Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
tidak ingat 1


__ADS_3

Setelah mendengar kabar bahwa aku telah sadar, pak Rudi dan Alya pun segera ke ruang perawatanku


“Bagaimana dok keadaan istri saya?” tanya pak Chandra


“Istri bapak kondisinya sudah stabil. Tapi jangan terlalu membuat dia menjadi stres ya. Karena ini akan mempengaruhi pemulihan daya ingatnya.” Jelas Dokter


“Kira-kira berapa lama dia tidak akan ingat seperti ini dok?” tanya pak Chandra


“Itu tergantung dari niat dalam dirinya untuk mau mengingat semuanya kembali.” Jelas dokter lagi


“Lalu apa yang harus kami lakukan dok untuk membantunya mengingat kembali semuanya?” Tanya pak Chandra lagi


“Anda bisa mencoba dengan mengingatkan secara perlahan-lahan saat-saat kebersamaan kalian sebelumnya. Siapa tahu itu akan sedikit demi sedikit memancing ingatannya untuk pulih.” Ucap Dokter


“Oh begitu ya Dok. Lalu kapan istri saya ini sudah diperbolehkan pulang?” Ucap pak Chandra


“Jika dalam 2 hari ini keadaan istri Anda tetap stabil seperti ini dan tidak menunjukkan tanda-tanda komplikasi pasca kecelakaan dan juga keguguran, maka hari ke tiga, istri Anda sudah diperbolehkan pulang.” Jelas Dokter


“Baiklah, kalau sudah tidak ada yang ditanyakan lagi, saya mohon undur diri.” Sambung dokter itu


“Iya terimakasih, Dok.” Ucap pak Chandra dan dokter itu pun tersenyum


Setelah dokter itu keluar, pak Chandra pun duduk di samping tempat tidurku


“Ai..?” ucapnya lembut


“Ini dimana? Siapa aku?” tanyaku setelah benar-benar sadar

__ADS_1


“Ini di rumah sakit sayang. Nama kamu Aina Putri, istriku.” Jelas pak Chandra


“Aina Putri? Rumah sakit?” tanyaku bingung


“Iya sayang. Beberapa saat yang lalu kamu mengalami kecelakaan.” Jelas pak Chandra


“Oh.. Lalu siapa Anda? Kenapa Anda tadi bilang kalo aku ini istri Anda? Dan apa buktinya?” ucapku


“Iya Ai. Laki-laki yang ada di hadapanmu itu adalah suamimu, Chandra. Jika tidak percaya, maka kamu bisa melihat buku nikah kalian sebagai bukti.” Ucap pak Rudi yang tiba-tiba saja masuk dan membuatku terkejut dan sedikit takut


“Siapa Anda?” tanyaku memberanikan diri


“Aku adalah Rudi, sahabat Chandra sekaligus wali kelasmu di sekolah.” Jelas pak Rudi


“Tidak.. Tidak mungkin. Apa yang tadi bapak bilang itu cuma mengada-ngadakan? Mana mungkin jika aku masih sekolah, aku sudah menikah?” ucapku


“Oo itu...” ucapan pak Rudi terpotong karena buntu harus bagaimana menjelaskannya


“Sudah-sudah. Nanti saja pelan-pelan di jelaskannya. O ya, kenalkan. Namaku Alya. Aku tadi yang telah menolongmu.” Ucap Alya memperkenalkan diri


“Kata mereka namaku Aina Putri.” Ucapku


“Oh ya, kepalamu sakit tidak, Ai?” tanya Alya


“Tidak kok mbak. Aku merasa ringan seperti kapas.” Jawabku


“Ya jelas saja ringan seperti kapas, lha kamu melupakan semuanya.” Celetuk pak Rudi

__ADS_1


“Pletak..” sebuah pukulan mendarat di kepala pak Rudi


“Aduh..!! Woi sakit tahu.” Ucap pak Rudi sambil mengusap-usap kepalanya


“Sudah jangan dengarkan ucapan orang itu. Dia memang suka asal kalau bicara.” Ucap Alya


“Hadeuh.. Tambah repot saja nih kalau para wanita sedang kumpul.” Celetuk pak Rudi


“Sudahlah, Rud. Kamu jangan buat Ai tambah berpikir negatif tentang kita.” Ucap pak Chandra


“Dengar tuh temanmu omong. Masa’ begini saja harus di ajari.” Ucap Alya sewot


“Ya sudah kalian pulang dulu ganti baju. Setelah itu kesini lagi.” Ucap Alya


“Baiklah Al, kami pulang dulu. Tolong titip Ai ya Al.” Ucap pak Chandra


“Iya tenang saja. Ai akan aku jaga kok. Kalian berdua tidak usah khawatir.” Ucap Alya


“Sayang, aku pulang dulu ya. Untuk bawakan perlengkapan yang kamu butuhkan selama di sini.” Ucap pak Chandra pamit dan aku pun hanya diam tanpa ekspresi.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut..👇


__ADS_2