara


“Pagi...” balasku


“Tumben kamu datang pagi. Ada angin apa nih kamu datang pagi?” tanyaku heran


“Ah kamu ma suka begitu, Ai. Bukan hanya aku saja kali yang datang pagi. Noh liat tuh, ada yang lebih pagi lagi dari kita berdua.” Tunjuk Nara ke seorang cowok yang sudah menunggu di gerbang sekolah.


“Gilang? Et dah... aku tidak salah kenalin orang kan, Nar?” tanyaku ga percaya.


“100% tidak, Ai. Kamu tidak salah kenalin orang.” Jawab Nara


“Kok bisa?” tanyaku yang masih tidak percaya


“Ya bisalah. Kamu tahu tidak, semenjak kejadian kemarin, si Gilang dan pak Chandra jadi 11,12 lho.” Ucap Nara


“Masa’ sih? Ah yang benar kamu, Nar?” tanyaku yang berulang kali merasa tidak percaya dengan keadaan pagi ini.


“Ya kalau kamu tidak percaya, kamu bisa cari tahu sendiri sana.” Sahut Nara


Kami pun tetap melangkah mendekati Gilang


“Pagi Ai, pagi Nara.” Sapa Gilang


“Pagi...” jawabku


“Eh lang, kamu tumben datang pagi.” Ucap Nara dan hanya ditanggapi cengiran oleh Gilang


“Ya ampun...lha dia malah menyengir. Kamu tahu tidak, kamu tuh pagi-pagi sudah seperti kuda, nyengir tunjukan gigimu.” Ucap Nara sedikit sewot

__ADS_1


“Biarkan saja. Ya tidak, Ai?!” ujar Gilang dan aku hanya diam.


Melihat aku diam, Gilang menyenggol Nara untuk menoleh ke arahku.


“Woi...! Kamu kok diam saja. Kesambet kamu ya?” tanya Nara


“Tidak Nara, aku ingin sekali tahu cerita tentang Riri dan Lisa? Terus aku juga ingin tahu masalah kamu, gilang... bagaimana ceritanya kamu bisa tahu hubungan aku dengan Pak Chandra?” tanyaku serius


Mereka yang mendengar ucapanku hanya saling pandang. Seperti enggan buat cerita. Bagaimana tidak enggan, mereka takut kalau-kalau aku teringat lagi saat-saat yang tidak mengenakkan itu.


“Ya ampun...di tanya malah diam saja. Woi..!” ucapku


“Ai, maaf bukan aku tidak mau cerita, tapi aku takut kamu...” Nara pun menghentikan ucapannya.


“Aku tahu Nar, kamu tidak usah khawatir. Aku tidak apa-apa. Lagi pula kan ada kalian, teman-temanku.” Ucapku meyakinkan


“Benar kamu tidak apa-apa, Ai?” tanya Nara memastikan dan aku mengangguk.


“Ok, begini Ai, jadi setelah kita menolong kamu dan dengar penjelasan dari kamu, Pak Chandra membuat rencana. Dia menyuruhku untuk menggantikan kamu di dalam gudang pagi itu. Dia pun memasang alat perekam dan sebelum masuk, dia menyergap 2 cowok yang di bawa oleh Riri. Lalu menggantikan posisi mereka untuk masuk ke dalam gudang. Setelah semua sudah terungkap dan bukti sudah ada, akhirnya pak Chandra menyerahkannya ke pihak sekolah. Tapi yang masih aku bingung di sini itu kenapa bisa si Riri di keluarkan dari sekolah, sedangkan Lisa hanya diskors...?!" Jelas Nara sekaligus juga bingung


“Bukti yang memberatkan?” tanyaku bingung


“Kamu tahu tidak, bukti apa itu gilang?” tanya Nara ke Gilang


“Begini... ini sedikit bocoran dari pak Chandra tapi kalian jangan menyebarkannya ya.” Pinta Gilang sebelum melanjutkan cerita dan aku serta Nara mengiyakannya.


“Ok...begini. kalian kan tahu dulu pernah ada gosip tentang kedekatan pak Chandra dengan Riri..” Ucap Gilang dan kami mengangguk


“Sebetulnya pada saat itu pak Chandra sedang menyelidiki alasan sebenarnya Riri pindah. Setelah dia mengetahui dari sekolah terdahulunya jika Riri seorang pecandu dan cenderung agresif, lalu pak Chandra memilih untuk dekat dengan tujuan agar semua anak didiknya tetap aman dan senantiasa dalam pengawasannya.” jelas Gilang.


“O begitu... Rupanya kita sudah termakan gosip. Aku jadi merasa bersalah dengan pak Chandra.” Ucap Nara menyesali


“Mengenai Lisa, dia melakukan hal seperti itu karena faktor terdesak. Adiknya sedang ada di rumah sakit, perlu biaya banyak. Namun Riri memberi penawaran biaya yang menyebabkan Lisa harus membalas budi baik Riri yang sudah menolongnya.” Jelas Gilang lagi.

__ADS_1


“Terus sekarang bagaimana kabarnya adiknya Lisa?” tanya Nara penasaran


“Pertanyaan bagus. Pak Chandra yang sudah mengetahui alasan Lisa berbuat begitu, akhirnya memberi perintah agar anak-anak di kelas kita mau membantu Lisa dengan memberikan sumbangan. Lalu hasilnya bisa digunakan untuk biaya rumah sakit adiknya Lisa.” Ucap Gilang menjelaskan


“Dan untuk masalah aku tahu masalah hubunganmu dengan pak Chandra itu...aku...eh Ai...!! Kamu mau kemana? Katanya ingin tahu semuanya. Kok kamu kabur. Hei...!!” teriak Gilang yang kaget karena tiba-tiba aku lari


Aku yang mendengar penjelasan itu dan mengetahui yang sebenarnya... tiba-tiba tanpa sadar langsung berbalik arah dan berlari ke ruangan pak Chandra tanpa memperdulikan lagi bagaimana ekspresi Gilang dan Nara saat ini...


“Sudah biarkan saja. Tidak apa-apa.” Tutur Nara memegang pundak Gilang


“Apa tidak apa-apa dia sendirian seperti itu? Tanya Gilang khawatir


“Tidak apa-apa. Dia aman kok.” Jawab Nara mantap


Akhirnya mereka pun ke kelas duluan.


******************************


Sesampainya di depan ruangan pak Chandra, aku hanya berdiri di depan pintu karena ternyata pak Chandra belum datang. Sambil menunggu, aku memikirkan banyak hal dan juga memikirkan apa yang sebenarnya aku inginkan. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pak Chandra datang.


“Ai...?” pak Chandra kaget dengan sikapku yang tiba-tiba terhadapnya.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Sebenarnya apa yang sedang dilakukan Ai sehingga pak Chandra terkejut? Dan sebenarnya apa yang dinginkan Ai yang sebenarnya dari pak Chandra?


Lanjut..👇


__ADS_2