
Setelah aku meninggalkan mereka, aku pun menangis sejadi-jadinya. Pak Rudi yang melihat ini pun akhirnya memutuskan untuk mendatangi pak Chandra yang sedang bersama Yuli
“Ehm.. Kalian berdua sedang apa?” tanya pak Rudi marah
“Rud, ini tidak seperti yang kamu lihat dan yang kamu pikirkan. Benarkan, Yuli?” ucap pak Chandra
“Oh ..! Terus kalau tidak seperti yang aku pikirkan, lalu ini apa?” tanya pak Rudi lagi dan Yuli pun ketakutan
“Begini Rud, aku tadi tidak sengaja menabrak Yuli sampai jatuh dan aku menolong dia untuk berdiri.” Jelas pak Chandra
“Oh.. Kalau memang cuma menolong untuk berdiri, kenapa juga harus saling lihat-lihatan seperti ini? Dan juga kenapa kalian harus berlama-lamaan di sini ? Kalau ada orang lain yang melihat, apakah mereka juga tidak akan berpikiran yang sama seperti aku tadi?” tanya pak Rudi geram
“Dan kamu Yuli, rasanya apa yang pernah saya peringatkan ke kamu itu tidak pernah kamu anggap serius ya?” ucap pak Rudi penuh emosi
“Baik, jangan salahkan saya jika pihak sekolah tahu tentang sikap tak tahu malu kamu ini.” Ancam pak Rudi
“Maaf pak. Ini benar-benar tidak sengaja. Tolong pak jangan sampai pihak sekolah tahu tentang sikap saya ini.” Ucap Yuli memohon
“Oh begitu. Baiklah.. Mulai sekarang kamu harus jaga sikap kamu. Terutama pada pak Chandra karena dia sekarang sudah punya istri. Sekali saja sikap kamu ini tidak kamu jaga, maka saya tidak akan segan-segan lagi memberitahukannya pada pihak sekolah.” Ancamnya lagi
“Kamu mengerti?” ucap pak Rudi emosi
“Iya pak saya mengerti.” Jawab Yuli ketakutan
“Ok. Sekarang kamu bisa pergi dari sini.” Ucap pak Rudi
Setelah Yuli pergi, kini tinggallah pak Chandra dan pak Rudi berdua
__ADS_1
“Chan, tadi istrimu melihat sikapmu ini. Dan kamu tahu? Dia menangis diam-diam. Chan, asal kamu tahu, melihat dia menangis seperti ini, hatiku sakit. Sejak saat itu aku akhirnya menyadari kalau aku juga suka sama istrimu. Aku peringatkan sama kamu, kalau kamu buat dia menangis lagi, maka jangan salahkan aku kalau aku bakalan rebut dia darimu. Ingat itu. Jadi jangan sekali-kali buat dia menangis, apa pun itu alasannya.” Ucap pak Rudi mengancam sambil memukul pundak pak Chandra dan kemudian pergi
Pak Chandra yang mendengar Hal itu, hanya bisa diam.
*****
“Ai, kamu beneran tidak apa-apa ? Tanya pak Rudi khawatir
“Tidak apa-apa kok pak.” Jawabku
“Oh ya sudah kalau begitu.” Ucap pak Rudi
Setelah beberapa lama perjalanan, kami pun sampai di rumah pak Rudi
“Silahkan masuk Ai. Maaf kalau berantakan.” Ucap pak Rudi.
“Oh iya pak, tadi katanya bapak mau tunjukan sesuatu ke saya, memang mau kasih tahu apa sih pak?” ucapku penasaran
“Sudah... Tidak usah buru-buru. Nanti kamu juga tahu kok.” Ucap pak Rudi sambil masuk ke dalam kamar
Setelah beberapa saat aku menunggu di ruang tamu, pak Rudi pun keluar dengan membawa setumpuk buku komik kesukaanku.
“Ini buat kamu.” Ucap pak Rudi
“Komik? Ini untuk saya pak?” tanyaku bingung
“Iya. Ini buat kamu semua. Kamu suka baca komik kan?” ucap pak Rudi
__ADS_1
“Iya pak. Tapi bapak tahu dari mana kalau saya suka baca komik?” tanyaku heran
“Ada deh. Kamu suka tidak?” tanya pak Rudi memastikan.
“Suka.. Suka banget malahan.” Jawabku
“Ya sudah, kalau kamu suka, kamu baca gih. Saya mau masak dulu buat makan siang.” Ucap pak Rudi
“Perlu di bantu pak?” tanyaku
“Tidak usah. Kamu baca saja komiknya ya.” Ucap pak Rudi lembut dan aku pun mengangguk.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Kira-kira bagaimana kelanjutan kisahnya ya?
Ditunggu ya..😉
__ADS_1
Lanjut...👇