
“Eh lang, kamu tidak jadi di mintai tolong oleh pak Rudi?” tanyaku begitu lihat dia keluar dari kelas
“Tidak tuh. Memang tadi pak Rudi ingin minta tolong apa?” tanyanya bingung
“Oh tadi katanya pak Rudi ingin minta tolong suruh kasih apalah begitu buat pak Chandra. Tadinya sih menyuruh aku. Tapi akunya lagi tidak ingin melihat pak Chandra. Mangkanya aku minta pak Rudi buat menyuruhmu saja.” Jelasku
“Memang beneran, dia tidak jadi menyuruhmu?” tanyaku memastikan
“Tidak tuh, Ai. Pak Rudi tadi tidak meyuruh apa-apa ke aku.” Jawab Gilang
“Oh begitu. Ya sudahlah. Biarkan saja. Urusan mereka.” Ucapku
***
“Eh Chan, aku minta maaf sekali karena tidak bisa menyuruh istrimu ke sini.” Ucap pak Rudi
“Haiz.. Ya sudahlah. Terpaksa nanti pulang sekolah aku menunggu dia di gerbang.” Ucap pak Chandra
*****
Jam istirahat pun tiba. Aku langsung ke kantin karena aku lapar banget.
“Hai Ai, kamu ada apa sama Chandra?” tanya pak Rudi yang tiba-tiba duduk di depanku
“Eh pak. Bapak untuk apa ada di sini?” tanyaku yang tidak menjawab pertanyaan pak Rudi
“Ya bapak mau istirahat makan lah. Masa’ kamu saja yang mau makan.” Ucap pak Rudi
“Terus bapak kenapa juga duduk di sini? Kan di sana banyak bangku yang kosong.” Ucapku sambil menunjuk ke arah bangku-bangku itu
‘pletak..’ dahiku di sentil oleh Pak Rudi
“Aw pak. Sakit tahu.” Ucapku meringis kesakitan
“Lagian kamu ini begitu banget. Masa’ kakak sendiri mau makan bareng dengan adiknya harus ijin dulu.” Ucap pak Rudi
“Bukan masalah adik atau bukan. Tapi saya takut nanti ada gosip terus jadi masalah lagi. Secara mereka kan tidak tahu cerita yang sebenarnya seperti apa. Sudah cukup pak. Aku tidak ingin ada masalah lagi.” Ucapku
__ADS_1
“Lha bukannya kamu memang lagi ada masalah juga kan sama suami kamu?” selidik pak Rudi kepo
“Tidak. Biasa saja. Aku tidak merasa ada masalah.” Ucapku santai sambil makan makanan yang tadi aku pesan
“Tidak ada masalah bagaimana?! Kalau kamu tidak ada masalah, kenapa kamu tadi tidak mau ke ruangannya dia?” tanya pak Rudi heran
“Oh masalah yang tadi. Bukan aku tidak mau pak, aku lagi malas ketemu dengan pak Chandra. Tidak tahu kenapa. Pokoknya aku tuh hawanya enek saja lihat wajahnya.” Jelasku
“Apa? Apa tadi kamu bilang? Saya tidak salah dengarkan? Kamu enek lihat wajah Chandra?” ucap pak Rudi spontan
“Ststtst.. Jangan kenceng-kenceng pak. Nanti semua murid yang ada di sini curiga.” Ucapku
“Ups. Sori.. Sori..” ucap pak Rudi yang seketika menutup mulutnya dengan tangan
“Ai, jangan-jangan kamu..” ucap pak Rudi
“Ah apa sih bapak ini?! Bapak bisa saja.” Ucapku
“Ya sudah... Ya sudah.. Tidak usah dibahas lagi.” Ucap pak Rudi
Setelah mengobrol panjang lebar dengan pak Rudi dan makanan pun juga sudah habis, akhirnya kami berdua kembali ke aktivitas masing-masing.
***
“Hai kalian bertiga, naiklah ke dalam mobil. Biar Bapak antar kalian pulang.” Ucap pak Chandra kepada kami bertiga dengan maksud agar semua yang ada di situ tidak curiga.
“Rasanya kita batalkan saja acara belajarnya hari ini.” Ucap Gilang yang sepertinya tahu kenapa guru satu itu seperti ini
“Ya sudah, Lang. Besok saja kita teruskan belajarnya.” Ucap Nara setuju
“Ya kalian ini bagaimana sih. Aku kan lagi ingin belajar.” Rajukku
Saat mendengar aku seperti itu, Nara dan Gilang hanya menggelengkan kepala memberi isyarat.
“Ya sudah deh.” Ucapku pasrah
Setelah diskusi seperti itu, kami pun naik ke dalam mobil pak Chandra
__ADS_1
Sepanjang perjalanan kami semua diam. Hingga akhirnya tinggallah aku berdua dengan pak Chandra
“Ai, kamu kenapa menghindariku terus?” tanya pak Chandra penasaran
“Siapa juga yang menghindar?!” Ucapku datar
“Lha kalau bukan menghindar terus kenapa kamu di rumah tidak mau ketemu aku, dan di sekolah pun kamu juga menolak ke ruanganku?” tanya pak Chandra
“Oh itu. Tidak ada alasan khusus kok.” Jawabku yang masih datar
“Ai, terus aku harus bagaimana?” tanya pak Chandra pasrah
“Ya tidak harus bagaimana-gimana.” Jawabku lagi.
“Ai, kamu benar-benar buat aku jadi frustrasi seperti ini, tahu tidak sih.” Ucap pak Chandra sambil menginjak gas.
Setelah sampai di rumah, pak Chandra pun turun duluan dan meninggalkanku.
Seketika entah kenapa, kepalaku pusing, pandanganku seperti berputar-putar. Aku turun dari mobil pelan-pelan. Lalu tiba-tiba
‘Bruk...’
.
.
.
.
.
Bersambung...
Kira-kira apa yang terjadi sebenarnya pada Ai? dan kira-kira pak Chandra sadar tidak kalau Ai pingsan?
Tunggu jawabannya di Next..
__ADS_1
Lanjut👇