
Akhirnya waktunya untuk pulang. Aku memang benar-benar malas berada di rumah. Akhirnya aku putuskan untuk mencari pekerjaan sampingan.
Setelah beberapa saat, aku pun mendapatkannya. Sebuah Cafe tidak jauh dari rumah. Dan aku sudah mulai bisa bekerja saat itu juga
Ketika aku sedang melayani pengunjung, tiba-tiba ada yang memanggilku
“Ai... Kamu kenapa ada di sini?” tanya orang itu yang tak lain adalah Alya, orang yang telah menolongku waktu kecelakaan
“Oh mbak Alya. Aku kerja mbak.” Jawabku
“Kerja?!” tanya mbak Alya bingung dan aku pun mengangguk
“Kenapa kerja? Memang Chandra tidak membiayai keperluan kamu?” tanya Alya
“Bukan begitu mbak. Aku nya saja yang ingin kerja. Karena aku tidak betah lama-lama di rumah. Lagi pula...” ucapanku terpotong
“Lagi pula apa Ai?” tanya Alya
“Lagi pula kan bisa saja, pak Chandra kapan saja menceraikan aku?” ucapku
“Kenapa kamu punya pikiran ke sana Ai? Lagi pula apa alasannya?” tanya Alya heran
“Mbak, aku sudah ingat semuanya. Aku juga tahu kalau pak Chandra pernah punya pikiran menyesal menikah denganku. Jadi sebelum aku diusir dari rumah itu, lebih baik aku cari uang sendiri dan aku kumpulkan. Buat jaga-jaga.” Jelasku
“Oh jadi begitu. Tapi kamu sudah bilang belum mau bekerja?” tanya Alya dan aku menggelengkan kepala
“Kamu nanti di cari lho sama pak Chandra.” Ucap Alya
“Biarkan saja. Aku tadi sudah bilang dengan bi Ina kalau aku mau pulang malam. Palingan juga nanti dikasih tahu ke pak Chandra.” Ucapku santai
“Oh begitu. Ya sudah aku balik dulu ya, Ai. Nanti kamu pulangnya hati-hati.” Ucap Alya
“Iya mbak.” Jawabku
***
__ADS_1
Tak terasa hari sudah malam, sudah waktunya pulang kerja. Sementara di rumah pak Chandra sedang menungguku
“Kamu dari mana saja Ai?” tanya pak Chandra saat melihatku datang
“Bukan urusan bapak.” Jawabku sambil pergi meninggalkannya sendiri
Keesokan harinya aku pun selalu berangkat lebih awal dan pulang juga selalu larut malam
Pak Chandra pun tidak tahu harus bagaimana cara menghadapiku
“Hai Chan, aku perhatikan kenapa kamu akhir-akhir ini kelihatan kusut sekali?” tanya pak Rudi yang seperti biasa selalu masuk tanpa ketuk pintu
“Aku bingung, Rud. Cara menghadapi Ai. Kalau aku keras, dia nya lebih marah, kalau aku cuek, aku nya sendiri yang khawatir.” Jelas pak Chandra
“Memang kenapa lagi sama Ai?” tanya pak Rudi bingung
“Dia semenjak sembuh, selalu berangkat pagi dan pulang malam. Sementara aku tanya ke Nara dan juga Gilang, katanya, Ai tidak bersama mereka. Khawatir, Rud.” Jelas Pak Chandra
“Oh masalah itu.. Dia itu sengaja menghindari kamu tahu dan dia juga kerja setiap pulang sekolah.” Jelas pak Rudi
“Iya.. Masa’ kamu tidak tahu sih?” tanya pak Rudi tidak percaya
“Tidak. Lha kamu tahu itu dari mana?” tanya pak Chandra
“Aku tahu dari Alya. Beberapa hari yang lalu dia ketemu Ai di tempat kerjanya.” Ucap pak Rudi
“Oh.. Kok kamu tidak kasih tahu aku sih, Rud?” ucap pak Chandra
“Lha aku pikir kamu sudah tahu.” Jawab pak Rudi santai
“Terus kamu tahu tidak alamat tempat kerjanya?” tanya pak Chandra
“Iya aku tahu. Bentar ya aku kirim ke hp mu.” Ucap pak Rudi
Beberapa saat kemudian, pesan singkat masuk ke hp pak Chandra
__ADS_1
“Lha Rud, inikan dekat rumahku.” Ucap pak Chandra ketika membaca pesan dari pak Rudi
“Iya.” Jawab pak Rudi
“Oh ya sudah deh. Thanks ya, Rud.” Ucap pak Chandra
“You’re welcome.” Jawab pak Rudi sambil keluar ruangan pak Chandra
***********************************
Author...✏️
“Perhatian semuanya.. Sepertinya novel aku di cintai guruku bakalan selesai beberapa episode lagi. Dan authornya masih bingung, apa bakalan ada season 2 atau tidak.” (Author..)
“Kok sudah mau selesai sih thor, terus nasib pernikahanku dan Ai bagaimana? (pak Chandra)
“Tenang.. Nanti dalam episode terakhir, akan ada ending buat kisah kalian.” (Author)
“Kira-kira endingnya bagaimana, thor?” (Pak Chandra)
“Itu tergantung suasana hati authornya. Hehehe..” (Author..)
“Ya nasib .. Ya nasib... Dapat author yang kaya begini. Ya sudahlah pasrah saja.” (pak Chandra)
“Nah begitu donk..” (author)
.
.
.
.
.
__ADS_1
Lanjut...👇